Danau Toba

Dorong Wisata MICE, Kempar Dukung Rakernas Asperapi

Danau Toba

Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kempar) terus mencari celah untuk menaikkan kunjungan wisata minat khusus. Terutama dari aktivitas Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE), dengan originasi pasar negara tetangga di ASEAN.

Menurut data yang dilansir di ASEAN Tourism Forum (ATF), 43% wisman di ASEAN itu ternyata berasal dari sesama negara ASEAN, dan 36% ditambah Asia, seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, India, dan lainnya.

Pada 16–19 Februari, Kementerian di bawah komando Menpar Arief Yahya itu memberikan dukungan di Rakernas Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) di Hotel Hakaya Plaza Balikpapan, Kalimantan Timur. Dukungan juga ikut diberikan pada ulang tahun Asperapi di Pulau Derawan, Kalimantan Timur, 17 Februari ini.

“Kalau mau mengejar target 20 juta wisman pada 2019, semua lini harus kerja keroyokan. Termasuk MICE,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kempar, Esthy Reko Astuti.

Kebetulan, MICE punya potensi besar untuk mendatangkan wisman dalam jumlah banyak. Inilah wisata man made unggulan Singapura. Impact-nya terhadap ekonomi dan promosi sangat besar. Diketahui, satu orang turis yang ikut MICE ke suatu negara bisa menghabiskan US$ 1.200 selama tiga hari.

“Ini yang harus digenjot habis, ada economic value yang besar. Singapura bisa besar seperti sekarang salah satunya ya karena MICE,” jelas Esthy.

Esthy tak asal bicara. Singapura memang sangat kuat di wisata MICE. Ada puluhan ribu perusahaan asing, baik dari Eropa, Amerika, Asia dan Australia yang sering melakukan MICE di negeri yang tidak lebih besar dari Pulau Samosir di Danau Toba itu. Jumlah event yang digelar di sana sudah sangat banyak. Skalanya pun rata-rata sudah global.

Tak ingin terus tertinggal, Asperapi pun ikut didekati. Ini adalah salah satu wadah organisasi pariwisata besar di Indonesia. Anggotanya mencapai 616 industri pameran di seluruh Indonesia.

Dari mulai sektor penyelenggara, pengangkutan, stand kontraktor, kepemilikan venue hingga pemasok, semuanya masuk menjadi anggota Asperapi. “Prinsipnya, business lead, government support. Kami akan terus mendorong MICE agar lebih cepat bertumbuh. Operatornya ya industri pariwisata ini. Mereka yang menggerakkan MICE agar bisa bersaing dengan common enemy Malaysia dan professional enemy Thailand,” ucap Esthy.

Sekadar informasi, rangking MICE Indonesia, menurut International Congress & Convention Association (ICCA) ada di peringkat 12. Singapura di peringkat 6, Malaysia 7 dan Thailand 8. Memang masih kalah dari sejumlah negara ASEAN. Tapi saat ini, Indonesia tidak tinggal diam. Sudah ada Indonesia Convention and Exhibition Bureau (Inaceb) yang diberi tugas menaikkan rangking MICE Indonesia.



/BW

PR