Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berada di ruang  BK DPR. FOTO: Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE

Jakarta--Pemerintah meminta Perum LKBN Antara untuk mengambilalih PT Balai Pustaka dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Pengambilalihan ini ditargetkan dapat rampung pada tahun ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta Perum LKBN Antara untuk mengambilalih PT Balai Pustaka dan Perum PNRI. Pengambilalihan tersebut dilakukan guna menggenjot bisnis Perum LKBN Antara diluar bisnis public service obligation (PSO).

"Antara akan lebih kuat jika punya group bisnis dan tidak hanya bersandar ke PSO. Saya konsisten agar bumn tidak andalkan PSO. Kalau PNRI dan Balai Pustaka sudah bergabung, Antara akan dapat keuangan dari bisnis," ujar Dahlan di Jakarta, Selasa (19/2).

Saat ini, menurut Dahlan neraca keuangan PT Balai Pustaka masih negatif. Untuk itu, dia pun meminta Balai Pustaka untuk membuat neraca keuangannya positif dengan menjual sebagian asetnya.

"Balai Pustaka neracanya sedikit negatif, kita buat positif dulu dengan menjual sebagian asetnya berupa bangunan berikut tanahnya diutamakan kepada BUMN juga," jelas Dahlan.

Sedangkan Perum PNRI menurut Dahlan, saat ini neraca keuangannya sudah positif sehingga tidak terdapat masalah lagi. Dia pun menargetkan pengambilalihan Balai Pustaka dan PNRI oleh Antara dapat rampung pada tahun ini.

Investor Daily

Penulis: NTI/RIN/FMB

Sumber:Investor Daily