Sri Widowati

Menjaga Keseimbangan Fisik dan Mental

Sri Widowati. (Istimewa)

Oleh: Emanuel Kure / AB | Rabu, 6 Desember 2017 | 12:35 WIB

Tak banyak perempuan Indonesia yang berkarier mencapai level top manager dan menjadi nakhoda di perusahaan multinasional (multinational company/MNC). Apalagi di MNC yang bergerak di bidang teknologi.

Namun, fakta itu terbantahkan oleh Sri Widowati. Setelah malang melintang di sejumlah MNC dengan jabatan top manager, srikandi lulusan master of science finance University of Colorado Denver AS itu dipercaya menakhodai perusahaan teknologi berbasis jejaring sosial terbesar dan terpopuler di dunia, Facebook.

Sri Widowati memimpin Facebook di Indonesia sejak Maret 2016 dengan jabatan country director Facebook Indonesia. Itu artinya, Sri "memimpin" sekitar 115 juta orang pengguna Facebook di Tanah Air.

Melalui Facebook, Sri Widowati menyimpan sejumlah mimpi untuk masyarakat Indonesia. Salah satunya, ia ingin memberikan kesempatan kepada semua orang di negeri ini untuk menciptakan komunitas.

“Di Indonesia, komunitas sangat penting karena kita punya wilayah amat luas, dari Sabang sampai Merauke. Ini membuka kesempatan bagi kita semua untuk lebih maju,” kata Sri Widowati di kantor Facebook, Capital Place, Jakarta, baru-baru ini.

Mimpi Sri selaras dengan misi Facebook, yakni memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk membangun komunitas serta menjadikan dunia lebih terbuka dan terhubung.

“Jadi, mimpi dan filosofi saya ada hubungannya dan sangat relevan dengan Facebook. Saya memang sangat tertarik pada misi company ini,” ujarnya.

Itu pula yang membulatkan hati Sri Widowati untuk bergabung dengan perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg dan berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat (AS), tersebut.

Apalagi selain tercatat sebagai salah satu perusahaan paling bergengsi di dunia, Facebook yang jumlah penggunanya pada Juni lalu mencapai 2 miliar sudah sangat familier di Indonesia. Lagi pula, Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang pengguna terbanyak Facebook.

Bekerja di Facebook ternyata memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Sri Widowati. Itu karena ia bisa membantu para pebisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

“Salah satu yang membuat saya sangat bahagia dan bangga bekerja di Facebook adalah keterlibatan kami dalam membantu para pelaku UMKM,” tuturnya.

Ada satu hal yang menjadi perhatian Sri Widowati, yang mungkin sering luput dari perhatian banyak orang, terutama kalangan eksekutif. Ia sangat memperhatikan kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Itu sebabnya, Sri selalu berupaya agar ketiganya tetap fit dan seimbang.

Alasan Sri sangat logis. Tanpa ketiga hal tersebut, siapa pun tidak akan bisa bekerja maksimal. Maka, selain harus tetap sehat, keseimbangan ketiganya mesti tetap terjaga.

“Kesehatan mental, spiritual, dan fisik akan membantu kita menjadi pekerja yang baik, dengan performa yang baik,” tegas Sri yang pernah menjadi eksekutif di sejumlah MNC ternama, seperti Unilever dan Garnier/Loreal.

Bagaimana kisah Sri Widowati berkarier di MNC? Mengapa ia bersedia memimpin Facebook Indonesia? Apa mimpi Sri untuk media sosial (medsos) terbesar di dunia itu? Apa pula strateginya membesarkan Facebook Indonesia? Berikut wawancara dengannya.

Bisa cerita perjalanan karier Anda?
Sebelumnya saya bekerja di traditional company, seperti perusahaan consumer goods, di antaranya Unilever dan Loreal. Saya bergabung dengan Facebook Indonesia sebagai country director sejak Maret 2016.

Apa yang pertama kali Anda rasakan saat bergabung dengan Facebook?
Pertama, saat saya pindah ke perusahaan teknologi ini, saya menyadari ternyata masih banyak gap di market Indonesia. Konsumennya sudah jalan jauh lebih cepat. Mereka sudah menggunakan perangkat mobile. Jadi, saya melihat kesempatan untuk bisa ada di mana konsumen itu berada.

Kedua, bagaimana saya melihat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bagaimana platform Facebook sebagai sarana untuk membesarkan bisnis mereka. Mereka itu kan sebenarnya pelaku bisnis yang paling kreatif.

Yang membuat Anda tertarik bergabung dengan Facebook?
Saya tertarik mengambil pekerjaan ini karena melihat ada perubahan yang terjadi pada konsumen dan bisa menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang berguna bagi bisnis. Pengguna Facebook di Indonesia ini kan besar sekali, yaitu 115 juta. Ini merupakan kesempatan yang besar untuk membantu menemukan bisnis yang cocok bagi mereka.

Ada kesulitan?
Latar belakang pendidikan saya finance, kemudian pindah ke marketing. Jadi, saya pindah-pindah juga. Kalau marketing itu kan intinya pemahaman terhadap konsumen. Di Facebook juga sebenarnya sama. Perlu memahami apa sih sebenarnya perubahan yang terjadi di konsumen. Walau industrinya berbeda, dasarnya hampir sama.

Strategi Anda membesarkan Facebook di Indonesia?
Pertama, membantu pelaku bisnis untuk meraup kesempatan yang besar dengan adanya perkembangan era mobile saat ini.

Kedua, membantu para pebisnis, khususnya di level UMKM, untuk melihat cara baru yang dapat dilakukan di platform Facebook. Tidak hanya di channel Facebook, tetapi juga di channel lain. Atau bisnis yang didasarkan pada komunikasi atau messaging, seperti Facebook.

Ketiga, membantu mengedukasi para pengguna, apa sih yang bisa mereka lakukan pada era digital saat ini.

Apa filosofi hidup Anda?
Mungkin ada hubungan dengan Facebook. Saya sangat tertarik pada misi company ini, yakni berusaha memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menciptakan komunitas. Semua orang harus diberi peluang dan kesempatan.

Di Indonesia, komunitas itu penting sekali karena kita memiliki wilayah yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Ini membuka kesempatan untuk lebih maju. Jadi, sangat relevan dengan misi Facebook, yaitu memberi kesempatan untuk membangun komunitas serta membuat dunia lebih terbuka dan terhubung.

Obsesi Anda yang belum tercapai?
Perjalanan saya masih panjang. Tetapi salah satu yang membuat saya merasa sangat bahagia dan bangga bekerja di Facebook adalah bahwa kita membantu para pebisnis kecil atau UMKM. Facebook sangat memperhatikan UMKM. Dan, itu impact-nya besar. Kami ingin mencakup banyak orang dari berbagai kelas.

Bagaimana Anda menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi?
Di Facebook, kami punya program dalam mendorong setiap sumber daya manusia (SDM) untuk bekerja secara maksimal. Kami juga harus memperhatikan kesehatan mental, kesehatan spiritual, dan kesehatan fisik. Semua itu akan membantu kami menjadi pekerja yang baik, dengan performa yang baik.

Untuk menjaga kesehatan mental, kesehatan spiritual, dan kesehatan fisik, saya setiap Rabu berolahraga pilates (yoga kontemporer).

Peran keluarga dalam mendukung karier Anda?
Peran keluarga dalam mendukung karier saya tentu sangat besar. Saya tidak akan ada dalam posisi ini kalau tidak ada peran keluarga atau tidak didukung keluarga. Bagi saya, keluarga merupakan faktor pertama yang menentukan perjalanan karier saya sampai sejauh ini.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT