Salah satu teknik Molecular Gastronomy
Ternyata, rumahpun bisa dibuat menjadi laboratorium makanan

Semakin populernya teknik memasak Molecular Gastronomy membuat banyak orang tertarik untuk mempelajarinya.

Hal yang sama juga melanda sebagian kalangan ibu rumah tangga yang terbiasa memasak dirumah, dengan menjadikan dapur mereka sebagai labolatorium makanan.

Untuk yang ingin mencoba membuat masakan dengan teknik Molecular Gastronomy, berikut adalah beberapa bahan makanan yang biasa digunakan.

Agar-agar
Bahan yang satu ini dikenal sebagai gelatin vegetarian. Bahan ini merupakan produk berbasis rumput laut yang dapat digunakan dalam proses memasak untuk membuat parmesan, tomat artifisial dan memilik kemampuan untuk mengubah cairan menjadi bola serta lembaran.

Kalsium Laktat dan Natrium Alginat
Secara bersamaan, kedua bahan aditif ini digunakan dalam proses spherification, yang memungkinkan koki untuk membuat mutiara atau semacam kaviar artifisial, yang terasa meledak di mulut dan mengeluarkan cairan jus dan bahan isian lainnya saat digigit.

Xantham Gum
Tidak seperti sari pati jagung dan tepung, Xantham Gum dapat mengentalkan bahan tanpa mengubah rasa dan warna. Cobalah gunakan bahan ini untuk menebalkan balsamic vinegar dan salad dressing lainnya, atau untuk membuat milkshake rendah lemak.

Lesitin Kedelai
Salah satu motif yang paling populer dan umum dalam masakan molekul adalah dengan menggunakan busa untuk membumbui hidangan. Lesitin kedelai dapat digunakan untuk membuat busa keluar dari semua bahan cair seperti kecap dan jus buah jeruk.

Penulis: