Elva Waniza

Bekerja di Ladang Pria

Bekerja di Ladang Pria
Elva Waniza ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Kamis, 21 Desember 2017 | 22:24 WIB

Dunia konstruksi adalah dunia yang keras dan identik dengan pria. Tak heran bila jarang ada kaum hawa yang tertarik bergelut di bidang ini. Salah satu di antara kaum perempuan yang menekuni dunia konstruksi adalah Elva Waniza. Perempuan kelahiran Nagari Kamang, Bukittinggi, Sumatera Barat, 17 Februari 1961 ini, akhirnya mengetahui memiliki passion di dunia konstruksi yang sejak lama memang menjadi ladang utama kaum pria.

Ketiadaan biaya memaksa Elva muda menunda menyelesaikan pendidikan tinggi di Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia (ASMI) Jakarta. Elva pun tak putus asa. Ia berprinsip ada banyak jalan meraih kesuksesan.

Bermodal paras cantik dan bakat ber-acting, Elva pun menjajal kemampuannya berkiprah di dunia layar lebar. Usahanya tak sia-sia karena produser memercayainya bermain sebagai gadis desa dalam film Dr Siti Pertiwi Kembali ke Desa. Film yang diproduksi tahun 1980 ini disutradarai Ami Prijono dengan pemeran utama Christine Hakim dan August Melasz. Uang yang diperoleh selama bekerja di dunia perfilman digunakannya untuk membayar kuliah hingga lulus dari ASMI.

Tak hanya di dunia film, Elva pun ikut terlibat membantu almarhum Edi Sud yang pada tahun 1980-an terkenal dengan acara Aneka Ria Safari di TVRI. Setelah itu, dunia periklanan menjadi ladang berikutnya. Bekal pendidikan di ASMI membawanya menjadi sekretaris di perusahaan iklan Safari Cathay Film. Kariernya pun menanjak menjadi manajer di perusahaan tersebut.
Posisi manajer membuatnya memiliki banyak mitra. Salah satunya pimpinan proyek pembangunan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Perkenalan tersebut menjadi berkah baginya karena diminta memasok kebutuhan proyek, seperti pasir, dan juga alat tulis kantor (ATK). Itulah awal dirinya terjun di dunia konstruksi.

“Kuncinya adalah jujur, kerja keras, dan komunikasi yang intens dengan semua pihak,” katanya kepada Beritasatu.com, Kamis (21/12) di Jakarta.

Melalui bendera PT Elva Primandiri, sejumlah proyek dikerjakannya, seperti kantor Mapolda Aceh, Sekolah Polisi Mandalawangi Banten, beberapa kompleks perumahan, proyek penunjang tol, hingga Pasar Modern Limbangan di Garut, Jawa Barat.

Pasar modern Limbangan, Garut, Jawa Barat.

“Saya punya prinsip ‘4 as’, yaitu kerja keras, kerja cerdas, tuntas, dan ikhlas, serta menjalin hubungan baik dengan semua pihak,” tutur Elva yang juga aktif Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) dan Koperasi Saudagar Minang Raya.

Tantangan bagi Ibu
Sebagai seorang perempuan, Elva tak melupakan kewajibannya sebagai ibu tiga orang putra. Di tengah kesibukannya, tugas mendidik anak tak pernah diabaikannya. Bekal pendidikan formal dan pendidikan agama diberikan sejak kecil, sehingga anak-anaknya kini mampu mandiri.

Dia mengaku pada era digital saat ini, tantangan seorang ibu menjadi lebih berat. Anak-anak yang lebih asyik bermain dengan gawai dan sebayanya membuat waktu mereka berkumpul bersama keluarga dan juga kualitas komunikasi pun berkurang.
Hal tersebut merupakan tantangan bagi para ibu zaman now.

Elva Waniza (kedua kiri) bersama staf.

“Sebagai seorang ibu, kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tidak gagap teknologi. Dengan teknologi yang semakin canggih, kita tetap bisa mendidik anak-anak, terutama dalam hal akhlak dan agama,” katanya.

Bertepatan dengan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, Elva berharap para ibu dan kaum perempuan Indonesia bisa semakin terlindungi dan senantiasa nyaman dalam keluarga. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak perempuan Indonesia yang belum mendapatkan hak-haknya secara layak, seperti hak mendapat pendidikan dan tidak didiskriminasi. Kekerasan dalam rumah tangga dengan korban perempuan dan kasus kematian ibu melahirkan masih memprihatinkan.

Pemerintah hendaknya lebih memperhatikan pemenuhan hak-hak kaum perempuan Indonesia. Apabila terjadi pelanggaran hukum dengan korban kaum perempuan, penegak hukum tak perlu ragu menjatuhkan hukuman setimpal untuk memberi efek jera. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bisa lebih berperan aktif untuk memajukan kaum perempuan Indonesia.

“Sebagai ibu kekinian, ibu zaman now, kita bisa berperan aktif di berbagai bidang untuk memajukan diri sendiri tanpa melupakan kewajiban dalam keluarga, serta ikut memajukan bangsa dan menjaga persatuan dalam keberagaman,” tutup Elva.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE