Ilustrasi tempe

Jakarta - Forum Tempe Indonesia melalui Lokakarya Tempe Nasional, Rabu (13/6), mengajukan usulan agar menetapkan 6 Juni 2013 sebagai Hari Tempe Nasional.

"Dipilihnya tanggal 6 juni karena tanggal ini adalah hari kelahiran Presiden Soekarno. Selain itu, Juni 2012 lalu merupakan hari peresmian Rumah Tempe Indonesia (RTI)," Kata Made Astawan, Ketua Forum Tempe Indonesia.

Usulan ini disambut baik oleh Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, yang mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan akan mendukung penetapan Hari Tempe Nasional.

"Kami akan bekerjasama dengan para stakeholders dan juga sekretariat negara untuk mengajukan proposal Hari Tempe Nasional kepada Presiden," ujarnya.

Sebagai negara produsen tempe terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas pangsa pasar dunia.

"Sebelumnya diperlukan stabilisasi harga penyaluran kedelai bagi para petani dan pengrajin tempe lokal," kata Dirjen Perdagangan Kemendag RI, Sri Agustina ketika disinggung mengenai pasokan kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan. "Dengan demikian, Kemendag merancang PP No 32 tahun 2013 tentang pengamanan harga kedelai bagi petani oleh Perum Bulog," katanya lagi.

Lebih lanjut, menurut Made Astawan, diperlukan adanya program terstruktur dari pemerintah dalam bantuan permodalan, penyediaan bahan baku, pembinaan proses produksi, dan perluasan pasar.

Penulis: Ajeng Quamila