Salah satu tim kontestan Tour de Singkarak (TdS) 2012 saat menjajal rute etape I di Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (3/6).
Banyak situs peninggalan kolonial Belanda

Pemerintah berjanji akan memperjuangkan Sawahlunto, sebuah kota bersejarah Sumatra Barat menjadi salah satu Kota Warisan Dunia. Kota tempat etape pertama Tour de Singkarak 2012 itu memang mempunyai sejumlah bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda.

“Kita ingin menjadikan Sawahlunto sebagai Kota Warisan Dunia dengan wisata pertambangan kunonya. Kami sedang berjuang ke UNESCO,” ujar Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat jumpa pers, Senin (4/6) di Sawahlunto.

Meskipun kecil, kota Sawahlunto menyimpan potensi budaya luar biasa dengan situs-situs peninggalan Belanda. Di jaman pemerintahan Hindia-Belanda, kota ini merupakan tambang batu. Karenanya, pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun mencanangkan kota ini sebagai “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya”.

Salah satu lokasi tambang yang kini menjadi tujuan wisata adalah Lubang Mbah Soero. Menurut situs resmi Kota Sawahlunto, lorong Lubang Mbah Soero ini mencapai 1,5 km dengan kemiringan hampir 20 derajat. Penambangan di lubang Mbah Soero ini merupakan titik awal penambangan terbuka di kota Sawahlunto.

Pembukaaannya dilakukan sejak tahun 1891 sedangkan proses pembangunannya dilakukan pada tahun 1898. Penambangan ditutup tahun 1932 untuk mencegah bahaya lebih besar akibat rembesan air Sungai Batang Lunto ke dalam lokasi tambang.

Sawahlunto sendiri merupakan salah satu deklarator dari 12 kota yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Untuk itu, Kemenparekraf bertekad untuk terus menjaga Jaringan Kota Pusaka Indonesia yang saat ini terdiri dari 18 kota di seluruh Indonesia.

“Jaringan Kota Pusaka Indonesia harus didukung untuk pusat turisme. Kami akan bekerja sama dengan kementrian pendidikan nasional dalam hal ini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

Penulis: /SES