Koleksi Kamilaa, lini sekunder Itang Yunasz untuk perempuan muda.
Koleksi busana bergaya santun kreasi Kamilaa dari desainer Itang Yunasz.
Koleksi busana santun yang terbuat dari bahan-bahan nyaman untuk perempuan aktif.

Nama Itang Yunasz di kalangan pencinta mode Indonesia sudah tak asing lagi. Itang yang sudah berkarya di bidang mode lebih dari 30 tahun ini mengawali garis rancangnya bagi perempuan secara umum di bawah merek namanya sendiri sebagai lini utama.

Namun, nama Itang makin ternama ketika ia mengeluarkan rancangan busana untuk kaum muslim lelaki lewat merek Preview, koleksi busana muslim lelaki dan Marrakech, yakni koleksi busana berbahan kaus untuk kaum muda.

Di tahun 2000, PT Yunasz Astabrata, perusahaan milik Itang, makin mengutamakan garis rancang lini utamanya untuk mendesain busana-busana muslim perempuan secara khusus.

Selain busana-busana serbatertutup yang identik dikenakan kaum Muslim, Itang juga memiliki satu label busana untuk kaum pekerja, Tatum.

Senin, 28 Mei 2012, Itang Yunasz memperkenalkan lini busana kelimanya, Kamilaa, di salah satu sentra busana di Jakarta, Pasar Tanah Abang.

Dalam sebuah kesempatan berbincang dengan Itang, diungkapkannya, dalam merancang busana-busana untuk perempuan berpakaian serbatertutup, ia kerap bertemu dengan perempuan non muslim maupun yang belum atau tidak berkerudung meminta dibuatkan busana santun serbatertutup rancangannya yang awalnya untuk perempuan Muslim.

"Sebenarnya sejak tahun 2007 saya sudah ingin membuat lini ready to wear untuk perempuan yang santun dan sopan. Saya melihat ada celah untuk pelanggan yang ingin busana tertutup semacam ini. Sebenarnya banyak yang ingin berpakaian santun tetapi trendi," kata Itang kepada Beritasatu.com.

Tahun ini, Itang bersama rekanan yang juga bersamanya membuka lini Tatum memantapkan langkah untuk meresmikan gerai pertama Kamilaa.

Koleksi Kamilaa, disebut Itang, memiliki ciri "universal", dalam arti, bisa dikenakan mereka yang sudah berkomitmen untuk mengenakan pakaian serbatertutup untuk memenuhi perintah agama Islam maupun yang ingin mengenakan pakaian yang bersifat santun.

Dalam trunk show di selasar Pasar Tanah Abang dekat gerai Kamilaa, Itang memamerkan 48 koleksi pertama Kamilaa yang bergaya maxidress, tunik, kaftan, atasan longgar, celana kulot, dan lain sebagainya.

Kamilaa memiliki kekuatan dalam hal pemilihan bahan dan motif cetak yang digunakan dalam koleksi, ungkap Itang. Kebanyakan motif cetak di koleksi Kamilaa dibuat khusus. Dalam koleksi total look Bohemian, terlihat Itang memainkan motif cetak dari batik dan tenun. Motif cetak pada bahan yang digunakan antara lain dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali.

Sementara untuk yang menyukai gaya simpel, Itang juga menghadirkan rangkaian koleksi dengan gaya warna koleksi yang sedang trendi, seperti colorblocking, permainan gradasi warna, juga warna solid.

Menariknya, koleksi Kamilaa dibuat Itang untuk memudahkan perempuan berhijab untuk memadupadankan koleksinya supaya bisa mengakomodir kebutuhannya, tetapi masih bisa pula dikenakan tanpa tambahan oleh perempuan yang tidak berhijab.

"Koleksi ini ditujukan untuk perempuan berusia antara 16-40 tahun yang punya aktivitas tinggi dan gaya hidup metropolitan. Karenanya saya membuatnya dari bahan-bahan yang nyaman dikenakan sehari-hari, seperti jersey, katun, polyester-cotton, sifon, dan lainnya," jelas Itang mengenai koleksi busana Kamilaa yang gerai pertamanya terletak di Pasar Regional Tanah Abang Blok B Basement 1 Los E no. 49-50 dan Los F no. 116-117 itu.

Penulis: /WEB