Perwakilan dari berbagai negara bergabung dengan warga Ukraina di alun-alun kota Kiev, 2 Maret 2014. Ukraina di ambang perang setelah parlemen Rusia mengesahkan pengiriman pasukan ke wilayah Crimea.

Kiev - Duta Besar Amerika Serikat untuk Ukraina mengatakan pemerintahnya akan menolak mengakui referendum di wilayah Crimea yang dijadwalkan hari Minggu pekan depan.

Washington juga akan mengambil tindakan lebih jauh jika Rusia menggunakan hasil jajak pendapat itu untuk melegitimasi pendudukan di Semenanjung Crimea yang masuk wilayah Ukraina.

Dubes Geoffrey Pyatt mengatakan Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri John Kerry telah berbicara dengan para pemimpin Eropa akhir pekan kemarin. Obama juga bicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurutnya, AS dan Uni Eropa sepakat bahwa sanksi yang lebih tegas akan dilakukan setelah referendum.

Gedung Putih tetap pada pendiriannya bahwa Crimea adalah bagian dari Ukraina. Ditambahkan bahwa menjelang referendum itu, “kelompok preman pro Rusia” menyerbu semenanjung, memukuli para aktivis dan menciptakan situasi penuh ketakutan dan intimidasi.

Tanpa menyebut nama Moskwa, Pyatt mengatakan adanya kampanye yang aktif sekarang ini untuk memecah belah negara.

Perdana menteri interim Ukraina Arseniy Yatsenyuk dijadwalkan berkunjung ke Washington Rabu (12/3) untuk bertemu Obama.

Pertemuan itu akan “menegaskan dukungan terkuat AS pada Ukraina baru yang demokratis, integritas wilayah dan rakyat Ukraina,” kata Pyatt, Senin (10/3).

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:The Guardian