Film Indonesia “Dream Obama" Raih 3 Penghargaan di Amerika Serikat

Film Indonesia “Dream Obama
Salah satu adegan dalam film "Dream Obama" ( Foto: damiendematra / damiendematra )
Andres Fatubun Jumat, 2 Agustus 2013 | 21:01 WIB

Jakarta - Film "Dream Obama" yang ditulis dan disutradarai oleh seniman multi-talenta Damien Dematra, baru-baru ini meraih penghargaan dari kompetisi film Accolade Competition yang berlangsung di San Diego California, USA.

Penghargaan yang didapat adalah Award of Excellence sebagai Film Feature Terbaik, Award of Merit sebagai Sutradara Terbaik untuk Damien Dematra, dan Award of Merit untuk pemeran utama, yang diraih Natasha Dematra.

Film Dream Obama ini sebelumnya telah diputar di bioskop-bioskop Indonesia bersamaan dengan pelantikan Obama pada bulan Januari 2013.

Film ini adalah film yang dikenal di dunia sebagai film yang pembuatannya paling cepat dalam waktu 9 hari 17 jam 45 menit dari pembuatan naskah sampai dengan premiere dan tercatat di Museum Rekor Dunia pimpinan Jaya Suprana dan juga di Royal World Records, serta diajukan ke Guinness World Records.

Accolade Competition sendiri, dalam surat yang ditandatangani oleh Thomas Baker, sebagai Direktur Accolade Competition, mengatakan bahwa "Dream Obama" terpilih karena film ini membuat pencapaian yang luar biasa dalam kemampuan artistik dan kreatifitas, melebihi standar industri.

Accolade Competition adalah kompetisi film bergengsi yang sudah berlangsung sejak tahun 2003 dan dipilih oleh majalah Moviemaker sebagai “The Top 25 Festivals worth the Entry Fee”.

Film ini diperankan oleh artis-artis papan atas Indonesia, Ayu Azhari dan Pong Hardjatmo sebagai pemeran pembantu utama, Radhit Syam, Rahayu Saraswati, dan tokoh-tokoh masyarakat dan artis-artis ibukota lainnya Yusril Ihza Mahendra, Martha Tilaar, KH. Slamet Effendy Yusuf, Ron Mullers, Putu Ary Suta, Freddy Ndolu, Ade Ray, Tracy Trinita, Steve Emmanuel, Karenina Halim, Atieq dan Maryam Azhari, Vina Yunita.

"Dream Obama" bercerita tentang semangat juang pantang menyerah dan mimpi Barry, panggilan Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia, menginspirasi Hendra (Pong Hardjatmo). Ia menanamkan kekuatan mimpi itu pada cucunya, Margareth (Natasha Dematra) yang dimasukkannya ke SD Asisi, tempat sang presiden dulu bersekolah, di mana di sana diletakkan patung Obama kecil, sebuah simbol apresiasi bagi orang-orang yang berani bermimpi tinggi.

Film yang diproduseri oleh Ron Mullers dan Damien Dematra ini menginspirasi anak-anak untuk berani bermimpi tinggi dan pantang menyerah dan dipersembahkan bagi para keluarga. 

Sumber: PR
CLOSE