Renault-Red Bull Berpisah Usai GP Abu Dhabi

Renault-Red Bull Berpisah Usai GP Abu Dhabi
Pembalap Red Bull Max Verstappen menang untuk pertama kali di Formula 1, dalam GP Spanyol 15 Mei 2016. ( Foto: Crash.net )
/ WBP Senin, 26 November 2018 | 10:09 WIB

Abu Dhabi - Red Bull dan Renault, sebagai pemasok mesin, resmi berpisah pada Minggu (25/11) usai grandprix (GP) Formula 1 (F1) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) yang mengakhiri salah satu kemitraan paling sukses di Formula 1 tersebut.

Untuk menandai itu, Managing Director Renault Sport Racing Cyril Abiteboul memberi bos Red Bull Christian Horner sebuah mainan berbentuk tupai, yang menyimbolkan julukan Horner si "tupai pemarah," demikian Reuters pada Minggu.

"Mainan itu ada di tembok pit, saya menghabiskan balapan dengannya. Tupai yang terlihat pemarah," kata Horner.

Kemitraan yang pernah dominan itu akhir-akhir ini diwarnai dengan kekecewaan Red Bull karena di era mesin V6 turbo hybrid, mesin Renault kekurangan tenaga dan tidak tahan banting dibanding mesin Mercedes dan Ferrari.

Red Bull akan memulai balapan dengan mesin Honda pada musim depan, sedangkan Renault yang membawa Daniel Ricciardo bersama mereka, akan fokus di tim pabrikan mereka dan Mclaren, yang menjadi klien mereka.

"Ketika satu babak usai, babak yang lain terbuka dan kami sangat menantikan musim 2019," kata Horner.

Kemitraan Renault dan Red Bull telah membawa mereka memenangi 59 balapan dengan 160 podium, 60 pole position, 60 lap tercepat dan delapan juara dunia, empat di antaranya diraih Sebastian Vettel di 2010-2013.

"Di Red Bull kami mememukan rekan yang bisa memberikan tantangan lebih," kata Abiteboul.

"Bersama, kami telah meraih hasil yang luar biasa dan nantinya rekor kami akan dikenang," kata dia.

"Kami berharap yang terbaik untuk Red Bull di musim mendatang dan kami menantikan persaingan di trek," kata Abiteboul.



Sumber: Reuter, Antara
CLOSE