Eva Kusuma Sundari
Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) soal dana reses anggota DPR yang hampir mencapai Rp1 miliar dibantah anggota dewan.

Salah satu yang bersuara adalah anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Masak bisa dapat Rp1,5 miliar, bisa beli rumah dong," kilah Eva Kusuma Sundari, anggota Fraksi PDIP saat dihubungi Sabtu (5/5) malam. 

Dia mengatakan, untuk reses kali, anggota DPR diberikan dana sosialisasi empat pilar yaitu tentang wawasan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

Untuk sosialisasi ini ke daerah pemilihan, kata Eva, diundang para peserta dan minimal yang turut diundang 80 orang. Mereka diberikan uang saku Rp100 ribu per orang.

Sementara dana keseluruhan untuk paket acara sosialisasi dan konsumsi di dapil mencakup Rp15 juta.  

"Konsumsi dan lain-lain paket per sosialisasi Rp15 juta," lanjut anggota Komisi III DPR. 

Namun, Eva tidak menjelaskan berapa kali pertemuan paket sosialisasi empat pilar itu maupun total anggaran masa reses April-Mei 2012.

Adapun untuk pertanggungjawaban, Eva mengatakan, Sekjen DPR juga meminta agar para anggota dewan membuat laporan dan menyertakan tanda bukti acara oleh penyelenggara lokal.

Ini sebagai bukti pertemuan anggota dewan dan konstituen yang memakai biaya reses.

Namun, dia mengaku, tidak tahu sejauh apa kepatuhan para anggota dewan terhadap aturan laporan ini. 

"Kalau saya bikin laporan narasi," kata dia.

Sebelumnya Fitra mengatakan anggaran kunjungan kerja dan reses anggota Dewan tahun ini meningkat dari tahun lalu. Total anggaran kunjungan reses DPR tahun 2012 naik menjadi Rp539 miliar dari Rp343 miliar tahun sebelumnya.

Menurut perhitungan Fitra, per tahun setiap anggota dewan bisa mendapat dana kunjungan reses hingga Rp963 juta. Itu total yang diterima anggota DPR dari anggaran 2011 dan 2012 berdasarkan jadwal kunjungan kerja, masa reses, dan kunjungan perorangan.

Data ini diolah Fitra dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 tahun 2010 dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32 tahun 2011 tentang RAPBN 2012.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung juga membantas besarnya dana reses tersebut. Dia tah mengetahui spesifik jumlah dana reses anggota.

Namun menurutnya, ada perhitungan yang bisa tidak diketahui FITRA sehingga dana tersebut seakan-akan fantastis.


Penulis: