Singapura
Singapura berhasil menarik wisatawan 20 kali lebih banyak per kapita dibanding negara-negara ASEAN lain.

Berdasarkan Laporan Tahunan ASEAN Bidang Pariwisata 2012, Singapura menempati urutan pertama negara ASEAN dengan sektor pariwisata yang paling menarik bagi investor disusul Malaysia dan Thailand.

Dalam laporan itu juga disebutkan, bahwa Singapura berhasil menarik wisatawan 20 kali lebih banyak per kapita dibanding negara-negara ASEAN lain.

Sementara Malaysia dikategorikan sebagai salah satu dari 10 negara tujuan wisata terfavorit di dunia dengan 25 juta wisatawan mengunjungi negara ini tiap tahunnya. Sedangkan Filipina yang memiliki daerah lebih luas dari Malaysia hanya mampu menarik wisatawan seperenam kali jumlah yang dicapai Malaysia.

Laporan yang dibacakan pada Pertemuan Tingkat Tinggi Sektor Wisata ASEAN 2012 di Bangkok pada Rabu (30/5), berisi analisa kekuatan sektor pariwisata negara-negara ASEAN sekaligus rekomendasi mengenai cara mengembangkan sektor tersebut agar lebih menguntungkan bagi negara-negara di kawasan.

Pemberian peringkat didasarkan pada penilaian yang mencakup beberapa faktor yaitu, kebijakan dan peraturan negara bersangkutan, pelestarian lingkungan, keselamatan dan keamanan, kesehatan dan kebersihan, prioritas pariwisata, infrastruktur transportasi udara, infrastruktur transportasi darat, infrastruktur pariwisata, infrastruktur Informasi dan Teknologi (ICT), daya saing harga, sumber daya manusia, afinitas untuk sektor pariwisata, sumber daya alam dan sumber daya budaya.

Negara ASEAN lain seperti Brunei Darussalam, Indonesia dan Vietnam dikategorikan sebagai negara yang memiliki potensi di bidang wisata, tapi masih memiliki berbagai kelemahan. Sementara itu Filipina dan kamboja dikategorikan sebagai negara ASEAN yang memiliki banyak kelemahan di sektor ini.

Beberapa kelemahan sektor wisata negara-negara ASEAN yang disorot dalam laporan tahun ini adalah infrastruktur kurang memadai dan perhatian terhadap lingkungan yang masih kurang.

Laporan tahun ini menekankan peran penting sektor pariwisata dalam mempercepat pembentukan komunitas ASEAN. Laporan mengulas tentang upaya dan inisiatif negara-negara anggota ASEAN untuk bersama-sama mengembangkan sektor ini.

Pariwisata tidak hanya berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial, bidang ini juga merepresentasikan integrasi negara-negara di kawasan ASEAN. “Keterhubungan antar masyarakat ASEAN melalui sektor pariwisata bisa membantu mewujudkan rasa kebersamaan dan saling memiliki diantara masyarakat," kata Direktur Pelaksana Forum Ekonomi Dunia (WEF), Borge Brende.

Penulis: