Satu Pekan Pascagempa, Aktivitas Palu Mulai Pulih


/ HA Jumat, 5 Oktober 2018 | 22:31 WIB

Palu - Rutinitas warga Palu mulai kembali menggeliat tepat satu pekan setelah bencana gempa bumi dahsyat dan tsunami yang memporakporandakan ibu kota Sulawesi Tengah itu pada 28 September lalu.

Isolasi wilayah sudah bisa ditembus, pasokan listrik dan bahan bakar minyak sudah mendekati volume yang normal, meskipun kebutuhan air bersih masih banyak terkendala.

Kamis (4/10) malam lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ES0DM) Ignasius Jonan membuktikan sendiri kehidupan di Kota Palu yang mulai pulih, meskipun masih jauh dari kondisi normal.

Berdiri di sebuah perempatan, Jonan memberikan kesaksiannya ditemani Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

"Pada hari ini, jam 19.05 Wita, kami berada di perempatan jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Bali, Kota Palu. Seperti yang kita saksikan di sini bahwa lalu lintas mulai berjalan normal," kata Jonan.

"Ini berarti BBM suplainya juga mulai normal baik di Palu maupun Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Menurut laporan dari direktur Pertamina sekitar 70% pasokan BBM sudah berjalan dengan baik, dan kalau kita lihat konsumsinya pada hari ini sekitar 350 kiloliter dibanding hari normal 400 kl, mungkin karena banyak alat berat yang dipakai."

"Mudah-mudahan dalam kurun dua tiga hari ke depan sudah normal semua. SPBU kira-kira 12 yang beroperasi dari 17 yang biasa beroperasi di sekitar sini yang termasuk sampai Parigi Moutong."

Jumat (5/10), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 65 persen listrik di Kota Palu sudah pulih. Minggu depan ditargetkan pulih hingga 90 persen.

Saat ini, lanjut Sutopo, sejumlah SPBU, toko dan ATM ada yang sudah mulai beroperasi.

Untuk menjamin pasokan BBM, PT Pertamina menigirim puluhan SPBU Portabel ke beberapa lokasi SPBU yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Sebanyak 20 SPBU Portabel yang dioperasikan dengan pompa engkol itu sudah dioperasikan di empat SPBU.

Untuk pasokan elpiji 3 kilogram di Sulawesi Tengah, sudah tiba di Palu dan Donggala sejak Rabu (3/10). Sementara pada Kamis (4/10), penyaluran elpiji ke wilayah terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi lebih dari 1.700 tabung.

Unit Manager Communcation & CSR Pertamina Marketing Operation Region VII Roby Hervindo menyampaikan pasokan elpiji berdatangan sejak Rabu sore, di mana sudah tersalur 200 tabung elpiji 12 kg, sebanyak 150 tabung Bright Gas 5,5 kg, 791 tabung Bright Gas 12 kg dan 560 tabung elpiji 3 kg.

"Penyaluran elpiji ini dilakukan guna menghidupkan kembali geliat aktivitas warga, sekaligus memenuhi kebutuhan posko dan dapur umum," kata Roby, Jumat (5/10).

Terpisah, Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara melaporkan jumlah base transceiver station (BTS) operator seluler yang telah berfungsi di Sulawesi Tengah hingga Jumat (5/10) mencapai 60 persen.

Saat terjadi musibah gempa bumi dan tsunami pekan lalu, hanya 12 persen yang berfungsi dari total 3.500 BTS yang ada di Sulawesi Tengah. BTS yang tidak berfungsi tersebut 90 persennya dikarenakan tidak adanya pasokan listrik, sementara 10 persennya lagi rusak akibat terdampak getaran gempa maupun tsunami.

"Di Sulawesi Tengah, jumlah keseluruhan BTS yang tadinya hanya 14 persen yang beroperasi, kini sudah meningkat jadi 60 persen," kata Rudantara, di gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (5/10).

"Teman-teman operator membawa genset menggunakan solar untuk melistriki BTS-nya. Dengan PLN yang akan masuk ke Palu lebih masif lagi, kita harapkan BTS yang berfungsi bisa semakin meningkat."

Butuh Dua Tahun
Wakil Presiden Jusuf Kalla memperkirakan proses pembangunan dan pemulihan infrastruktur wilayah terdampak bencana di Sulteng bisa berlangsung setidaknya dua tahun.

"Ada tahap tanggap darurat, itu kira-kira dua bulan. Kita harus membuat hunian sementara," kata Kalla.

"Kemudian setelah itu rehabilitasi bangunan-bangunan rusak sambil rekonstruksi bersamaan untuk bangunan yang sudah ambruk betul."

Penanganan pasca-bencana di Palu akan sangat berbeda dengan rekonstruksi pasca-gempa di Lombok bulan lalu.

"Kalau Lombok kan pedesaan, beda. Ini perkotaan, kalau perkotaan ada daerah-daerah yang padat sekali," kata Kalla.

Wilayah di Lombok masih sangat luas sehingga memudahkan rekonstruksi dan relokasi, sementara di Palu lahan yang ada sangat kecil, kata Kalla. Bahkan, untuk sejumlah wilayah yang benar-benar hancur seperti Kelurahan Balaroa, warga akan direlokasi atau dipindahkan seluruhnya.

Dari data resmi korban jiwa 1.571 orang, sebagian besar terjadi di Kota Palu, yaitu 1.352 orang. Berdasarkan data BNPB, gempa dan tsunami di Sulteng menghancurkan 66.926 rumah.

Menteri ESDM menepis kekhawatiran bahwa Palu akan tenggelam, isu yang membuat ribuan orang sempat panik dan berbondong-bondong ke bandara ingin diangkut pergi, sehari setelah gempa.

Menurut Jonan, dampak gempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR) tidak terlalu lebar -- sekitar 1 kilometer -- tetapi memanjang ke arah laut.

“Gempa tidak berdampak ke wilayah di luar itu (sekitar 1 km, Red). Kalau misalnya Kota Palu sendiri bakal terjadi bencana yang menyeluruh, itu hanya gosip atau estimasi yang berlebihan, tidak didukung studi geologi atau analisis ilmiah bidang kebumian. Saya kira tidak perlu dikhawatirkan Palu akan terjadi bencana jauh lebih meluas. Kita lihat hanya satu garis saja,” kata Jonan.

Di lokasi terdampak gempa sekitar 1 km tersebut, lanjut Jonan, tidak boleh dibangun lagi. Masyarakat di wilayah tersebut akan direlokasi. Kementerian ESDM bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus membahas lokasi baru bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak gempa.

Lebih jauh Jonan menyatakan korban yang banyak berjatuhan di Palu disebabkan pemerintah daerah yang tidak mengindahkan peta rawan bencana. Pemerintah daerah tetap mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) di wilayah rawan bencana.

“Wilayah sesar Palu-Koro di Palu adalah kawasan rawan bencana, mestinya kawasan ini tidak boleh dihuni. Steril dari hunian, tetapi pemda tidak mengindahkan peringatan ESDM,” katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com

Pemulihan Pasokan BBM di Sulteng


Danung Arifin / HA Sabtu, 6 Oktober 2018 | 14:48 WIB



Sumber: BeritaSatu.com

CLOSE