Ririek Adriansyah

Kenali Diri Sendiri

Kenali Diri Sendiri
Ririek Adriansyah. ( Foto: Istimewa )
Emanuel Kure / AB Minggu, 9 September 2018 | 09:48 WIB

Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, pekerjaan apa yang sejatinya Anda cintai dan apa yang membuat Anda begitu bergairah setiap hari?

Ternyata monolog seperti itu perlu dilakukan sebagai upaya mengenali diri sendiri. Sebab, memahami jati diri sendiri merupakan salah satu kiat meraih kesuksesan. Setidaknya itulah yang rutin dilakukan Ririek Adriansyah setiap pagi.

“Saya selalu menanyakan kepada diri sendiri, pekerjaan apa yang saya sukai dan apa yang membuat saya begitu passionate bangun tiap pagi,” tutur Direktur Utama PT Telkomsel itu di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi eksekutif kelahiran Yogyakarta, 2 September 1963 ini, seseorang akan sulit menggapai cita-cita atau mewujudkan obsesinya bila tak kenal dirinya sendiri. Seseorang yang awam terhadap jati dirinya tidak akan pernah tahu di mana kelemahan dan kelebihannya. Juga tak pernah tahu apa tujuan hidupnya. Bahkan, ia tak akan punya gairah (passion) untuk mencapai keinginannya.

“Orang yang tidak memiliki passion dalam hidupnya cenderung merugi dan jauh dari kesuksesan,” ujar orang nomor satu di anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk alias PT Telkom itu.

Namun, mengenali diri sendiri saja belum cukup untuk memetik kesuksesan. “Tentunya jangan lupa untuk mendukungnya dengan segala kemampuan dan skill yang diperlukan,” katanya.

Ririek Adriansyah termasuk tipe pemimpin pembelajar. Ia gemar menggali hal-hal baru dan tidak tabu untuk menimba ilmu kepada siapa pun demi meningkatkan kemampuannya.

“Saya selalu belajar dan tak henti belajar. Saya selalu terbuka untuk belajar mengenai hal-hal baru, seperti mencoba mencari informasi yang dapat meningkatkan kemampuan saya. Bagi saya, seorang pemimpin yang hebat tidak akan pernah berhenti untuk belajar,” papar Ririek. Berikut wawancara dengannya:

Bagaimana perjalanan karier Anda hingga memimpin Telkomsel?
Masa kecil saya dihabiskan di Yogyakarta hingga SMA. Setelah lulus SMA, saya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan elektro. Dahulu kan sebelum mendapatkan gelar sarjana harus menempuh pendidikan diploma.

Saat menempuh pendidikan sarjana tersebut, saya berhasil mendapatkan beasiswa yang cukup bergengsi dari PT Telkom. Yang lolos untuk mendapatkan beasiswa ini 3-4 orang saja dari sekitar 300 orang yang mendaftar. Setelah lulus, saya ikut tes masuk karyawan Telkom dan beberapa perusahaan lainnya.

Saya waktu itu berpikir sederhana saja, mana perusahaan yang menerima duluan, itu yang saya masuki. Akhirnya saya diterima di Telkom, lalu ikut pendidikan disiplin di Pusdikhub Cimahi Jawa Barat selama senam bulan. Jadi, karier saya dimulai pada 1990 di Telkom.

Sebelum menjadi direktur utama Telkomsel pada 2014, saya menjabat sebagai direktur Wholesale & International Service (WINS) Telkom pada rentang tahun 2012 -2014.

Sebelumnya saya pernah juga menjabat sebagai presiden direktur Telkom International (Telin), entitas anak perusahaan Telkom (2011-2012), direktur Marketing & Sales Telin (2010-2011), direktur International Carrier Service Telin (2008-2010), dan deputy EGM Divisi Infratel Telkom (2004-2008).

Apa yang mendorong Anda bekerja di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK)?
Sejak awal, ini memang passion saya. Dari mulai latar belakang pendidikan saya hingga karier yang saya pilih, itu semua bagian dari passion saya. Passion hidup sama halnya passion saat saya bekerja. Hidup yang penuh passion bisa membuat saya semakin mudah dalam menjalani kehidupan dan mengatasi rintangan yang timbul.

Bagi saya, saat orang yang tidak memiliki gairah dalam hidupnya, mereka cenderung merugi dan jauh dari kesuksesan. Orang yang tidak memilki passion cenderung akan bermalas-malasan tiap hari. Apa yang dia kerjakan terkadang tidak sesuai dengan keinginan atasan atau keinginan dirinya sendiri.

Kiat Anda dalam mencapai kesuksesan?
Saya pikir, yang paling penting adalah kenali diri kita sendiri. Saya selalu menanyakan kepada diri sendiri, pekerjaan apa yang saya sukai dan apa yang membuat saya begitu passionate bangun setiap pagi. Tentunya jangan lupa untuk mendukungnya dengan segala kemampuan dan skill yang diperlukan untuk mencapai hal tersebut.

Ada alasan tertentu memilih profesi ini?
Prinsip hidup saya sederhana, yaitu jalani dengan passion, tanpa banyak mengeluh. Saya memilih profesi ini karena memang passion saya di sini. Selepas SMA, saya memilih jurusan teknik elektro. Setelah lulus pendidikan, saya putuskan untuk bekerja di perusahaan TIK yang akhirnya membawa saya hingga sejauh ini.

