Pesawat Mandala Airlines

"Tidak menutup kemungkinan kami bisa merambah rute ke timur Indonesia, tetapi saat ini fokus kami di Jawa dan Sumatra."

Pekanbaru - Maskapai penerbangan Mandala Airlines fokus menyasar penerbangan di kawasan Pulau Jawa dan Sumatera.

"Tidak menutup kemungkinan kami bisa merambah rute ke timur Indonesia, tetapi saat ini fokus kami di Jawa dan Sumatra," kata Direktur Komersial Mandala Airlines Brata Rafly di Pekanbaru, Kamis (14/2).

Menurut dia, pihak maskapai penerbangan bertarif terjangkau (low-cost carrier) itu juga akan mengkaji kawasan Sulawesi dan Kalimantan.

Selain karena minim persaingan, perusahaan itu mengaku masih harus menambah kapasitas armada untuk bisa terbang di rute lain.

"Seiring penambahan pesawat baru mungkin kami juga akan merambah ke daerah timur Indonesia," katanya.

Hingga akhir 2013 perusahaan menargetkan ada sekitar 12-15 pesawat dari sekitar enam pesawat yang ada saat ini. Sementara pada 2015 ditargetkan ada 25 pesawat yang digunakan maskapai penerbangan itu.

Brata juga menuturkan maskapai penerbangan itu tengah mempersiapkan rute baru Jakarta-Perth dan Jakarta-Hong Kong.

"Rute Jakarta-Perth kemungkinan tiga bulan mendatang, Jakarta-Hong Kong juga tahun ini bisa direalisasikan," tambah dia.

Direktur Utama Mandala Airlines Paul Rombeek mengatakan penambahan armada pesawat diharapkan mampu memenuhi target dua juta penumpang yang diangkut pada 2013.

"Target kami hingga akhir tahun ini bisa mengangkut sekitar dua juta penumpang, itu tidak termasuk penumpang Batavia Air yang kami angkut," kata dia.

Akibat penghentian operasional maskapai penerbangan Batavia Air, sejumlah calon penumpang yang telah melakukan reservasi tiket dialihkan ke beberapa maskapai penerbangan, termasuk Mandala Airlines.

Dalam sepekan setelah pemailitan Batavia Air, maskapai penerbangan mitra Tiger Airways itu telah menerbangkan sekitar 1.197 penumpang untuk sejumlah rute seperti Jakarta-Singapura, Jakarta-Padang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Pekanbaru dan sebaliknya.

Penulis:

Sumber:Antara