Asian Para Games 2018

Ajang Kaum Difabel Unjuk Prestasi


Hendro D Situmorang / ALD Sabtu, 6 Oktober 2018 | 13:27 WIB

Jakarta - Indonesia siap menjadi tuan rumah Asian Para Games ke-3. Pesta olahraga kaum difabel se-Asia dibuka Sabtu (6/10) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan akan berlangsung hingga Sabtu (13/10) mendatang. Dengan mengangkat tema The Inspiring Spirit and Energy of Asia, penyelenggaraan Asian Para Games kali ini diharapkan menjadi ajang para penyandang disabilitas untuk mengaktualisasikan semangat dan prestasi terbaik mereka di bidang olahraga.

Asian Para Games di Jakarta, diikuti 2.888 atlet dan 1.826 ofisial dari 43 negara. Event olahraga multicabang ini juga didukung 13.000 relawan yang akan melayani para atlet berkebutuhan khusus, serta diliput 1.151 jurnalis dari sejumlah negara.

Ada 18 cabang olahraga, dengan 588 nomor pertandingan yang diperlombakan. Sebagai tuan rumah, Indonesia menyiapkan 19 venues, yang terdiri 8 venues di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, 10 venues di Jakarta di luar GBK, dan 1 venue di Sentul, Jawa Barat.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee/Inapgoc) Raja Sapta Oktohari, belum lama ini mengatakan, euforia Asian Para Games 2018 tidak boleh kalah dengan Asian Games 2018 yang sudah digelar lebih dulu pada Agustus-September lalu di Jakarta dan Palembang. Terlebih Asian Para Games diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas.

Inapgoc berusaha mengangkat gebyar Asian Para Games, dan membuat masyarakat antusias menonton secara langsung, sebagaimana saat demam Asian Games. Promosi Asian Para Games digencarkan antara lain melalui kirab obor yang dimulai sejak awal hingga akhir September 2018 lalu. Pawai obor dilakukan di 10 kota, dimulai dari Solo dan berakhir di Jakarta.

Dia menambahkan, persiapan Asian Para Games 2018 sempat mendapatkan apresiasi dari Komite Paralimpik Internasional (IPC). Asian Para Games 2018 ini persiapan waktunya hanya satu bulan setelah Asian Games 2018 berakhir.

Guna memudahkan penonton, Inapgoc juga meluncurkan aplikasi untuk telepon pintar yang memuat informasi lengkap tentang gelaran Asian Para Games 2018. Aplikasi bernama Asian Para Games 2018 Official itu memuat informasi jadwal pertandingan, profil atlet hingga hasil pertandingan Asian Para Games 2018.

Upacara Pembukaan
Raja Sapta memastikan upacara pembukaan Asian Para Games 2018 bakal meriah dan spektakuler. Mengusung tagline We Are One atau “kita adalah satu”, pembukaan menghadirkan keberagaman penyandang disabilitas. Hal ini sebagai penghormatan kepada para atlet yang akan berjuang meraih prestasi di tengah kondisi fisik yang tidak normal.

“Ini merupakan perwujudan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman Indonesia akan jadi elemen utama dalam pertunjukan selama dua jam. Pembukaan nanti saya pastikan keren, karena menghadirkan sensasi seperti menaiki jetcoaster. Penonton akan merasakan senang, bangga, haru, dan sedih. Sementara kostum pengisi acaranya tetap melekat budaya khas Indonesia dan dikemas untuk mewakili Tanah Air,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Okto itu menjelaskan, penonton akan dihibur dengan berbagai pertunjukan seni oleh 1.500 orang, yang 40 di antaranya merupakan penyandang disabilitas.

Okto juga melibatkan seniman-seniman terbaik Indonesia, di antaranya Jay Subiakto sebagai direktur kreatif dan penata set, Andi Rianto sebagai penata musik, dan Chitra Subyakto sebagai perancang busana.

