Jean-Philippe Vandenschrick

Pahami Pekerjaan

Jean-Philippe Vandenschrick. (Istimewa)

Oleh: F Rio Winto / AB | Selasa, 2 Mei 2017 | 10:58 WIB

Pahamilah pekerjaan Anda! Pesan ini mungkin terdengar klise dan biasa. Tetapi, jangan anggap remeh pesan tersebut. Pemahaman seseorang terhadap pekerjaan yang ditekuninya sangat penting karena akan turut menentukan totalitasnya dalam bekerja dan kesuksesannya dalam berkarier.

Setidaknya ini berlaku bagi Jean-Philippe Vandenschrick. “Dengan memahami pekerjaan, setiap orang bisa mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan,” kata presiden direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) itu di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk bisa memenuhi kompetensi dalam setiap pekerjaan, menurut pria kelahiran Belgia, 30 Agustus 1969 ini, setiap orang mesti mengetahui faktor kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan dengan baik. “Dengan begitu, ia memiliki target yang jelas dalam meningkatkan kapabilitasnya,” ujar ayah empat anak tersebut.

Bagi Jean-Philippe Vandenschrick, seorang profesional harus terus-menerus mengasah kemampuan dan berupaya meningkatkan kualitas dirinya. Sebab, peningkatan kualitas diri bisa mendukung dan ikut menentukan totalitas seseorang dalam bekerja.

Yang pasti, kompetensi tak selalu berhubungan dengan pendidikan atau keterampilan dan kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan mental. Mental tahan banting, tidak mudah menyerah, sangat dibutuhkan untuk menghadapi rintangan, bahkan sampai pada fase kegagalan.

“Setiap perjalanan karier pasti akan menemui rintangan. Untuk menghadapi semua itu dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan tahan uji dalam menghadapi tantangan, baik secara fisik maupun psikis,” katanya. Berikut penuturannya.

Bagaimana perjalanan karier Anda?
Saya mengawali karier sebagai telesales officer. Saat itu, tugas saya adalah melakukan panggilan telepon kepada calon nasabah untuk memberikan informasi mengenai produk keuangan. Dari posisi tersebut, saya akhirnya memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai cara menjual produk keuangan, kesulitan apa yang dihadapi, dan bagaimana melakukan pekerjaan dengan tetap mematuhi aturan dan berada di koridor yang seharusnya.

Saya sudah menggeluti industri keuangan selama 22 tahun, baik di industri perbankan maupun asuransi. Saya berkarier bersama AXA Belgia selama 15 tahun dengan posisi terakhir sebagai district manager. Pada posisi itu, saya bertanggung jawab mengelola dan mengatur lebih dari 1.500 brokers dan lebih dari 200 agen bank.

Setelah itu, saya menghabiskan waktu lebih dari empat tahun sebagai group distribution director AXA Group di Paris. Saat itu, saya bertanggung jawab untuk memberikan arahan, menentukan, serta mengawasi strategi distribusi grup (group distribution strategy), di antaranya meliputi distribution network strategy, distribution transformation, dan program sales.

Anda tipe eksekutif seperti apa?
Saya selalu berupaya memberikan yang terbaik. Saya adalah pekerja keras dan selalu berupaya bekerja maksimal guna bisa memberikan perubahan dan nilai lebih terhadap apa pun yang saya kerjakan. Saat memulai karier di telesales officer, saya bekerja keras untuk menjalaninya secara maksimal. Karena itu, saya bisa memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan karier selama 22 tahun ini.

Ketika di Paris, saya mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan project sales bersama beberapa entitas. Kami berhasil dengan sangat baik. Berbekal prestasi tersebut, saya diundang untuk datang ke Indonesia dan memimpin AXA Mandiri sebagai presiden direktur.

Kiat Anda mencapai kesuksesan?
Saya suka menyebutnya extra miles. Menurut saya, jika kita melakukan upaya yang sama dengan kebanyakan orang, atau jika tidak memberikan usaha yang sedikit lebih besar dari yang dilakukan orang lain, kita akan sulit mencapai kesuksesan.

Saya harus memberikan hasil pekerjaan yang baik. Namun, jika kita bisa berusaha lebih baik dan memberikan lebih dari yang diharapkan, kita juga akan mendapatkan hasil yang lebih baik. If you do the extra miles then potentially you will get more.

Selain extra miles, faktor interaksi dan kemampuan untuk mengeluarkan potensi yang ada dari setiap diri pribadi juga turut menentukan kesuksesan. Saya suka membantu orang-orang dalam tim untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Jika masing-masing orang memberikan kemampuan terbaik mereka, itu akan turut membantu perkembangan tim yang juga memberikan andil terhadap perkembangan karier.

Pesan Anda untuk para eksekutif muda?
Sangat penting bagi seseorang untuk memahami jenis pekerjaan yang ditekuninya. Dengan memahami pekerjaan tersebut, setiap orang bisa mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam pekerjaan itu. Untuk bisa memenuhi kompetensi itu, setiap orang perlu mengetahui faktor kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman dengan baik, sehingga ia memiliki target yang jelas dalam meningkatkan kapabilitasnya.

Banyak cara untuk meningkatkan kemampuan diri, misalnya mengikuti berbagai kursus, pelatihan, atau seminar. Peningkatan mutu diri bisa mendukung totalitas seseorang dalam bekerja dan menggapai kesuksesan karier.

Di luar itu, mental tidak mudah menyerah sangat dibutuhkan untuk menghadapi rintangan, bahkan sampai kegagalan. Sebab, setiap perjalanan karier akan menemui rintangan. Untuk menghadapinya dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan tahan uji, baik secara fisik maupun psikis. Tetapi, jangan ragu menerima tantangan untuk menyelesaikan satu tugas berat.

Kenapa Anda memilih profesi ini dan apa alasannya?
Ada istilah dalam bahasa Prancis yang berarti I came because I saw light. Sejujurnya, saat kali pertama, saya hanya berpikir untuk mendapatkan pekerjaan saja. Untungnya, saya mendapatkan pekerjaan di bidang asuransi. Namun setelah itu, saya memutuskan untuk menekuni bidang ini karena noble purpose yang dimiliki asuransi, yaitu membantu orang untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Di dunia asuransi, ketika kita bertemu orang yang memiliki masalah kesehatan atau orang yang baru saja kehilangan ayah, kakak, atau orang-orang yang disayanginya, kita bisa datang kepada mereka dengan sebuah solusi dan membantu mereka agar bisa terus menjalani hidup dengan baik.

Hal ini tentunya tidak mudah. Sebab, dalam keadaan tersebut, orang cenderung larut dalam kesedihan atau kekhawatiran. Namun, pada akhirnya nanti, kita dapat merasa lega. Sebab, pada saat itulah kita bersama mereka dalam masa sulit dan membantu bangkit guna meneruskan hidup. For me, insurance industry is a relationship industry, so I really like it.

Gaya kepemimpinan Anda?
Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi chief executive officer (CEO) yang baik. Karena itu, kita harus belajar dengan sendirinya. Saya suka mendengarkan nasihat-nasihat orang lain. Salah satu nasihat yang melekat pada diri saya adalah be yourself.

Cara saya menjalankan perusahaan sangat mencerminkan pribadi saya. Sebab, saya suka memiliki hubungan yang dekat dengan tim saya. Saya ingin selalu ada untuk tim dan karyawan saya. Bahkan, saya juga suka bekerja keras dan tidak lupa melakukan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya sepekan sekali atau sebulan sekali saya mungkin terlihat sangat serius dan bekerja keras. Namun bisa secara tiba-tiba saya akan mengajak tim saya untuk bernyanyi dan menari.

Menurut saya, ini adalah hal yang wajar. Sebab, kita bekerja bukan hanya untuk mencapai tujuan bisnis, tetapi juga mencapai tujuan bisnis dengan menjamin kesejahteraan karyawan. Jadi, saya memimpin perusahaan dengan apa adanya diri saya. Hal ini yang membuat saya terus bersemangat dan bahagia.

Banyak orang yang mengatakan bahwa saya memiliki energi yang besar dan suka menyalurkannya kepada orang lain. Tetapi, menurut saya, energi saya itu didapatkan karena interaksi dengan orang-orang di sekitar saya.

Jadi, pada dasarnya, saya memiliki energi yang besar karena berinteraksi dan berhubungan dengan orang-orang di sekitar saya. Jika mengetahui asal kata antusias yang berarti datang dari Tuhan, mungkin energi yang saya miliki ini memang datang dari Tuhan, I don’t know.

Strategi Anda memajukan perusahaan?
Strategi saya adalah menyediakan semua kebutuhan nasabah dalam menjalankan noble purpose untuk menjadi asuransi pilihan masyarakat. AXA Mandiri memiliki value customer first. Hal itu menjadi fokus kami dalam mengembangkan dan menyediakan produk perlindungan yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan menyediakan produk yang tepat untuk perlindungan yang dibutuhkan, artinya saya telah menjalankan tugas dengan baik untuk nasabah, perusahaan, dan karyawan. Dengan mengerjakan tugas dengan baik, saya berharap karyawan juga merasa senang bekerja di perusahaan ini, sehingga saya akan menjalankan strategi bisnis dengan karyawan yang happy.

Menurut saya, keberhasilan sebuah gebrakan di perusahaan bukan momen yang membanggakan, melainkan sebuah success story. Beberapa waktu lalu, kami memutuskan untuk melakukan perubahan terhadap salah satu produk unggulan kami.

Awalnya, pikiran kami selalu diliputi kekhawatiran terhadap tantangan ini. Namun saat ini, saya bisa mengatakan bahwa kami mendapatkan sukses menaklukkan tantangan ini. Menurut saya, ini merupakan kesuksesan bersama. Sebab, jika kita lihat dua tahun ke belakang, tidak ada satu pun di antara kami yang yakin bahwa kami bisa melakukan ini semua.

Apa filosofi hidup Anda?
AXA Mandiri memiliki nilai yang diadaptasi dari AXA dan Bank Mandiri. Nilai inilah yang menjadi panduan kami dalam menjalani pekerjaan sehari-hari. Tetapi saya ingin menambahkan beberapa value, yaitu believe. Saya yakin dan percaya bahwa setiap orang adalah baik dan memiliki potensi yang berbeda-beda. Setiap orang bisa berkembang dan terus menjadi pribadi dan pekerja yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Saya juga menyukai nilai authenticity. Jujur menjadi diri sendiri berpengaruh besar terhadap kualitas hubungan dengan sesama. Value lainnya adalah entrepreneur. Sejak bekerja di AXA Mandiri, saya menemukan sisi entrepreneur dalam diri sendiri. Saya merasa sebagai entrepreneur karena memiliki keinginan yang sangat besar untuk membuat perusahaan ini berkembang. Saya selalu ingin memperbaiki yang kurang sesuai dan membuat sesuatu yang baru.

Obsesi Anda yang sudah dan belum tercapai?
Ambisi saya adalah membawa perusahaan ini berhasil. Apabila memang membutuhkan waktu selama dua tahun, lima tahun, bahkan 10 tahun, saya akan dengan senang hati bertahan di Indonesia. Sedangkan dalam kehidupan pribadi, saya ingin menjadi suami dan ayah yang baik bagi anak-anak saya.

Kedua hal itu tidak mudah diwujudkan, khususnya dalam mengelola sebuah perusahaan yang memerlukan komitmen penuh yang sering kali menyita waktu dan energi. Bahkan, tidak jarang akhir pekan atau waktu liburan saya lalui kurang leluasa karena perhatian pada pekerjaan.

Bagaimana Anda menyeimbangkan kehidupan pribadi, pekerjaan, dan sosial?
Saya selalu berusaha menyempatkan sarapan bersama keluarga setiap pagi. Satu atau dua kali dalam sepekan, saya berusaha meninggalkan kantor lebih awal agar dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga di rumah.

Ini tidak mudah. Namun istri membantu saya mewujudkannya. Sering kali dia tidak membiarkan saya bekerja ketika di rumah, khususnya pada akhir pekan. Saya mencoba mematuhi beberapa peraturan yang dibuat keluarga, misalnya makan malam seminggu sekali dengan istri.

Peran keluarga dalam karier Anda?
Istri dan anak-anak memberikan dukungan yang luar biasa bagi karier saya. Sering kali mereka bertanya bagaimana kabar saya sepanjang hari di kantor dan apa saja yang saya lakukan. Tinggal di Asia adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, khususnya bagi istri saya. Secara pribadi, saya juga menikmati tinggal di Indonesia. Sebab, orang Indonesia sangat ramah dan mudah bergaul, sehingga cocok dengan kepribadian saya yang suka berinteraksi dengan orang.

Kondisi perusahaan?
Perusahaan sedang dalam kondisi baik dan bertumbuh sesuai yang diharapkan. Kami juga berharap perusahaan ini dapat bertumbuh secara kualitas. Kami ingin nasabah sungguh-sungguh dapat terpenuhi kebutuhannya melalui solusi perlindungan yang kami sediakan. Untuk mencapai hal ini, kami perlu senantiasa memahami kebutuhan nasabah, sehingga AXA Mandiri dapat terus memberi kontribusi yang positif bagi industri asuransi.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT