Area Bar Publico

Jakarta - Dengan alunan jazz swing dan suasana industrial, Anda seperti sekejap dibawa ke kota New York era 1920-an saat memasuki Publico Bistro & Winebar yang berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

Publico menjadi salah satu restoran dan tempat hangout yang menarik, terutama di akhir pekan seperti saat ini, karena lokasinya yang memang strategis di jantung ibukota.

Tahun 1920-an merupakan konsep yang dipilih Publico untuk menggambarkan suasana New York di era keemasan para imigran Eropa, yang kemudian mengubah kultur the city that never sleeps itu menjadi salah satu kota budaya yang paling penting di dunia.

Atmosfer ini bisa Anda rasakan dari interior ruangan art deco yang sangat kuat dan pembagian ruangan dalam tiga lantai yang mengusung konsep yang sebenarnya serupa tapi dibuat dengan sentuhan berbeda.

Pada lantai dasar terdapat dua ruangan privat yang dinamai Hemingway dan Capone. Nama tersebut digunakan sebagai bentuk penghargaan kepada Ernest Hemingway, seorang penulis dan wartawan dari sebuah harian bernama Publico, yang pada zaman itu menjadi koran berita paling terpercaya di kota New York.

Meja-meja yang dihiasi klipingan koran sengaja ditampilkan untuk ikut memperkuat suasana industrial dan booming-nya surat kabar di zaman itu.

Adanya ruangan privat juga merupakan konsep utama Publico yang menginginkan adanya ruangan publik yang lebih personal dan intim, di mana para tamu bisa menikmati eksklusivitas Bistro & Winebar, tapi tetap memiliki privasi yang terjaga saat menghabiskan waktu di tempat ini.

Naik ke atas, Anda akan melihat area utama Publico di lantai satu. Dengan open bar and kitchen, Anda bisa melihat secara langsung proses peracikan minuman dan cocktail yang dipesan para tamu serta pemrosesan daging yang mau dipanggang.

Memasuki lantai dua, Anda akan menemukan sebuah area baru yang akan terasa lebih hidup dengan adanya DJ Booth serta area untuk music performances, dan tentunya ruang penyimpanan anggur atau Wine Cellar juga terdapat di lantai ini.

Bicara soal musik dan hiburan, tentu Publico tidak akan lepas dari konsep New York tahun 20-an, yaitu musik Jazz dan Swing.

Pada hari kerja, Anda dapat menikmati sajian live music yang memainkan Jazz, Jazz Pop, Jazz Swing dan Swing. Sementara pada hari Jumat dan Sabtu, Anda dapat menikmati musik dari resident DJ yang juga memainkan music Jazz dan Swing tapi diberi sentuhan musik elektronik modern.

Salah satu keunikan yang dibanggakan Publico adalah adanya Inka Charcoal Grill Oven yang diimpor langsung dari Inggris. Publico mengklaim sebagai satu-satunya restoran di Indonesia yang menggunakan oven modern berbasis arang.

Inka Grill ini diimpor khusus untuk menyesuaikan kekonsistenan konsep di mana pada era ’20-an, memasak atau mengolah makanan masih menggunakan pembakaran arang yang tradisional.

Teknologi masak dengan arang juga dinilai memberi aroma, kelezatan serta tingkat kematangan yang berbeda pada berbagai macam produk panggang yang dimiliki Publico.

Chef Cheppi Aulia, Executive Chef of Publico, mengatakan bahan-bahan makanan yang dipilihnya sendiri merupakan bahan berkualitas tinggi, termasuk daging sapi yang dipastikan berkualitas grade A.

Menurutnya, mesin Inka Grill sengaja dipilih untuk mendapatkan “the smoke flavor” dan arangnya pun bahkan menggunakan arang kelapa yang diimpor dari Singapura.

“Jadi tak cuma memanggang steak untuk sekedar matang, tapi kita juga dapat taste-nya,” ujar Cheppi.

Dari segi lokasi dan konsep, Publico memang memiliki daya tarik karena terletak di kawasan perkantoran Sudirman Central Business District (SCBD) yang didominasi kaum eksekutif. Tapi dari segi menu dan makanan tampaknya tidak ada yang spesial.

Sajian Aglio Oglio sedikit agak kering dan Black Angus Sirloin-nya tidak terlalu istimewa. Apalagi dengan harga makanan yang cukup menguras kantong yaitu sekitar Rp 200.000 ++ per orang.

Inca Grill Oven yang dibanggakan Publico tidak hanya memberikan efek “smoke” pada steak, tapi juga pada pengunjung karena setiap oven dibuka, asap langsung menyembur keluar mengasapi ruangan. Sepertinya cooker hood yang berfungsi menghisap asap tidak bisa membedung gumpalan asap yang langsung keluar saat oven dibuka.

Mungkin benar apa yang orang katakan, kita memang tidak bisa mendapatkan suasana dan rasa makanan yang istimewa sekaligus. Kita harus memilih salah satunya.

Namun untuk mencari suasana baru, boleh lah Anda coba tempat ini untuk santai menikmati alunan Jazz dan Swing sambil membayangkan suasana New York di tahun ’20-an bersama pasangan atau teman Anda.

Penulis: Febriamy Hutapea/FEB