Tips Mengajukan Klaim Asuransi Perjalanan yang Efektif

Suasana diskusi tips mengajukan klaim asuransi perjalanan yang efektif, Kamis (12/10). (Istimewa )

Oleh: Harso Kurniawan / HK | Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:50 WIB

Jakarta – Ragam asuransi kini gencar ditawarkan oleh beberapa perusahaan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan layanan jasa ini. Salah satu yang mulai banyak digunakan masyarakat adalah asuransi perjalanan, seiring munculnya tren berwisata, terutama di kalangan kelas menengah.

Wakl Presiden Direktur MSIG Indonesia, perusahaan asuransi perjalanan, Bernandus P Wanandi menyatakan, konsumen perlu mengetahui beberapa tips agar klaim asuransi cepat cair. Sebelum mengajukan klaim, tertanggung harus memahami dan mempelajari seluruh manfaat asuransi yang telah dibeli, kemudian mencatat dan segera melaporkan melalui layanan call center apabila terjadi klaim.

“Selanjutnya, lengkapi seluruh dokumen sesuai dengan jenis klaim yang diajukan,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (12/10).

Selama ini, menurut data MSIG, klaim yang sering terjadi saat perjalanan ke luar negeri antara lain soal keterlambatan penerbangan, biaya medis pengobatan karena sakit, dan kehilangan uang atau barang pribadi.

Dia menambahkan, untuk klaim keterlambatan penerbangan, dokumen yang diperlukan adalah formulir klaim, polis asuransi, kartu identitas, surat keterangan dari penerbangan, dan boarding pass. Sementara itu, untuk klaim kehilangan uang atau barang pribadi, diperlukan dokumen seperti formulir klaim, polis asuransi, kartu identitas, bukti pembayaran, dan laporan pihak kepolisian

Dalam pandangan dia, ada beberapa urgensi memiliki asuransi perjalanan. Pertama, asuransi ini akan menghindarkan kerugian besar, karena ada perlindungan terhadap perabotan rumah tangga, ketika terjadi kebakaran selama ditinggal atau rencana penerbangan ditunda, atau bahkan dibatalkan. Kedua, asuransi perjalanan juga akan menanggung kerugian akibat bagasi hilang, dokumen perjalanan, bahkan uang maupun barang pribadi. Kemudian, jika menderita sakit selama di tempat tujuan atau meninggal dunia/cacat tetap akibat kecelakaan, akan ditanggung asuransi.

Tidak hanya itu, demikian Bernandus, ada sebagian negara yang mengharuskan pengunjung memiliki asuransi perjalanan selama berada di negara itu. Di sisi lain, semakin pesatnya teknologi digital, MSIG Indonesia merilis layanan asuransi online.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT