Film animasi drama anak Indonesia terbaru ini siap beredar di bioskop pada 24 Oktober 2013 dengan format syuting 3D yang berdurasi 90 menit.

Jakarta - Sebagai anak bangsa yang cinta tanah air, banyak kalangan yang tidak menginginkan film yang diputar di Indonesia terus didominasi oleh film-film asing.

Hal itu pula yang menginspirasi Batavia Picture untuk menghadirkan film buatan dalam negeri sendiri, dengan kualitas yang tidak kalah dengan film asing lewat film berformat tiga dimensi (3D) "Petualangan Si Adi".

Film ini sejatinya diciptakan siswa dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar dari beberapa provinsi di Indonesia seperti, Yogyakarta, Wonosobo. Jepara, Surakarta, Pati, Surabaya, Malang, Tangerang dan Sukabumi.

Produser eksekutif Batavia Pictures, Lucki Lukman Hakim, mengatakan ide cerita dan pembentukan tokoh karakter si Adi bermula dari Castle Production yang bekerja sama dengan Batavia Pictures. Lalu sejumlah siswa SMK pilihan menciptakan dan mengkreasi serta mendesain film layar lebar animasi bertajuk "Petualangan Si Adi" dalam format 3D stereocopic.

"Ternyata siswa-siswa SMK menyimpan bakat-bakat terpendam yang mampu memproduksi film animasi. Hal ini juga demi memajukan industri perfilman Indonesia yang kompetitif sekaligus memberi ruang kreasi yang benar-benar real bagi para siswa SMK bertalenta tinggi," katanya.

Bersama dengan produser eksekutif lainnya, Maggy Tesalonika, Christofer Santosa, dan Ardian Elkana, para siswa dinilai mampu menambahkan efek-efek visual sehingga lahirlah karya anak bangsa yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Film animasi drama anak Indonesia terbaru ini siap beredar di bioskop pada 24 Oktober 2013 dengan format syuting 3D yang berdurasi 90 menit.

"Petualangan si Adi" ini menceritakan kisah seorang anak yang mencari 9 pusaka melawan kelicikan musuh dan dilema karena harus menghancurkan ayahnya sendiri dalam mempertahankan 9 pusaka.

Sementara dimata kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kondisi ini rupanya menjadi magnet tersendiri bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Sutradara film Heri Kiswanto mengatakan film dengan pemain animasi yang terdiri dari Adi, Kakek Sumbo, Kokar, Nero dan Kirun serta lainnya, memiliki latar belakang alam khas Tanah Air. Misalnya seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Papua. Jadi semua lintas pulau dan daerah yang mengangkat Indonesia.

"Industri kreatif kita sebenarnya besar, tinggal bagaimana kita mengemas dan mempromosikannya. Siswa-siswa SMK ini sebenarnya sudah memiliki basic kreasi film, hanya sedikit pengarahan, ide-ide kreatif mereka langsung keluar, apalagi ternyata mereka telah menerima pelajaran animasi di sekolahnya," terang Heri.

Penulis skenario Ardian Elkana menjelaskan film itu disebut Petualangan Si Adi, agar lebih simpel dan membumi serta mudah diingat, apalagi film ini tak lepas dari kultur masyarakat kita sendiri dengan unsur gegap gempita yang mampu menghibur.

Suara Pembaruan

Penulis: H-15/FER

Sumber:Suara Pembaruan