Dijelaskan konsep upacara pembukaan Asian Para Games 2018 nantinya merepresentasikan wajah Indonesia termasuk panggung yang akan digunakan nanti. “Desain panggung ini melengkung, melambangkan garis ekuator Indonesia atau zamrud khatulistiwa. Semua elemen arsitektur geografis kita mengandung lengkungan. Sama seperti nanti, semua elemen yang ada di panggung adalah tentang Indonesia dan tentang atlet Indonesia,” jelas Jay.

Selain itu musik tradisional asal Indonesia akan mendominasi seluruh rangkaian acara pembukaan. Di bawah arahan music director Andi Rianto, Magenta Orchestra berkolaborasi dengan beberapa musisi tradisional di Indonesia. “Kami mengawinkan musik orkestra dengan musik tradisional. Dalam show nanti kita juga melibatkan beberapa musisi Indonesia,” kata Andi.

“Kostum budaya Indonesia dikemas dengan unsur klasik dan modern. Jadi unsur itu menunjukkan bahwa Indonesia dapat menerima hal-hal baru. Kami mengajak 50 musisi lokal dan saya harap masyarakat bisa menyadari bahwa Indonesia bisa menampilkan pertunjukan internasional dengan seluruh musisi Tanah Air,” tambahnya.

Disinggung mengenai animo masyarakat untuk menyaksikan secara langsung upacara pembukaan Asian Para Games 2018. Okto menegaskan, cukup menggembirakan. Hal itu terbukti dengan tiket pembukaan disediakan 25.000 lembar telah terjual habis. Oleh karena itu, Inapgoc pun menambah kuota kapasitas tiket untuk penonton sebanyak 2.000 lembar. Tambahan tiket tersebut untuk kategori silver dan gold dengan harga Rp 750.000 sampai Rp 1,5 juta, dan dijual secara online.

“Untuk penonton kursi roda kita siapkan 2.200 kursi. Itu artinya 10% dari kapasitas yang kita jual. Selain kami memikirkan kenyamanan, juga berpikir keselamatan, kalau ada apa-apa evakuasi lebih efektif gitu. Minimal kita sudah siap,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan

Kontingen Merah Putih Bidik 8 Besar


Hendro D Situmorang / ALD Sabtu, 6 Oktober 2018 | 13:27 WIB

Jakarta - Sebanyak 300 atlet penyandang disabilitas siap memberikan prestasi terbaik bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games ke-3 di Jakarta. Indonesia menargetkan dapat menembus peringkat kedelapan dengan 16 medali emas, naik satu peringkat dibandingkan prestasi saat Asian Para Games di Incheon, Korsel, pada 2014.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengungkapkan, untuk mencapai target tersebut, para atlet telah menjalani persiapan sejak Januari lalu. “Semua upaya kami lakukan. Dari sisi persiapan atlet, kita optimistis mereka akan memberikan yang terbaik di ajang Asian Para Games,” ujar Menpora di Jakarta, Jumat (5/10).

Untuk itu, sebagaimana Asian Games lalu, Imam meminta dukungan seluruh rakyat Indonesia, khususnya warga Jakarta untuk mendukung para atlet secara langsung di arena pertandingan. "Kehadiran masyarakat langsung di arena pertandingan merupakan suatu bentuk dukungan moral terhadap atlet-atlet penyandang disabilitas yang sedang bertanding. Pasti akan semakin meningkatkan semangat para atlet untuk meraih prestasi terbaik, sekaligus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Imam.

Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Arminsyah menegaskan, seluruh atlet Indonesia sudah melakukan persiapan yang maksimal. Mereka siap mengemban tugas membawa Indonesia finis di posisi 8 besar, atau bahkan bisa lebih baik.

“Saat ini, kondisi seluruh atlet sudah benar-benar siap tampil bertanding. Target mudah-mudahan bisa tercapai, seperti apa kata Presiden Jokowi sebelumnya, yakni posisi 8 besar. Kita mungkin menembus 7 besar, atau jika bisa lebih baik dan mampu menembus 6 atau 4 besar sekalian,” kata Arminsyah yang menjabat sebagai wakil Jaksa Agung ini.

