PT. Link Net

Link Net Incar Pertumbuhan Pendapatan 15%

PT. Link Net (Antara)

Jakarta- PT Link Net Tbk (LINK), emiten penyedia layana kabel optik, menargetkan pendapatan pada tahun ini bisa bertumbuh 13 persen-15 persen dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp 2,95 triliun.

"Melihat history serta pertumbuhan ekonomi dan potensi pasar pada tahun ini, manajemen cukup percaya diri pendapatan bisa tumbuh sekitar 13 persen-15 persen pada tahun ini. Untuk profit, kami akan jaga pertumbuhan marjinnya paling tidak sama dengan tahun lalu atau bisa lebih bagus lagi," kata Direktur Utama dan CEO Link Net Irwan Djaja usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (21/4).

Sementara Investor Relations Director Link Net Liryawati menambahkan, dari total pendapatan, sebesar 84 persen dikontribusikan oleh segmen residensial dan sisanya 16 persen oleh segmen korporasi. Namun dalam 2-3 tahun ke depan diharapkan kontribusi segmen korporasi yang melingkupi small medium enterprise (SME), small office home office (SOHO), media, dan hotel akan meningkat hingga 20 persen.

Liryawati juga menilai, iklim pertumbuhan bisnis di Indonesia sangat menjanjikan. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan rintisan (start up). Apalagi, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan bisnis baru di Indonesia. "Jadi kami sangat percaya diri pertumbuhan di enterprise akan tumbuh dan pasarnya juga sangat luas," katanya.

Lebih lanjut kata Irwan, untuk mendukung target tersebut, perusahaan dengan produknya First Media ini akan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Dana itu akan dialokasikan untuk pemeliharaan, pengembangan area baru di empat kota seperti Medan dan Batam, dan juga pembelian modem. "Mayoritas capex untuk ekspansi jaringan, lebih dari setengahnya," katanya.

Sementara sumber pendanaan capex berasal dari kas internal dan eksternal. Perseroan pun berencana melakukan aksi korporasi di pasar modal guna mendukung pendanaan tahun ini. "Kas internal kami masih cukup solid dan tidak ada utang jangka panjang. Di luar itu, kami senantiasa mengeksplorasi alternatif pendanaan lainnya seperti di pasar modal," ucapnya.



Suara Pembaruan

Lona Olavia/WBP

Suara Pembaruan