Halaman muka e-Registrasi BPOM untuk kategori low risk.
Menjanjikan waktu proses perizinan obat edar yang lebih singkat dan kurangi potensi kecurangan.

Jakarta -
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan sistem aplikasi registrasi obat secara online untuk mempersingkat proses perizinan edar obat dan mengurangi potensi kecurangan.

Program Aplikasi e-Registrasi obat (AeRo) dan Aplikasi Sistem Registrasi Obat Tradisional (ASROT) itu akan diluncurkan bertahap.

"Sistem e-registrasi obat pada tahap awal ditujukan untuk obat copy, yaitu obat yang mengandung zat aktif yang sama dengan obat yang sudah terdaftar. Sedangkan sistem e-registrasi obat tradisional pada tahap 1 ditujukan untuk kategori produk obat tradisional low risk," kata Ketua BPOM, Lucky S Slamet, Kamis (31/01)

Lucky mengatakan selama ini waktu pelayanan registrasi obat copy berkisar antara 150-200 hari kerja, diharapkan dengan sistem e-Registrasi bisa memangkas waktu hingga di bawah 150 hari. Begitu juga dengan waktu pelayanan obat tradisional berisiko rendah (low risk) yang sebelumnya bisa mencapai 30 hari, diharapkan bisa dipangkas menjadi tujuh hari.

"Selain itu, dengan sistem registrasi online pemohon tidak perlu datang sendiri ke BPOM dan bisa mengurangi man to man meeting," tambahnya.

Berkurangnya pertemuan langsung antara pemohon dengan pejabat terkait diharapkan bisa mengurangi potensi kecurangan dalam pemberian izin edar.

Penulis: /WEB