Untuk bisa menembus target, atlet-atlet disabilitas Indonesia diharapkan bisa meraih setidaknya 16 medali emas. Jumlah ini jauh lebih banyak dari apa yang diraih Indonesia pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea. Saat itu, atlet-atlet Indonesia berhasil menyumbangkan 9 medali emas dan menduduki posisi 9 di akhir klasemen medali. Adapun, 9 emas itu berasal dari tiga cabang olahraga, yakni bulutangkis 4 emas, renang 3 emas, dan tenis meja yang menyumbang 2 medali emas.

Salah satu atlet unggulan di cabang olahraga para atletik, Nur Ferry Pradana optimistis bisa memberikan prestasi terbaiknya. Pemuda 23 tahun asal Kalimantan Timur itu tercatat sebagai atlet di 4 nomor pertandingan di Asian Para Games 2018, yakni 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan estafet. “Persiapan sekarang tinggal persiapan mental. Persiapan secara teknis sudah matang, sudah latihan sejak Januari lalu. Saya semakin bersemangat meraih medali dan saat ini tak ada kendala yang dihadapi. Kita harus siap,” tegasnya.

Ferry sudah melakukan uji tanding di Beijing pada Mei 2018 lalu. Sebelum turun di Asian Para Games, Ferry juga telah menjalani try out di kejuaraan atletik dunia Paris Open tahun ini. Di Prancis, ia berhasil menyabet medali perak dari nomor lari 400 meter dan medali perunggu dari lari 200 meter.

Pria yang mengalami tuna daksa sejak lahir yang sukses memborong empat medali emas sekaligus saat ASEAN Para Games 2017 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Keempat medali tersebut dia persembahkan melalui nomor lari 100 meter, 200 meter, 400 meter dan estafet 4 kali 100 meter. Ia pun sukses menorehkan 3 rekor baru.

Di ajang Asian Para Games 2018 ini, bukan hanya medali emas yang menjadi target buruan Ferry, melainkan juga mematahkan rekor. Bahkan ia bertekad dirinya dapat mengikuti ajang Paralimpiade tahun 2020 di Tokyo.

“Nomor 400 meter merupakan peluang bagi saya untuk memperoleh emas, sisanya perak. Namun saya berharap bisa menyabet semua emas pada nomor itu,” ucap dia.



Sumber: Suara Pembaruan

Fasilitas Wisma Atlet Ramah Disabilitas


Carlos Roy Fajarta / Bayu Marhaenjati / ALD Sabtu, 6 Oktober 2018 | 13:27 WIB

Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapogc) menyiapkan fasilitas yang ramah penyandang disabilitas bagi sekitar 2.800 atlet peserta Asian Para Games dari 43 negara. Wisma atlet berikut semua fasilitas dan relawan siap melayani para atlet yang telah menghuni Wisma Atlet Kemayoran.

Direktur Media dan PR Inapgoc Muhammad Farhan mengatakan pihaknya sudah menyempurnakan berbagai fasilitas yang ada di dalam wisma atlet agar semakin mempermudah aktivitas para atlet Asian Para Games. “Seperti lift sudah ada yang berukuran lebar bagi peserta disabilitas, ada juga display yang disertai printing braile bagi penyandang tuna netra,” ujar Farhan, Sabtu (6/10) pagi.

Ia menjelaskan setidaknya setengah dari para peserta yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2.800 atlet dari 43 negara sudah tiba di Wisma Atlet. “Semua fasilitas seperti latihan, tempat makan, dan berbagai kebutuhan mereka sudah kita siapkan bersama dengan 8.000 relawan yang akan membantu mereka agar merasa nyaman dengan pelayanan Indonesia sebagai tuan rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Transportasi Inapgoc Andrianto Djokosoetono mengatakan, bagi penonton berkebutuhan khusus, pihaknya menyediakan bus, mobil buggy, dan 35 unit becak motor (bentor). Semua moda transportasi itu tersedia di Pintu 5, Pintu 6, dan Pintu 7 GBK.

Sedangkan, untuk kepentingan pengamanan, Polri menerjunkan 8.763 personel untuk mengawal dan menjaga Wisma Atlet, tempat pertandingan, dan sejumlah titik terkait penyelenggaraan Asian Games, hingga selesainya perhelatan pada 13 Oktober mendatang. Khusus upacara pembukaan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (6/10), Polda Metro Jaya mengerahkan 7.913 personel. Demikian disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Slamet Hadi, di Arena GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan 1.677 polisi lalu lintas untuk melakukan pengamanan, pengawalan dan pengaturan lalu lintas terkait upacara pembukaan Asian Para Games. Sebanyak 360 personel ditempatkan di sekitar venue, 597 pengawalan, 700 personel pengamanan rute, 12 personel pengamanan dan pengawalan jika ada peristiwa luar biasa.



Sumber: Suara Pembaruan

Pembukaan Asian Para Games Dijanjikan Spektakuler


Hendro D Situmorang / JAS Kamis, 4 Oktober 2018 | 17:23 WIB

Jakarta - Ketua Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (Inapgoc), Raja Sapta Oktohari memastikan upacara pembukaan Asian Para Games 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 6 Oktober mendatang bakal meriah dan spektakuler.

"Pembukaan ajang pesta olahraga bagi atlet APG kali ini saya pastikan keren karena menghadirkan sensasi seperti menaiki jetcoaster. Penonton saya jamin bangga karena ada unsur senang, bangga, haru, dan sedih. Sementara kostum pengisi acaranya tetap melekat budaya khas Indonesia dan dikemas untuk mewakili Tanah Air," ujarnya di GBK Arena, Senayan Jakarta, Kamis (4/10).

Selain itu, mereka juga akan menggenakan ikat kepala khas Indonesia dan jumlahnya mencapai hingga 500 buah. Hal ini dipergunakan karena sesuatu yang istimewa di Tanah Air ini. Sementara Tema Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018 sendiri adalah "Bhinneka Tunggal Ika", yakni perbedaan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia.

Pria yang akrab disapa Okto itu menjelaskan penonton acara akan dihibur dengan berbagai pertunjukan seni oleh 1.500 penampil selama kurang lebih dua jam.

Diakui animo masyarakat Indonesia terhadap upacara pembukaan Asian Para Games 2018 sangat luar biasa. Hal itu terbukti dengan tiket upacara pembukaan (opening ceremony) yang disediakan 20.000 telah terjual habis sejak beberapa hari yang lalu. Oleh karena itu, Inapgoc pun berencana menambah kuota kapasitas tiket untuk penonton sebanyak 2.000 lembar.

"Karena sudah sold out dari kemarin dan animo masih tinggi dan adanya permintaan tambahan tiket, kemungkinan tiket bakal ditambah 2.000 tiket mulai hari ini," ucap Okto.

Sebanyak 2.000 tiket dijual untuk kategori silver dan gold dengan harga Rp 750.000 sampai Rp 1,5 juta dan dijual secara online.

"Untuk kursi roda sudah cukup yaitu 2.200 kursi. Itu artinya 10 persen dari kapasitas yang kita jual kan. Selain kami memikirkan kenyamanan, juga berpikir keselamatan, kalau ada apa-apa evakuasi lebih efektif gitu. Minimal kita sudah siap," tambah dia.

Tiket pembukaan Asian Para Games dijual dengan beberapa kategori. Dari mulai platinum Rp 2,5 juta, gold Rp 1,5 juta, silver Rp 750.000, dan bronze seharga Rp 500.000.



Sumber: Suara Pembaruan

CLOSE