Ilustrasi

Menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan bukanlah penghalang untuk melakukan latihan fisik.

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan, latihan fisik selama menjalankan puasa tetap dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,  "Tubuh yang segar setelah melakukan latihan tentu membuat Anda bersemangat sehingga tak mudah lemas," jelasnya kepada Beritasatu.com.

Yang terpenting, lanjut dokter yang juga menjabat sebagai Direktur Slim+ Health Sport Therapy ini, sebelum melakukan latihan Anda sudah mengetahui tujuan dari latihan tersebut.

Lantas, bagaimana cara melakukan latihan fisik yang tepat selama berpuasa? Berikut beberapa tips dari Michael.

Untuk pagi hari sebelum melakukan latihan, Michael menyarankan, beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:

1. Tentukan dulu tujuan dari latihan tersebut. Bila ditujukan untuk kesehatan dan kebugaran, sebaiknya dilakukan pada saat pagi hari setelah sahur dengan intensitas ringan. Ini sangat diperlukan agar tidak memicu terjadinya dehidrasi dan kelelahan yang berlebihan saat siang hari .

Latihan ringan yang dapat dilakukan seperti, jalan santai, joging atau bulutangkis. Jenis latihan ini aman dilakukan saat berpuasa dan baik bagi kesehatan. Selain itu, intensitas latihan yang ringan tidak akan memberatkan bagi orang-orang yang sebelumnya tidak pernah latihan.

2. Disarankan untuk melakukan latihan fisik pagi bersama dengan anggota keluarga. Ini sangat penting dilakukan, selain untuk menularkan kebiasaan sehat juga untuk lebih mempererat hubungan dengan keluarga.

Sementara untuk latihan di sore hari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Bila tujuan latihan adalah untuk tetap menjaga kekuatan dan bentuk otot sebelumnya, atau juga ingin melakukan latihan yang lebih berat, sebaiknya dilakukan sore hari menjelang berbuka.

Pilihan waktu ini, kata Michael, untuk mengantisipasi bila kehilangan banyak cairan akibat latihan yang lebih berat. "Anda tak perlu terlalu lama menunggu waktu berbuka puasa bila mulai terasa haus," jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Michael, kelelahan yang terjadi akibat menjalani latihan berat tidak akan menimbulkan kelelahan tubuh dan mengganggu performa Anda dalam bekerja. Jadi, tak perlu terlalu khawatir karenanya.

2. Intensitas latihan yang berat, kata Michael, harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan dari masing-masing orang, sehingga latihan sore hari ini biasanya lebih bersifat individual.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk peka terhadap sinyal tubuh yang dirasakan selama melakukan latihan fisik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

1. Bila tubuh merasa kurang sehat sebaiknya jangan memaksakan diri untuk melakukan latihan fisik. Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan.

2. Sebelum latihan upayakan untuk menggunakan parameter kesehatan yang bersifat obyektif sebagai acuan sehat atau tidaknya tubuh Anda seperti, suhu tubuh, nadi, tekanan darah, berat badan.

3. Anda harus peka dengan tanda-tanda atau bahasa tubuh selama melakukan latihan fisik. Ini sangat penting untuk diperhatikan agar bila tubuh Anda mulai merasakan adanya ketidaknyamanan atau ada sesuatu yang tak beres, bisa segera menghentikan latihan. Selanjutnya, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab ketidaknyamanan tersebut sehingga bisa ditangani secara tepat.

Penulis: Ririn Indriani