Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi DKI Jakarta mengaku beberapa kali menemukan adanya kecurangan yang diduga dilakukan oleh dua pasangan calon gubernur jalur independen. Di antaranya penemuan suara ganda, KTP palsu dan dukungan yang tercampur di beberapa kelurahan.
Penemuan kejanggalan tersebut ditemukan di sejumlah tempat. Yaitu Kecamatan Koja, Jakarta Utara; Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu; Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat; serta di Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat.
Kecurangan tak cuma sampai di situ. Nama Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah dan keluarganya turut pula dicatut oleh salah satu pasangan calon gubernur dari jalur non partai itu.
"Saya tak habis pikir bisa-bisanya nama saya dan keluarga saya dicatut. Memang, saya pernah diminta tanda tangan oleh salah satu calon. Tapi saya tolak," terangnya.
Atas kejanggalan itu Panwaslu akan terus bertindak lebih tegas. Salah satunya dengan melakukan pendampingan dan pengawasan dalam tahapan verifikasi yang akan berlangsung dari 14-27 Februari 2012.
Panwaslu juga mengajak masyarakat turut serta mengawasi dan ikut melaporkan kepada petugas apabila ada namanya yang disalahgunakan oleh kedua pasangan bakal calon gubernur itu.
"Kalau memang ada yang namanya tiba-tiba digunakan sebagai pendukung, silahkan isi formulir," ujar Ramdansyah.
Janji Manisku
Berangkat dari sering terjadinya kebakaran di daerah padat penduduk, pembangunan Rusunawa dan Rusunami bagi warga ekonomi kelas bawah menjadi prioritas utama pasangan bakal calon gubernur Hendardji Soepandji dan Riza Patria, apabila terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
"Bayangkan dalam setahun terjadi 800 kali kebakaran di Jakarta. Dan itu terjadi di kawasan padat penduduk. Mestinya rusunami dan rusunawa bisa dibangun di sana untuk mengantisipasi hal demikian," jelas Hendarji saat ditemui usai melakukan kunjungan langsung menyaksikan proses verifikasi di Kelurahan Sawah Besar, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pembangunan Rusunawa dan Rusunami tersebut, menurutnya akan difokuskan kepada warga padat penduduk di bantaran sungai, rel kereta api, dan daerah kumuh lainnya yang kerap terlihat di beberapa ruas Jakarta ini.
"Harus ada lompatan strategis untuk membangun Jakarta agar karut-marut tata kota tidak berlanjut," tambahnya.
Di samping murah, menurut, mantan Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (PPKK), ini juga bisa membantu mereka memberikan tempat tinggal yang layak.
Ke depannya Jakarta harus mengutamakan pembangunan vertikal, tambahnya. Jika tidak, maka suasana kota akan semakin ricuh.
Saat ini, menurut Mayor Jenderal Purnawirawan yang juga Cagub Independen ini, 30 persen wilayah di Jakarta adalah kawasan kumuh.
"Karena itu selain komitmen diperlukan juga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk merealisasikan pembangunan vertikal ini," tegasnya.
Sinergisitas ini menurutnya, juga diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan ibukota lainnya seperti, kemacetan yang mesti diatasi dengan pembagian beban antara Pemda dan Pusat.
Ia juga menilai bahwa karakter suatu kota merupakan cerminan dari karakter masyarakatnya. Sedangkan karakter masyarakat sendiri sangat ditentukan oleh karakter pemimpinnya.
Tak cuma itu, Hendardji- Riza juga akan turun langsung dalam pengawasan penggunaan dana APBD Jakarta yang memiliki alokasi dana Rp36 triliun atau terbesar di Tanah Air.
"Yang jelas saya pasti akan turun langsung mengawasi aliran dana APBD, hingga peruntukkannya langsung untuk warga," ujar Hendardji.
Berbicara soal alokasi APBD, jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Hendardji menjabarkan, dirinya akan mengalokasikan 20 persen dana tersebut untuk pendidikan, seperti yang telah diamanatkan.
"Saya akan mengecek ke sekolah-sekolah, apakah mereka sudah memiliki perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga, seni dan budaya, dan sarana prasarana lainnya yang mendukung sistem pendidikan yang aktif," ujar Mayjend TNI Purnawirawan ini.
Mengapa seni dan budaya serta olah raga itu penting? Hendardji menjelaskan, seni dan budaya adalah aktivitas yang dapat memperhalus budi pekerti, sedangkan olahraga mampu melatih karakter sportifitas bagi siswa.
"Tentunya kedua hal tersebut diharapkan mampu mengurangi aksi tawuran antar pelajar yang masih marak terjadi," ujarnya.
Selanjutnya, Hendardji juga akan memberikan atensi khususnya bagi jaminan akses kesehatan bagi warga miskin.
"Tidak lupa adalah alokasi dana untuk kebersihan, karena kebersihan adalah bagian dari iman," tegasnya.
Selain pengalokasian tersebut, dirinya kelak juga akan mengurangi anggaran belanja barang, dan akan lebih memberikan pengalokasian yang lebih banyak kepada anggaran belanja modal.
"Konsepnya adalah untuk membangun sarana dan prasarana bagi warga. Sehingga dikemudian hari tidak perlu ada lagi warga yang tinggal di bantaran sungai, karena sarana seperti Rusunami dan Rusunawa telah disediakan, contohnya," tutup Hendardji.
Tak mau kalah, pasangan calon independen lain, Faisal Basri dan Biem Benyamin juga ikut sesumbar. Mereka berjanji memberikan rasa aman, nyaman, dan tentram kepada warga Jakarta.
Menurut Faisal, Pemerintahan Provinsi Jakarta masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Di antaranya kemacetan, dan banjir, yang merupakan momok bagi warga Jakarta.
"Saya akan mengubah transportasi umum di Jakarta menjadi lebih aman, nyaman dan terjangkau masyarakat. Yang ingin kita hadirkan adalah sebuah transportasi publik yang nyaman, aman, dan terjangkau," tutur Faisal.





