Ilustrasi perdagangan saham

Jakarta - Otoritas jasa keuangan (OJK) berencana mengadakan pertemuan dengan Kementerian BUMN dalam waktu dekat ini. Tujuannya untuk mendorong lebih banyak perusahaan BUMN melaksanakan IPO (penawaran saham perdana).

OJK melihat selama ini, perusahaan BUMN yang IPO memberi pengaruh besar bagi pertumbuhan kapitalisasi pasar bursa. Saat ini sudah ada 19 perusahaan BUMN yang menjadi emiten di Bursa.

“Tahun ini kan yang direncanakan IPO, perusahaan BUMN hanya satu. Kami mencoba bicara dengan Meneg (menteri negara) BUMN agar bisa mengupayakan lebih banyak BUMN go public ke depan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (9/4).

Lagi pula, kata Nurhaida, perusahaan BUMN yang sudah go public selama ini bisa lebih berkembang. Kapitalisasi pasar emiten BUMN terus bertumbuh. Sebagai contoh, PT Bank Mandiri Tbk, kapitalisasinya tumbuh signifikan semenjak dia IPO di Bursa.

Tahun ini, perusahaan yang direncanakan IPO hanya PT Semen Baturaja. Saat ini ada 19 emiten BUMN yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Indofarma Tbk (INDF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT PP Tbk (PTPP), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Timah Tbk (TINS), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

“Dengan semakin banyaknya perusahaan BUMN yang IPO, minat investor untuk investasi di pasar modal juga semakin tumbuh, investor bertambah. Sebab pilihan saham jadi semakin banyak, apalagi perusahaan BUMN kan milik pemerintah,” ujar dia.

Sementara bagi BUMN itu sendiri, lanjut Nurhaida, akan semakin diuntungkan dari sisi penerapan good corporate governance (GCG) yang baik. Sekaligus semakin mudah mendapat untuk pendanaan, baik dari pihak perbankan maupun melalui pasar modal.

Investor Daily

Penulis: Eli

Sumber:Investor Daily