Dippos Naloanro Simanjuntak

Cintai yang Diimpikan, Dilakukan, dan Dimiliki

Dippos Naloanro Simanjuntak. (Istimewa)

Oleh: Tri Listiyarini / AB | Senin, 25 September 2017 | 14:18 WIB

Bagi Dippos Naloanro Simanjuntak, hidup adalah tentang bagaimana menyelaraskan atau menyeimbangkan seluruh aspek kehidupan. Karena itulah, dalam menjalani kehidupannya, pria kelahiran Medan tersebut tak semata mengejar kesejahteraan bagi diri sendiri, namun juga kesejahteraan bagi orang lain.

“Kehidupan memiliki tatanan yang telah ditetapkan oleh Sang Pemilik Kehidupan dan tatanan tersebut tercipta dalam hukum keselarasan. Karena itu, dalam setiap langkah kehidupan, kita harus selalu berada dalam keseimbangan untuk memastikan semuanya mengalir dengan baik,” kata Dippos di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk menjaga keseimbangan hidup seperti yang diinginkannya itulah, Dippos Naloanro kemudian mendirikan PT Mega Inovasi Organik. Melalui perusahaan tersebut, Dippos berharap bisa berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Tanah Air, terutama petani gula kelapa organik. Perusahaan itu telah menjalin kerja sama dengan 2.500 petani gula kelapa organik.

Dippos Naloanro Simanjuntak punya definisi sendiri tentang kunci kesuksesan dalam berbisnis. “Tidak ada kunci sukses dalam membangun sebuah bisnis. Sebenarnya semua tentang bagaimana kita berproses untuk memperbaiki dan menyempurnakan setiap langkah yang sudah kita buat,” katanya.

Tetapi jika harus didefinisikan, Dippos mendefinisikan kunci sukses menjadi satu kata saja, yaitu love. “Love yang saya maksud adalah cintai apa yang kamu impikan, cintai apa yang kamu lakukan, dan cintai apa yang kamu miliki,” paparnya.

Mengapa harus gula kelapa organik dan mengapa harus menggandeng para petani? Obsesi apa yang ingin dicapai Dippos Naloanro? Bagaimana ia yang ahli bidang perencanaan wilayah dan kota malah terjun ke bisnis tersebut? Berikut wawancara dengannya.

Bagaimana ceritanya bisa masuk bisnis gula kelapa organik?
Saya memang tidak punya latar belakang bisnis, apalagi yang berhubungan dengan gula kelapa organik. Saya lulusan jurusan perencanaan wilayah dan kota Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 92. Sejak lulus, saya menghabiskan waktu saya dengan menjadi konsultan development untuk proyek-proyek pemerintah dan lembaga donor asing, seperti Bank Dunia. Jadi, saya berkarier profesional sesuai latar belakang pendidikan yang pernah saya jalani.

Selama kurun waktu 1998-2010, saya banyak belajar. Selama bekerja sebagai konsultan, saya berupaya menimba pengalaman sebanyak-banyaknya, terutama tentang bagaimana menganalisis siklus berbagai program development. Hasilnya, menurut saya, program-program itu sama sekali tidak memberikan efek sustainable dalam pembangunan, terutama pembangunan yang berkelanjutan di level grass roots (akar rumput). Saya bisa simpulkan bahwa proyek-proyek yang tujuannya membantu petani dan nelayan semuanya gagal menjadi pendorong perubahan yang berkelanjutan.

Bagaimana Anda bisa berkesimpulan demikian?
Banyak permasalahan yang terus berulang dalam berbagai proyek sejenis. Hal utama yang saya rasakan adalah tidak adanya koneksi produk-produk pertanian dengan pasar. Belum ada proyek yang tujuannya mengembangkan hasil-hasil pertanian yang secara langsung dapat memenuhi kebutuhan pasar. Jangankan untuk skala internasional, untuk level nasional saja belum berhasil. Menurut saya, proyek-proyek tersebut tidak mampu memotong rantai pemasaran dan membangun produk-produk yang dibutuhkan pasar. Ini menjadi kontraproduktif terhadap pemberdayaan petani, baik dalam hal budi daya maupun penguatan kelembagaan petani.

Setelah sekian lama berkecimpung di bidang konsultan, akhirnya saya merasa bahwa apa yang dilakukan selama ini menjadi sia-sia. Biasanya, apa yang sudah dilakukan melalui proyek-proyek pemberdayaan petani tidak berkelanjutan dan hilang bersama dengan berakhirnya proyek tersebut. Bayangkan, betapa besar investasi sosial yang dilakukan pemerintah dengan hasil yang sia-sia.

Karena alasan itu Anda kemudian mendirikan perusahaan sendiri?
Ya. Bercermin pada pengalaman itu, saya mencoba membangun pemberdayaan petani dan mengembangkan pasar secara langsung, sehingga tujuan saya untuk melihat adanya perubahan ekonomi di tingkat grass roots setidaknya bisa terbangun secara bertahap. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat potensi produk-produk hasil pertanian organik dan natural yang memiliki potensi pasar ekspor ke berbagai negara.

Apa yang menarik dari bisnis yang Anda geluti saat ini?
Hal paling menarik adalah melihat perkembangan yang terjadi pada tingkat grass roots. Perkembangan yang saya maksud setidaknya tingkat perbaikan ekonomi yang dapat dilihat secara langsung dan perkembangan kelembagaan petani yang saya harapkan dapat membangun kesadaran petani dalam memproduksi produk-produk yang berkualitas. Ini menjadi pondasi penting bagi terciptanya pertumbuhan yang berkelanjutan

Strategi Anda dalam memajukan bisnis?
Gula kelapa organik merupakan salah satu produk unggulan yang kami hasilkan melalui kerja sama dengan petani-petani organik yang telah kami bangun. Tantangan terbesar dalam bisnis yang kami kembangkan ini adalah bagaimana produk-produk organik unggulan yang kami hasilkan dapat berkibar di dunia international.

Karena itu, kami mengembangkan konsep integrated organic farm. Kami melakukan kerja sama dengan 2.500 petani organik dan 32 kelompok tani. Kami membangun koperasi fair trade pertama di Jawa yang mewadahi petani-petani kami, sehingga kami dapat menjual produk-produk fair trade kami ke pasar internasional.

Melalui konsep integrated organic farm tersebut, kami tidak hanya menghasilkan gula kelapa, tetapi juga berbagai produk lainnya, seperti rempah-rempah organik dan buah organik di cakupan petani yang sama. Melalui langkah-langkah ini, kami berharap mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di tingkat petani.

Di sisi lain, saat ini banyak perusahaan eksportir sejenis di Indonesia, mungkin sekitar 30 perusahaan. Tantangannya juga sangat besar, terutama saat ini sangat banyak isu dan kasus gula kelapa dari Indonesia di pasar internasional, misalnya kerap ditemukan gula dari Indonesia tercampur gula tebu, bahkan terkontaminasi zat-zat lainnya yang sangat mengecewakan pembeli di luar negeri. Tetapi kami melihat prospek bisnis ini sangat baik. Maka, kami akan berupaya menghasilkan produk yang bisa diterima dengan sangat baik di pasar internasional.

Kunci sukses Anda dalam membangun bisnis?
Jika saya bisa berbicara jujur, tidak ada kunci sukses dalam membangun sebuah bisnis. Sebenarnya semua tentang bagaimana kita berproses untuk memperbaiki dan menyempurnakan setiap langkah yang sudah kita buat. Namun ketika harus didefinisikan menjadi kata kunci, mungkin saya definisikan kunci sukses saya menjadi satu kata saja, love, yaitu love what you dream, love what you do, and love what you have (cintai apa yang kamu impikan, cintai apa yang kamu lakukan, dan cintai apa yang kamu miliki).

Gaya kepemimpinan Anda seperti apa?
Saya tidak memiliki gaya khusus dalam memimpin perusahaan. Saya hanya menjalankan apa yang menjadi bagian saya dan men-deliver berbagai kegiatan lainnya ke tangan-tangan mereka yang lebih profesional.

Obsesi Anda?
Jujur, sebenarnya saya tidak memiliki obsesi. Bagi saya, hidup ini adalah untuk menjalani kehidupan dan berproses agar menjadi lebih baik. Urusan tercapai atau tidak bukanlah menjadi beban saya secara pribadi. Semuanya sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa.

Namun melalui upaya yang kami lakukan saat ini, kami PT Mega Inovasi Organik ingin ikut mencoba menyelesaikan karut-marut permasalahan di bidang pertanian, yakni kompleksitas permasalahan yang membuat petani kita sulit mencapai tingkat sejahtera.

Saya melihat, secara umum kondisi ekonomi petani masih jauh di bawah sejahtera karena beberapa hal, antara lain panjangnya rantai pemasaran yang dikuasai berbagai tingkatan pedagang, sehingga petani cenderung sangat lemah dalam menentukan harga. Lalu tidak adanya informasi pasar di tingkat petani sebagaimana juga informasi harga, rendahnya kemampuan modal petani, dan lemahnya kelembagaan tingkat petani.

Makanya, kami bermitra dengan partner-partner bisnis di pasar internasional yang membuat kami dapat memotong rantai pemasaran produk sehingga memberikan nilai tambah bagi petani. Kami juga berbagi informasi dengan petani tentang harga berbagai produk di pasar international. Itu memberikan kesadaran pada petani mengenai fluktuasi harga. Dalam hal pemodalan, kami juga membantu kelompok-kelompok tani untuk mengelola keuangan kelompok dengan cara membeli secara rutin produk-produk yang dihasilkan.

Pada tingkat penguatan kelembagaan petani, kami bekerja sama dengan koperasi fair trade yang kami dirikan, Kami melakukan pelatihan-pelatihan dan pendampingan rutin kepada kelompok tani, sehingga kami harapkan ke depan dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola keuangan. Selain itu, kami berupaya menjaga kualitas produk dan mengembangkan produk-produk organik yang memiliki potensi pasar menjanjikan.

Apa filosofi hidup Anda?
Bagi saya, hidup adalah tentang bagaimana menyelaraskan seluruh aspek kehidupan yang ada dalam diri kita. Saya menyebutnya keseimbangan. Kehidupan memiliki tatanan yang telah ditetapkan oleh Sang Pemilik Kehidupan, dan tatanan tersebut tercipta dalam hukum keselarasan. Dalam setiap langkah hidup, kita harus selalu berada dalam keseimbangan untuk memastikan semuanya mengalir dengan baik.

 




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT