Kang Jimmi

Konsisten terhadap Pilihan

Kang Jimmi. (Istimewa)

Oleh: Devie Kania / AB | Jumat, 22 September 2017 | 10:46 WIB

Dalam hidup, seseorang selalu dihadapkan pada pilihan, di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun. Bahkan, ketika bangun dan mengawali aktivitas di pagi hari, ia sudah harus memilih, dari mulai baju yang dikenakan, hingga kegiatan yang harus dijalankan.

Sering tak disadari, pilihan yang diambil seseorang akan berdampak pada masa depannya dan masa depan orang lain atau orang-orang di sekitarnya. Tetapi pilihan bukanlah kata akhir. Semua tidak berhenti setelah menentukan pilihan. Seiring berjalannya waktu, konsistensi terhadap pilihan bakal diuji.

“Itu sebabnya, saat kita memilih untuk mengerjakan sesuatu, fokus merupakan hal terpenting. Fokus berarti konsisten. Konsistensi terhadap pilihan turut menentukan kesuksesan,” kata Presiden Direktur PT Megapower Makmur Tbk, Kang Jimmi di Jakarta, belum lama ini.

Untuk memiliki konsistensi, menurut Kang Jimmi, seseorang harus menjalani pilihannya secara fokus dan terus-menerus. Selain itu, ia harus yakin terhadap pilihannya dan optimistis bahwa segala upayanya akan membuahkan hasil. “Karena itu, ambil pilihan yang dianggap baik dan bisa dijalankan,” ujarnya.

Bagaimana bila seseorang merasa tidak yakin bahwa pilihan yang telanjur diambilnya bakal mendatangkan kesuksesan?

“Jika kita memilih untuk menekuni satu bidang, jangan ragu untuk konsisten dengan bidang itu. Perlahan tetapi pasti, pengalaman akan membuat kita menguasainya. Pengalaman dan waktu bakal menjadi kunci dan saksi atas kesuksesan kita pada masa mendatang,” katanya.

Berhasilkah Kang Jimmi menerapkan nilai-nilai konsistensi di Megapower Makmur? Apa target Jimmi untuk emiten pembangkit listrik yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juli 2017 dengan sandi saham MPOW itu? Berikut wawancara dengannya.

Bagaimana perjalanan karier Anda?
Semasa kuliah dulu, saya sempat membantu paman saya yang memiliki usaha di bidang supplier. Kemudian, setelah lulus, saya mencoba membuat bisnis sendiri, bermodalkan uang yang saya kumpulkan dan miliki. Sampai akhirnya, pada 2006, saya mendirikan Megapower Makmur yang pada mulanya merupakan perusahaan pengadaan barang dan jasa untuk pembangkit tenaga listrik.

Apa saja yang sudah terjadi selama kurun waktu tersebut?
Ada beberapa hal. Contohnya, seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa untuk berkembang lebih besar, perusahaan ini membutuhkan tambahan dana. Maka, saya mengundang Bina Puri Holdings Bhd, perusahaan asal Malaysia, yang kebetulan salah satu pemiliknya adalah kawan saya.

Atas keputusan tersebut, akhirnya Bina Puri Holdings Bhd melalui Bina Puri Power Sdn Bhd resmi mengakuisisi sebagian saham Megapower Makmur dan mulai masuk sebagai pemegang saham. Tidak lama setelah itu, perusahaan yang saya pimpin ini mulai berinvestasi di pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di salah satu daerah di Indonesia.

Secara bertahap, kami giat membangun PLTD. Hingga kini, Megapower Makmur memiliki delapan PLTD dan satu pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH).

Kenapa baru pertengahan tahun ini Megapower melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham?
Sebenarnya persoalannya bukan kenapa tahun ini, tetapi saya ingin agar Megapower Makmur tumbuh berkelanjutan. Untuk itu, saya sudah berencana membawa perusahaan untuk IPO. Mitra strategis kami, Bina Puri, juga mendukung kami untuk mencatatkan saham (listing) di BEI. Soalnya, sebagai pemegang saham di Megapower, Bina Puri juga telah menjadi perusahaan terbuka di Malaysia.

Namun, sebelum merealisisasikan rencana IPO, waktu itu saya ingin perusahaan ini setidaknya memiliki satu portofolio pembangkit listrik yang memiliki tenor panjang hingga 15 tahun. Maka, perseroan membangun PLTMH yang beroperasi sejak Juni 2016. Megapower Makmur kemudian melangsungkan IPO saham pada Juni 2017 dan listing di BEI pada 5 Juli 2017.

Mimpi terbesar Anda untuk Megapower?
Saya ingin Megapower Makmur memiliki lebih banyak lagi kontrak pembangkit listrik bertenor panjang. Jadi, perseroan akan kembali membangun PLTMH. Bisa dikatakan, strategi bisnis kami ke depan untuk perusahaan ini adalah fokus membangun PLMTH.

Kalau hanya membuat PLTD, kami hanya meraih kontrak selama setahun. Padahal, kami ingin perusahaan ini terus tumbuh. Makanya kami membutuhkan proyek dengan kontrak yang panjang, estimasi pendapatan yang lebih jelas, dan tentunya lebih besar.

Bagi saya, perusahaan ini masih kecil, sehingga saya akan berupaya membawa Megapower Makmur berkembang dan menjadi besar pada masa mendatang.

Lalu, jika dari sisi pendanaan sebelumnya dibantu Bina Puri, setelah menjadi perusahaan terbuka tentunya terbuka peluang bagi perusahaan saya untuk menjajaki pinjaman perbankan.

Dengan fokus pada PLTMH, Anda yakin kinerja bisnis Megapower akan lebih baik?
Pada 2016, Megapower Makmur mencatatkan pendapatan Rp 59,2 miliar dan laba bersih Rp 7,3 miliar. Dengan fokus pada PLTMH, kami yakin perseroan mampu membukukan kenaikan pendapatan hingga menjadi Rp 82,9 miliar dengan laba bersih Rp 19,6 miliar. Sebab, PLTMH kami sudah beroperasi pada Juni 2016, tetapi karena ada urusan maintenance baru dapat beroperasi penuh pada 2017. Ke depan pun, saya yakin perusahaaan ini mampu menjaga kenaikan kinerja seiring rencana penambahan PLTMH lainnya.

Ada rencana diversifikasi usaha?
Tidak. Soalnya saat masuk, Bina Puri berkomitmen untuk mendukung perusahaan ini berkembang di bisnis pembangkit listrik, meski Bina Puri punya bisnis di berbagai bidang, tidak hanya pembangkit listrik. Jadi, Megapower Makmur akan tetap fokus di pembangkit listrik, karena saya pun memang ingin agar perusahaan ini tetap fokus di bidang energi.

Selain Megapower, Anda punya perusahaan atau bisnis lain?
Kalau investasi ada beberapa. Misalnya saya bekerja sama dengan kawan membuka bisnis restoran. Tetapi kalau berbicara bisnis, saya fokus di Megapower Makmur.

Alasan Anda?
Saya memang tertarik pada bisnis di bidang energi. Lalu, saya tidak pernah berpikir untuk berganti profesi. Bagi saya, konsistensi menekuni suatu bidang adalah hal yang penting. Orang yang fokus mengerjakan sesuatu pastinya akan lebih baik. Berbeda dengan orang yang cenderung mencoba berbagai profesi atau berbagai bidang.

Saya meyakini bahwa setiap hal atau setiap bidang pasti ada masalahnya. Andaikan berpindah-pindah profesi, saya malah tidak fokus. Sebab, mungkin kepintaran saya di bidang itu hanya jadi setengah. Poinnya, menurut saya, kalau mau maju harus konsisten. Konsisten terhadap apa yang telah kita pilih, jalani terus, dan yakin akan lebih baik. Oleh karena itu, saya ingin terus mengembangkan Megapower Makmur.

Gaya kepemimpinan seperti apa yang Anda terapkan?
Pastinya, reward dan punishment itu ada karena ini merupakan perusahaan yang memiliki aturan. Di luar itu, saya berupaya mencoba membantu langsung untuk mengatasi segala persoalan di lapangan dan bersedia mendengarkan ide-ide karyawan.

Saya bersama para pengurus dan para mekanik di setiap PLTD dan PLTMH punya satu grup di salah satu aplikasi message, sehingga kami dapat saling berkomunikasi. Secara real time, saya selalu memantau laporan. Tidak jarang pula saya langsung menginstruksikan mereka untuk melakukan sesuatu jika memang diperlukan.

Aspek penting lain yang Anda terapkan di perusahaan?
Bagi saya, koneksi dan pertemanan juga penting. Keduanya membuat kita dapat mengetahui beragam informasi. Apalagi Megapower Makmur merupakan perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP). Kami harus aktif mengikuti informasi dan tentunya mengikuti tender yang ada. Tak kalah penting adalah mengikuti tren informasi atau berita mengenai pasar.

Bagaimana Anda membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga?
Saya memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga pada Sabtu dan Minggu atau hari libur. Kecuali ada sesuatu yang mendesak, saya tidak mau bertemu atau membicarakan soal pekerjaan pada akhir pekan. Bagi saya, waktu istirahat itu penting, terutama untuk menghindari stres. Pekerjaaan itu semakin lama ya semakin banyak. Cuma, saya masih bisa membagi waktu dengan istri dan ketiga anak saya.

Peran keluarga bagi karier dan bisnis Anda?
Istri saya sangat memahami dan mendukung saya. Anak-anak juga tidak masalah, karena saya masih bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT