Mochtar Riady

Rayakan Ultah Ke-89

Rayakan Ultah Ke-89
Mochtar Riady ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Mardiana Makmun / HA Senin, 14 Mei 2018 | 00:49 WIB

Jakarta - Pendiri Lippo Group Mochtar Riady baru saja merayakan ulang tahun ke-89, Sabtu (12/5). Di usia hampir 90 tahun, Mochtar masih sangat sehat dan kuat berkat gaya hidup sehat yang dilakukan, selalu berpikir positif, bersyukur, dan tak pernah berhenti mencari ide.

“Ayah saya sangat sehat dan sedang berada di Sidney merayakan usia 89 tahun,” ujar CEO Lippo Group James Riady kepada Investor Daily.

Ucapan James itu sekaligus menepis hoax yang beredar bahwa Mochtar Riady sakit.

“Ini hoax, Papa saya dalam kondisi sehat luar biasa," tegasnya lagi.

James sedih, di tengah perayaaan ulang tahun ke-89 ayahnya, sejumlah berita hoax tentang Ayah dan keluarga besarnya menyebar.

"Ada yang mengatakan terjadi rebutan harta. Itu sama sekali tidak benar. Masyarakat tahu kami mementingkan keluarga dan keluarga kami sangat harmonis. Hoax semacam itu sekarang banyak beredar di sosial media," kata James.

James kembali menegaskan, meski sudah berusia 89 tahun, Mochtar Riady masih memiliki kesehatan yang prima. "Papa saya sehat dan keluarga kami sangat harmonis," tegas James.

Bahkan dalam kurun dua bulan terakhir, Mochtar keliling Jawa untuk meresmikan beberapa proyek Lippo Group. Di Jember, Mochtar Riady meresmikan Superblok dengan total investasi senilai Rp 1 triliun berupa Rumah Sakit Siloam dan Lippo Plaza Jember pada 26 April 2018.

Pada 20 Maret 2018, Mochtar Riady meresmikan rumah sakit kerja sama Siloam Hospitals dan Nahdlatul Ulama (NU) melalui Yayasan Syubbanul Wathon. Siloam juga mendirikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon, di lingkungan Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan tutup atap atau topping off dilakukan langsung oleh Mochtar Riady dengan menaiki tangga setinggi empat lantai. Mochtar didampingi CEO Lippo Group James Riady dan Caroline Riady. Lalu Ketua Yayasan Syubbanul Wathon KH Yusuf Chudlory, Sekjen PBNU Hilmy Faishal Zaini, hingga mantan Menteri Pendidikan Mohammad Nuh.

"Jadi bagaimana mungkin sakit-sakitan, naik turun tangga empat lantai, jadi keynote speaker selalu berdiri satu jam lebih. Beliau (Mochtar Riady) menganggap itu sudah biasa," tegas Direktur Komunikasi Lippo Group Danang Kemayan Jati.

Tepati Janji
James Riady juga menilai bahwa hoax itu bertujuan untuk mendestabilisasi sistem ekonomi dan politik, juga untuk mengusik ketenangan investor, terkait proyek kota baru Meikarta.

“Untuk kami, hoax itu biasa. Tapi panggilan kami bukan untuk membantah hoax, tetapi untuk melayani 65 juta nasabah Lippo. Apa yang kita janjikan kita bangun,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, pembangunan sebuah kota baru membutuhkan waktu 10-15 tahun.

Launching itu paling gampang, penjualan juga paling gampang. Tahapan paling sulit adalah ketika membangun, termasuk membangun infrastruktur. Meikarta sekarang memasuki tahapan paling sulit, harus investasi membangun infrastruktur, menggerakkan kontraktor untuk membangun gedung, dan sebagainya,” kata James saat ditanya wartawan di Jakarta, Selasa pekan lalu.

James menyebut bahwa beberapa central business district (CBD) di Meikarta sudah topping off. Beberapa tower juga siap diserahkan kepada konsumen. “Ada 92 tower yang sudah dipersiapkan dan sudah dibangun. Pada Desember 2018-Februari 2019, 18 tower siap serah terima kepada konsumen,” kata dia.

Soal demo tenaga marketing Meikarta, James mengakui bahwa pada awal-awal memang banyak direkrut tenaga marketing.

“Tentu mereka melewati proses screening yang alamiah dan tidak semua bisa bertahan. Kami sangat menyesalkan ada demonstrasi itu. Tapi kita terima saja. Yang dikatakan mereka itu tidak benar,” tuturnya.

James juga meluruskan informasi bahwa sebagian saham Lippo di Meikarta dijual sehingga kepemilikan tinggal 27%.

“Dalam semua hal, pengembangan dan pembangunan di Grup Lippo tidak sendiri. Visi kami, konsep kami bertumbuh melalui kemitraan. Dari awal, Meikarta juga dibangun dengan konsep kemitraan, Lippo tidak memiliki 100%, tapi 50%. Tapi kalau dikatakan dijual lagi sehingga saham tinggal 27%, itu hoaks,” tegasnya.

Karena itu, James menyarankan kepada masyarakat agar selektif dan berhati-hati saat menerima informasi.



Sumber: Investor Daily
CLOSE