Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. FOTO: EPA
Pada akhir Februari nanti, akan ada pertemuan di Bali

Jakarta
- Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengatakan, negosiasi tahap pertama untuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dijadwalkan dimulai pada Mei 2013.

"Pada akhir Februari nanti, akan ada pertemuan di Bali. Membahas scooping paper, rules procedure, dan apa saja yang akan dikerjasamakan, baik services atau goods. Mei, kita jadwalkan, negosiasi putaran pertama bisa dilakukan," kata Iman usai jumpa pers tentang Trade Conference 2013 di Jakarta, Rabu (30/1).

RCEP merupakan kerjasama ekonomi komprehensif antara negara-negara Asean dengan negara mitra utama. Yakni, Tiongkok, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan India. RCEP, lanjut dia, dicetuskan Indonesia pada 2011. Gagasan tersebut, lanjut dia, ditujukan untuk peningkatan signifikan atas keberadaan Asean plus 1 dengan 6 negara mitra utamanya. Yakni, dengan lebih memperkuat dan memperdalam kerjasama dibandingkan free trade agreement (FTA) atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA) yang telah terjalin diantara negara-negara Asean dengan negara mitra.

"Berbicara soal RCEP artinya menyangkut pasar sebesar 3,3 miliar. Ini potensi yang besar. Modalitas kita masuk ke RCEP lebih mudah. Masuk dengan RCEP akan lebih convenience (nyaman) bagi Indonesia. Karena, RCEP tidak akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan atau sistem PerUndang-Undangan kita. Karena itu, fokus kita saat ini adalah ke RCEP," kata Iman.

Penulis: /FEB