Salah satu adegan film Pokun Roxy

Jakarta - Film horor Indonesia bisa dikatakan mengalami gradasi dalam hal urusan kemasan dan cerita. Namun sutradara Boy Rano menciptakan film yang lebih banyak unsur komedi diselingi sedikit horor.

Menurutnya, film ”Pokun Roxy” bergenre komedi horor menarik untuk memikat para penonton film. Lewat kemasan yang dibangunnya, penonton diyakini lebih menikmati komedi dan kelucuan dibanding horor.

”Bisa dibilang film Pokun Roxy ini gokil, karena bisa membuat penonton terpingkal-pingkal, bahkan dapat mengingatkan pada film-film Warkop. Ini lebih baik daripada tercekam ketakutan atau terkaget-kaget menanti adegan mengagetkan dan menakutkan,” jelasnya.

Sementara, Shanker RS, produser film Pokun Roxy, mengaku memang kemasan komedi yang ingin ditawarkan kepada penonton berbumbu horor, sepertinya lebih mengena dibanding film horor belaka. Penonton sepertinya sudah imun (kebal) dengan cerita-cerita horor perkotaan.

Pokun singkatan dari pocong-kuntilanak. Cerita film ini merupakan kejadian nyata yang pernah terjadi di wilayah Roxy, Grogol, Jakarta Barat. Isu tentang penampakan pocong dan kuntilanak dan berhasil difoto, menghebohkan warga ibukota. Berbondong-bondong warga ke lokasi dua penampakan yang berhasil dipotret. Film ”Pokun Roxy” mengangkat peristiwa cerita dari mulut ke mulut yang menghebohkan.

Di film ini peristiwa penampakan dua makhluk halus hasil pemotretan dihandphone juga menghebohkan warga. Ada tokoh Acong yang diperankan oleh Augie Fantinus memanfaatkan penampakan tersebut untuk meningkatkan penjualan telepon genggam di toko milik keluarganya.

Acong menyebar isu, hanya handphone yang dibeli dari toko papanya yang bisa digunakan untuk mengambil gambar penampakan. Ia memanfaatkan irasionalitas warga saat melihat hal-hal aneh dan tak wajar. Apalagi menyangkut makhluk halus. Warga selalu melihat bahwa isu setan, pocong, kuntilanak dan semua ulah mereka sangat menarik. Mereka tidak pernah peduli, apakah itu hanya isu, cerita dari mulut ke mulut atau sekedar rumor ataupun gosip.

Usahanya berhasil, toko milik orangtua Acong kebanjiran order. Alhasil, warga makin berbondong-bondong ke kampung Roxy berburu penampakan. Heboh penampakan pun menyebar ke se-antero Jakarta.

Lewat tokoh Banci kaleng (Gary Iskak), Jupe (Nikita Mirzani), Vina (Jenny Cortez), dan lainnya, film ”Pokun Roxy” tak ubahnya ensembel karakter-karakter komikal yang siap memancing tawa penontonnya. ”Pokun Roxy” sendiri akan dirilis secara nasional pada 4 April 2012.

Gary yang berperan sebagai Banci Kaleng pun menunjukkan kelasnya sebagai seorang aktor. Gayanya sebagai seorang banci benar-benar menunjukkan totalitas perannya.

“Saya selalu ingin mencoba peran-peran unik yang mampu mencuri perhatian penonton. Tokoh Banci Kaleng salah satunya. Selain itu, memerankan tokoh yang bukan diri saya, sangat menantang dan luar biasa setelah melihat hasilnya. Itu sebabnya, saya menyebut setiap pencapaian peran di setiap film selalu berbeda kepuasannya,” jelas Gary.

Sementara Nikita Mirzani yang berperan sebagai tokoh bernama Jupe merujuk pada pemain film Julia Perez. Jupe digambarkan sebagai putri dari penjual otak-otak, Mak Otak. Tokoh wartawati Vina yang dimainkan Jenny Cortez membuat sosok pocong dan kuntilanak makin populer lewat hasil pemberitaannya.

“Vina memiliki porsi peran berbeda. Sebagai wartawati, penampilan seksinya sungguh memikat. Pemilik perusahaan terpikat, nara sumber pun tak sungkan melayani wawancaranya. Semua orang yang berhubungan dengan Vina selalu lumer melihat keseksiannya,” gurau Jenny menjelaskan perannya.

Kisah Komedi Handphone Roxy
Judul Film : Pokun Roxy
Sutradara : Boy Rano
Pemain : Nikita Mirzani, Augie Fantinus, Jenny Cortez, Gary Iskak
Skenario : Yan Widjaya
Produksi : Sentra Film
Genre : komedi horor

 

Suara Pembaruan

Penulis: H-15

Sumber:Suara Pembaruan