Gaya kepemimpinan Anda di perusahaan?
Saya berupaya untuk selalu belajar dan tak henti belajar. Saya selalu terbuka untuk belajar mengenai hal-hal baru, seperti mencoba untuk mencari informasi yang dapat meningkatkan kemampuan saya, bahkan mencari pengetahuan-pengetahuan baru yang benar-benar asing.

Saya juga gemar belajar dari orang lain dan secara aktif mencari serta terhubung dengan orang-orang yang bisa memberikan ilmu dan pengetahuan. Sebab, seorang pemimpin yang hebat tidak akan pernah berhenti untuk belajar. Mereka selalu terbuka dan menerima pengetahuan baru dari mana pun datangnya pengetahuan itu.

Strategi Anda memajukan perusahaan?
Strateginya fokus dan harus mampu memprediksi tantangan dan peluang di masa depan. Telkomsel tetap fokus mengembangkan ekosistem digital, di antaranya dengan terus menggelar infrastruktur jaringan secara agresif, terutama base transceiver station (BTS) berbasis teknologi mobile broadband. Telkomsel senantiasa berupaya mendorong pemanfaatan jaringan broadband secara lebih optimal, sehingga memberikan manfaat yang maksimal kepada pelanggan.

Telkomsel pun menyediakan berbagai pilihan solusi layanan digital untuk melayani kebutuhan digital lifestyle pelanggan dan masyarakat Indonesia. Telkomsel terus melakukan berbagai improvement untuk menyajikan pengalaman mobile digital lifestyle terbaik kepada para pelanggannya.

Kolaborasi antara device (perangkat), network (jaringan telekomunikasi), dan application (aplikasi digital) berperan vital dalam membangun ekosistem digital. Dalam hal ini, produsen smartphone, operator seluler, dan kreator aplikasi (startup) sama-sama memiliki kontribusi yang besar dalam mengakselerasi terciptanya ekosistem digital di Indonesia.

Telkomsel sebagai operator seluler berperan dalam menciptakan konektivitas melalui infrastruktur jaringan yang kami bangun. Ketiga pihak ini harus saling menunjang agar pelanggan dapat merasakan pengalaman terbaik dalam menggunakan smartphone dan dalam menikmati mobile internet serta berbagai layanan digital.

Gebrakan Anda di perusahaan?
Telkomsel berkomitmen membangun Indonesia lewat karya-karya digital anak negeri. Setelah menjadi yang pertama menghadirkan teknologi 3G dan 4G bagi negeri tercinta, Telkomsel melanjutkan komitmennya untuk menjadi yang terdepan demi Indonesia yang lebih baik melalui investasi di teknologi 5G. Semua terkoneksi jauh lebih baik, dengan kapasitas data jauh lebih besar, dan kecepatan yang melesat jauh dibandingkan generasi sebelumnya.

Ini merupakan salah satu upaya tanpa henti Telkomsel dalam membangun Indonesia demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi bangsa menuju Indonesia 4.0, menghadirkan berbagai revolusi industri, seperti remote surgery di bidang medis, autonomous car di bidang transportasi, serta manufaktur robotik.

Selain itu, melalui perhelatan Asian Games 2018, Telkomsel juga mulai memperkenalkan teknologi 5G kepada masyarakat Indonesia dengan menghadirkan the real 5G experience live demo melalui Telkomsel 5G Experience Center.

Melalui teknologi 5G, Telkomsel ingin mendukung kemajuan bangsa dengan menghadirkan teknologi revolusioner yang dapat mengubah cara hidup kita saat ini yang di kemudian hari akan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara nyata.

Hal paling mengesankan selama Anda memimpin Telkomsel?
Industri ini sangat challenging dan penuh dinamika, terutama di era disrupsi teknologi. Mulai dari adanya akselerasi transisi penggunaan layanan legacy ke data, adanya persaingan ketat, serta implementasi regulasi registrasi prabayar yang menyebabkan tekanan dalam pricing dan margin.

Namun, dengan kondisi itu, Telkomsel masih bisa mencatat performa finansial yang substansial yang didukung oleh inisiatif transformasi di bisnis digital berupa layanan data dan layanan digital sebagai mesin pertumbuhan Telkomsel.

Kami optimistis bisnis layanan data dan layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi. Karena itu, Telkomsel tetap fokus mengembangkan ekosistem digital di Indonesia, di antaranya dengan terus menggelar infrastruktur jaringan secara agresif, terutama BTS berbasis teknologi mobile broadband 4G/LTE.

Selain itu, Telkomsel terus mengembangkan berbagai layanan digital, seperti digital lifestyle, mobile financial services, digital advertising, dan digital banking.

Optimisme kami terhadap bisnis digital juga didukung pemerintah melalui pengumuman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai pemenang lelang spektrum untuk frekuensi 2,3 GHz pada akhir Oktober 2017.

Telkomsel telah melakukan serangkaian aktivitas agar pelanggan dapat merasakan teknologi time division duplex (TDD) 2,3 GHz yang akan memberikan pengalaman berinternet secara cepat dengan kualitas lebih baik. Tambahan spektrum ini memungkinkan Telkomsel memperkuat dan memaksimalkan kualitas layanan-layanan 4G LTE kepada pelanggan, khususnya di wilayah-wilayah yang kapasitas penggunaan layanan datanya sudah padat.

Dengan kecepatan akses mobile broadband yang lebih tinggi, Telkomsel mampu menghadirkan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pelanggan pun semakin nyaman dalam mengakses berbagai informasi secara mobile, khususnya layanan video streaming.



Sumber: Investor Daily