Salah Satu Kamar yang ada di Whiz Hotel Semarang
Hotel ini menyediakan sebanyak 148 kamar yang terbagi menjadi tiga tipe,
yakni Whiz Single, Whiz Double, dan Whiz Twin.


Whiz Hotel Semarang yang dibangun oleh pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (Intiland) melalui anak usahanya PT Intiwhiz International, secara resmi dibuka (garnd opening) pada hari ini, senin, 21 November 2011.

Prosesi peresmian pembukaan Whiz Hotel Semarang dilakukan oleh Cosmas Batubara presiden komisaris Intiland dan Moedjianto Soesilo Tjahjono presiden direktur dan chief executive officer
Intiwhiz.

Moedjianto menjelaskan bahwa pembukaan Whiz Hotel Semarang menjadi tahapan penting bagi Intiwhiz dalam rangka perluasan jaringan Whiz Hotel.

Whiz Hotel Semarang merupakan hotel kedua yang dioperasikan Intiland, setelah  Whiz Hotel Yogyakarta dibuka tahun 2010 lalu.

"Kami yakin hotel ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan
menjadi salah satu fasilitas bagi perkembangan kota Semarang," kata Moedjianto.

Whiz Hotel Semarang berlokasi di jalan Piere Tendean, sebuah kawasan bisnis strategis di Semarang. Lokasi hotel ini relatif mudah dijangkau, hanya sekitar 10 menit dari Bandar Udara Ahmad Yani.

Whiz Hotel Semarang terdiri atas 10 lantai dan satu lantai basement untuk fasilitas parkir kendaraan.

Hotel ini menyediakan 148 kamar yang terbagi menjadi tiga tipe,
yakni Whiz Single, Whiz Double, dan Whiz Twin.

Kamar-kamar tersebut menyediakan beragam fasilitas kemudahan dan kenyamanan, antara lain pendingin udara, matras berkualitas, akses internet berkecepatan tinggi, televisi LCD, dan pancuran air
mandi.

Selain menyediakan fasilitas ruangan untuk sarapan pagi, hotel ini dilengkapi pula ruangan rapat berkapasitas 80 orang. Untuk area publik dan lobby, tersedia gratis fasilitas akses internet nirkabel bagi para tamu yang menginap.

"Kami melihat bisnis perhotelan akan tumbuh sangat pesat di Indonesia. Pertumbuhan ini selain didorong oleh meningkatnya aktivitas bisnis dan pariwisata, juga ditopang pesatnya perkembangan perekonomian di daerah Semarang," pungkas Moedjianto.

Penulis: /WBP