Soal Film G-30-S/PKI, Slamet Rahardjo: Jangan Semua Dicurigai

Aktor senior, Slamet Rahardjo. (Beritasatu Photo/Dina Fitrianisa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / FER | Sabtu, 23 September 2017 | 13:22 WIB

Jakarta - Aktor senior Slamet Rahardjo turut berkomentar tentang rencana pembuatan film G-30-S/PKI, dengan memberikan nasihat yang menyejukkan.

"Cobalah berpikir positif, jangan berpikir negatif, dan jangan semua dicurigai," ungkap Slamet.

"Soal bahaya atau manfaat, bukan berasal dari tontonannya, tetapi penontonnya. Anda mau tidak memiliki kualitas sebagai penonton? Kalau itu (film G-30-S/PKI) mau ditayangkan lagi terserah. Karena saya orangnya tidak mau dilarang, maka saya juga tak mau melarang."

Menurut Slamet, setiap orang tentunya memiliki agama dan Tuhan sebagai pegangannya. Jangan sampai tindakan yang dilakukan, kata dia, dapat mempermalukan agamanya maupun agama lain.

"Ajaran-ajaran moral bisa masuk melalui agama dan bahasa budaya. Kalau orang ingin membuat film, silahkan saja, mungkin mereka punya modal dan ide yang baik. Bahasa budaya akan mendahulukan musyawarah dan bertukar pikiran, bukanlah bertukar tinju. Dan bahasa budaya bagus untuk mengada tetapi bukan untuk meniadakan," katanya.

Pemain film Badai Pasti Berlalu ini menambahkan, film berlatar sejarah harus jujur menceritakan apa yang terjadi. Meskipun pada umumnya, semua tetap bedasarkan ideologi sang pembuat.

"Film sejarah itu tidak boleh bohong. Tapi apakah orang berani membuat apa adanya? Saat saya membuat film Tjoet Nja'Dhien, saya pun membuat cerita yang baik, karena saya menghormati pahlawan wanita asal Aceh itu," tambahnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT