Peluncuran BlackBerry Z10 di Jakarta, 4 Maret 2013.

Jakarta - Selama semester I 2013, penjualan PT Erajaya Swasembada Tbk turun 6,7 persen dari Rp 6,40 triliun pada semester I 2012 menjadi Rp 5,97 triliun. Penurunan itu dijelaskan Direktur Pemasaran dan Komunikasi Erajaya Swasembada Djatmiko Wardoyo karena dipicu tiga hal utama.

"Tiga hal itu yakni musibah banjir yang melanda Jakarta di Januari sehingga menyebabkan hilangnya penjualan selama 10-14 hari, adanya aturan baru impor handset yang menyebabkan proses impor menjadi lebih lama, dan penurunan brand Blackberry di pasar Indonesia sejak awal tahun," ujarnya di Jakarta, Rabu (31/7).

Adapun, segmen telepon seluler dan tablet dari perseroan mencatat 88,1 persen dari penjualan menjadi Rp 5,26 triliun dari Rp 5,99 triliun. Disusul segmen voucher isi ulang mencatat 8,1 persen dari Rp 397,6 miliar menjadi Rp 489,6 miliar, segmen komputer dan peralatan elektronik Rp 129,6 miliar, segmen aksesoris Rp 89,7 miliar.

"Segmen aksesoris melonjak dari Rp 12,5 miliar yang disebabkan pertumbuhan penjualan aksesoris dan pembelian merek ritel iBox oleh DCM di Agustus 2012," jelasnya.

Volume penjualan untuk telepon seluler turun menjadi 4,9 juta dari 5,2 juta. Di mana, harga jual rata-rata untuk seluruh merek telepon turun menjadi Rp 1.070.578 dari sebelumnya Rp 1.144.218.

Terkait melemahnya harga rupiah atas dolar, beban operasional meningkat dari Rp 0,5 miliar menjadi Rp 3,4 miliar akibat kurs pembayaran pembelian barang di 2013.

"Atas hal itu, laba bersih Erajaya semester I merosot 38,9 persen menjadi Rp 129,8 miliar dari Rp 212,4 miliar," ujarnya. 

Suara Pembaruan

Penulis: O-2/FMB

Sumber:Suara Pembaruan