"Battle of Surabaya", Calon Film Animasi Layar Lebar Pertama Indonesia

Cuplikan film animasi Battle of Surabaya. ( Foto: Istimewa )
Shesar Andriawan Jumat, 6 September 2013 | 22:53 WIB

Jakarta - Sudah jamak selama ini, film animasi layar lebar yang beredar di Indonesia didominasi oleh film-film dari Eropa, Amerika, atau Jepang. Film animasi layar lebar produksi anak bangsa sama sekali belum pernah tayang di layar bioskop, seakan hal itu hanya sebuah mimpi. Namun tak lama lagi, mimpi untuk menyaksikan film animasi layar lebar produksi Indonesia itu akan segera terwujud.

Adalah MSV Pictures yang merupakan badan usaha milik STMIK Amikom Yogyakarta, yang menjadi pionirnya. Sejak awal tahun ini, mereka mengerjakan sebuah film animasi layar lebar berjudul "Battle of Surabaya".

"Membuat film animasi layar lebar adalah cita-cita Profesor Suyanto, pendiri STMIK Amikom," ujar Emy Ahmad Panawa, Humas MSV Pictures, di ajang Anime Festival Asia, Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (6/9).

Disebutkan, sebelumnya teaser "Battle of Surabaya" sendiri sudah memenangkan INAICTA 2012 kategori Digital Animation, Indigo Fellowship PT Telkom Indonesia 2012, serta masuk nominasi Appreciation Film of Indonesia dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tahun 2012.

"Battle of Surabaya" sendiri berkisah tentang petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi pejuang-pejuang "arek Suroboyo" dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dalam pertempuran 10 November 1945. Selain berisi tokoh fiktif, nantinya film animasi ini juga akan menampilkan tokoh nyata seperti Bung Tomo.

Dikatakan Emy, biaya produksi "Battle of Surabaya" berkisar antara US$5-10 juta. Ia menyebut angka itu termasuk standar dalam pembuatan film animasi. Sebagai perbandingan, Emy menyebutkan, film animasi Wind Rises (2013) produksi Studio Ghibli (salah satu studio animasi terkenal di dunia) menelan biaya US$60 juta. Emy sendiri mengakui bahwa gaya gambar "Battle of Surabaya" terinspirasi dari film-film Studio Ghibli.

Di balik produksi "Battle of Surabaya", Emy mengklaim bahwa 100% sumber daya manusianya berasal dari Indonesia. Film ini menurutnya mempekerjakan 60 orang, yang sepertiganya berasal dari STMIK Amikom, baik fresh graduate maupun yang masih berstatus mahasiswa.

Lantas, untuk pengisi suara sendiri, sebagian besar berasal dari Yogyakarta, yang dijaring dari seleksi. Ada yang sudah berpengalaman, namun ada juga yang masih sama sekali baru di dunia dubbing.

Direncanakan, "Battle of Surabaya" akan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada pertengahan 2014. Film ini ditargetkan akan bisa disaksikan oleh satu juta penonton.

"Agar lebih dikenal publik, teaser-nya juga sudah ada di YouTube. Sampai saat ini sudah disaksikan sebanyak 128.524 kali," tutup Emy.

CLOSE