Bungalow untuk liburan keluarga

Luas Sindang Reret Cikole Lembang sekitar 70 hektar, setengah diantaranya kebun sayur

Penggemar Bandung yang tidak berkenan dengan kemacetanpanjang termasuk diantara penghuni loyal hotel yang terletak di jalan rayaCikole Lembang ini.

Kalau berangkat dari Jakarta, rute yang dilalui umumnyaadalah melalui jalan tol Cikampek keluar di Purwakarta. Ikuti papan penunjukjalan, di Sadang ambil ke arah Subang. Sedikit macet diakhir pekan, apalagijika ada perbaikan jalan. Namun tidak separah jika memilih rute Cipularangkeluar pintu tol Pasteur.

Penyegaran mata dan paru-paru dimulai dari Subang, kemudianlurus kearah selatan, selepas jalan Cagak, perkebunan teh menyambut parapelacong. Tidak kurang dari 40 kilometer menyusuri jalan berkelok tajam, penuhtanjakan dan turunan curam yang mematangkan kemampuan mengemudi, perjalanankemudian melewati Ciater, lalu Tangkupan Perahu dan sesaat sebelum kotaLembang, tibalah di Sindang Reret. Untunglah jalannya tidak berlubang, maklumdipoles setiap saat.

Ritualnya adalah bersantap dulu. Perjalanan sekitar tigasampai empat jam dari Jakarta membuat menu di restoran Sunda itu sulitdilupakan. Andalannya adala gurame goreng yang gurih namun garing saat pecah dimulut. Suapan dan kunyahan beradu cepat sebab sambal mangga muda-nya tidak bisadsingkirkan begitu saja.

Menurut Kang Asep yang sudah bekerja 11 tahun di restoranitu, kunci rasa gurame sambal mangga muda itu adalah usia ikan saat masuk kewajan bertemu dengan minyak goreng segar. "Berapa usia gurame, ah.. itu sihrahasia," kata sambil tertawa..

"Lagi pula kalau saya katakana usianya setahun, dua tahunatau tiga tahun, belum tentu rasanya akan sama karena kondisi kolam ikannya punpengaruh juga."

"Kalau dibesarkan di kolam kotor, biasanya ikannya jugaikutan bau."

Menu lain adalah ayam goreng, ayam bakar, sate, sayur asemdan tentu saja lalapan. Kalau di rumah makan Sunda tentu saja jangan lewatkankaredoknya. Jika salad a la Sunda itu berkenan biasanya seluruh makanan ditempat itu bisa membuat senyum kekenyangan bertahan lama. Itu juga yang ada diSindang Reret.

Namun menu minumannya tidak cukup membuat lidah terkesan.Bahkan es cincau yang seharusnya menjadi ciri khas restoran Sunda, rasanyalewat begitu saja.Paling aman mungkin es kelapa, tapi ini bisa ditemukan ditempat manapun bahkan di pinggir jalan, kadangkala kelapanya lebih segar.

Liburan keluarga

Perut kenyang merambat ke mata, berujung ke rasa malasapalagi membayangkan macet kota Bandung, disesaki kendaraan berplat B. Makasekalian saja menginap di Sindang Reret.

Luas area Sindang Reret Cikole Lembang tidak kurang dari 70hektar. Setengah diantaranya adalah kebun sayuran untuk keperluan restoran dankatering, termasuk mensuplai kebutuhan cabang lain yang ada di jalan SurapatiBandung, Ciwidey, Jalan Wijaya di Jakarta dan yang baru buka di Karawang.

Secara gradual bungalow di Sindang Reret direnovasi. Ada 12bungalow berkamar satu, termasuk pantry dan ruang parkir. Herannya, kamar dibungalow baru dan lama harganya sama. Tarif akhir pekan 650 ribu, sedangkanuntuk hari biasa sekitar 450 ribu.

Kamar hotel di bangunan yang lama mirip losmen tapi kamarnyaseluas 4x6 meter, ada pantry, ruang tamu, balkon dan garasi. Andalannya adalahada pintu penghubung ke kamar sebelah. Dengan kata lain sejak awal hotelSindang Reret didesain untuk liburan keluarga.

Bungalow berlantai dua, rumahnya lebih besar lagi terletakdisisi utama dipisahkan oleh taman pinus yang luasnya tidak kurang dari duahektar. Jika anggota keluarga lebih dari 10 orang luar biasa ekonomis jikamenginap di bungalow utara yang taripnya 1,5 juta per malam.

Tidak ada kolam renang, barangkali ini kekurangan SindangReret Cikole sebagai hotel keluarga. Meski ditebusnya dengan fasilitas berkuda.Disisi selatan ada fasilitas adventure land, dan outbond, yang sayangnya tidakpernah ramai pengunjung hingga terkesan kurang laku.

Nama Sindang Reret telah 37 tahun menancap diingat penyukamakanan dan liburan di tanah Pasundan. Tergolong bisnis keluarga yang bertahanlama bahkan pegawainya pun kalau belum 15 tahun bekerja, masih disebut orangbaru. Padahal kalau dari segi penamaan, kesannya untuk sesaat. Sindang dalambahasa Sunda berarti mampir, sedangkan Reret adalah melirik. Jadi kurang lebihberarti mampir sekilas.

Maka jika ingin menikmati rasa bumi Parahiangan yang belumbanyak digerus nafsu industri, Sindang Reret Cikole yang hanya terletak sekitartiga kilometer dari kawah Tangkupan Perahu itu layak dipertimbangkan. Terutamamakanannya.

Penulis: