Poster Edward Snowden, pembocor rahasia intelijen AS yang dia tuduh memata-matai pengguna internet dan telepon probadi.

Moskwa - Buronan badan intelijen Amerika Serikat Edward Snowden telah mendarat di Moskwa dalam sebuah penerbangan dari Hong Kong Minggu (23/6), namun diperkirakan dia hanya transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Venezuela atau Ekuador lewat Kuba.

Snowden kabur ke Hong Kong Mei lalu setelah mengungkap tindakan memata-matai para pengguna telepon dan internet oleh pihak intelijen Amerika.

Pesawat Airbus milik maskapai Rusia, Aeroflot, dengan nomor penerbangan SU213 mendarat di Bandara Sheremetyevo Moskwa pukul 17:10 waktu setempat atau 21:10 WIB.

Menurut laporan media Rusia, dia dijemput di bandara dengan mobil kedutaan Venezuela atau Ekuador.

Seorang sumber di maskapai mengatakan dia akan terbang ke Kuba dan dari sana menuju Venezuela. Dua negara itu diyakini tidak mungkin memenuhi permintaan ekstradisi AS.

Dari Venezuela, dia diduga akan meneruskan ke perjalanan terakhir menuju Ekuador.

Menteri Luar Negeri Ekuador Ricardo Patino Aroca dalam Twitter-nya mengatakan: pemerintah Ekuador telah menerima permintaan suaka dari Edward J. #Snowden.

Pendiri Wikileaks, Julian Assange, saat ini juga meminta perlindungan di Keduataan Ekuador di London setelah diberi suaka politik tahun lalu.

Wikileaks mengeluarkan pernyatan bahwa mereka telah membantu mengusahakan suaka politik untuk Snowden di sebuah negara demokratis.

Sabtu kemarin, Gedung Putih menghubungi Hong Kong untuk mengupayakan ekstradisi, namun dibalas dengan pernyataan Minggu (23/6) bahwa dokumen yang dikirim Washington tidak "sepenuhnya sesuai dengan persyaratan di bawah hukum Hong Kong ".

Hong Kong meminta informasi lebih lanjut dari pemerintah AS, namun pernyataan yang sama juga menyebutkan "karena pemerintah HKSAR (wilayah pemerintahan khusus Hong Kong, sebagai bagian dari China –red) belum mendapatkan informasi yang memadai untuk memproses surat penangkapan, (kami) tidak memiliki dasar hukum melarang Mr Snowden pergi dari Hong Kong."

Departemen Kehakiman AS mengatakan akan terus memburu Snowden di negara mana pun dia berada.

"Kami akan terus membahas masalah ini dengan Hong Kong dan melakukan kerjasama penegakan hukum yang relevan dengan negara-negara lain di mana Snowden berusaha menuju," kata Nanda Chitre, juru bicara departemen itu.

Snowden hengkang dari AS setelah membocorkan rincian dari hasil kerjanya saat menjabat di Badan Keamanan Nasional AS (NSA= National Security Agency) dan program memata-matai koran Inggris Guardian dan juga Washington Post.

Dia dituduh melakukan pencurian properti pemerintah, secara tidak sah melakukan komunikasi soal pertahanan nasional dan komunikasi rahasia masalah intelijen. Setiap tuduhan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Bocoran yang diberikan Snowden mengungkap lebih jauh bagaimana pemerintah AS secara sistematis mengambil data telepon dan website di bawah program NSA yang dinamakan “Prism”.

Snowden sebelumnya mengatakan dia memutuskan untuk buka mulut setelah mengamati bagaimana para pejabat senior terus berdusta di Kongres. Para pejabat AS kemudian sibuk membela diri tentang praktik mengumpulkan data internet dari para pengguna pribadi di seluruh dunia.

Mereka berdalih "Prism" tidak bisa dipakai untuk menargetkan warga Amerika atau siapa pun yang tinggal di AS, karena masalah itu harus sepengetahuan hakim.

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:BBC