pintu lintas batas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu
Joint exit survey disetujui agar melanjutkan di border Entikong dan Tebedu.

Rapat Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia ke-28 menyepakati adanya peningkatan kerja sama pariwisata. Di antaranya, berupa pemberian potongan harga penerbangan dan hotel di kedua negara.

"Ini menjadi salah satu hasil pra sidang ke-28 Sosek Malindo untuk tingkat daerah Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak bidang pariwisata dan kebudayaan," kata Ketua Rapat Tim Teknis, Yusri Zainuddin, di sela pertemuan ke-28 Sosek Malindo di Pontianak, kemarin.

Ia melanjutkan, rapat bidang pelancongan/pariwisata antarkedua daerah itu membahas berbagai upaya dalam meningkatkan kerja sama pariwisata.

Sejumlah isu yang dibahas antara lain "Joint Tourism Development and Promotion", Pusat Informasi dan "Joint Notice Board", "Joint Exit Survey", Pemberitahuan Kegiatan Pariwisata/Pelancongan.

Selain itu, kerja sama kawasan eko pelancongan/ecotourism, museum, kebudayaan dan kesenian, sejarah dan nilai budaya, dan kerja sama perlindungan barang antik/benda cagar budaya.

Tim dari Sarawak dipimpin Pengerusi Tim Kebudayaan dan Pelancong Peringkat Negeri Sarawak, Datuk IK Pohan Anak Joyik.

Ia melanjutkan, untuk "Joint Tourism Development and Promotion", yang disepakati untuk dibahas pada Sidang Sosek Malindo antara lain merancang bersama paket wisata antara pihak, pertukaran informasi tempat-tempat wisata di tempat-tempat strategis di kedua negara.

Kemudian, koordinasi travel agen antara kedua negara ketika memandu wisatawan negara asal di negara tujuan, serta menetapkan prosedur standar pengoperasian kendaraan angkutan pariwisata lintas batas negara.

Sedangkan untuk pusat informasi dan "joint notice board", kedua belah pihak telah menyediakan pusat informasi wisata dan memaksimalkan pemanfaatannya, termasuk memuat informasi wisata di masing-masing laman.

Selanjutnya, untuk joint exit survey disetujui agar melanjutkan di border Entikong dan Tebedu serta hanya melibatkan CIQS di mana hasil survei akan dilakukan pertukaran antara kedua negara.

Kalbar dan Serawak juga menyepakati agar setiap kota/kabupaten di kedua daerah akan memberitahukan semua undangan yang berkaitan dengan bidang kebudayaan dan pariwisata.

"Khusus kerja sama kawasan eko wisata, salah satu poin yang disepakati adalah kerja sama kawasan yang berbatasan antara kedua wilayah yaitu Taman Nasional Batang Ai, Sarawak dengan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum," kata dia.

Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong semua upaya yang berkaitan dengan kerja sama eko wisata tersebut. "Salah satunya adalah mendukung kedua pemerintah untuk segera membuka border di Nanga Badau dan Lubok Antu," ungkap dia.

Selain itu, disepakati juga agar travel agen dapat menyusun paket eko wisata dimaksud. Kedua belah pihak juga bermaksud menyusun rancangan bersama perkembangan eko wisata melalui penelitian dan pengembangan.

Sedangkan di bidang kebudayaan, kesepakatan antara lain mencakup pertukaran informasi hasil penelitian koleksi, buletin, dan katalog yang dimiliki oleh Museum Provinsi Kalbar dan Muzium Sarawak.

"Juga melakukan pertukaran atau pinjaman koleksi atau replika untuk kepentingan pameran, mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan museum kedua belah pihak, dan saling mengundang pelaksanaan even budaya yang diselenggarakan kedua belah pihak," ujar Yusri.

Acara di Kalbar yang menjadi bahan bahasan di sidang tim teknis tersebut antara lain Festival Budaya Bumi Khatulistiwa 2013, Gawai Dayak, Peringatan Titik Kulminasi di Pontianak, Pesta Adat Gawai Adat Dayak di Sanggau, GOWES 153 KM (Tour D Singkawang 2013) akan dilaksanakan pada tanggal 22-25 Februari 2013, serta pelaksanaan International Borneo Sumpit Tournament (IBOST) tanggal 5-7 Oktober 2012.

Selain itu, disarankan agar Upacara Nyobeng di Kabupaten Bengkayang setiap tanggal 15-16 Juni menjadi salah satu even yang disepakati untuk dipromosikan.

Sementara kegiatan di Sarawak antara lain Borneo Cultural Festival (BFC) di Sibu, World Harvest Festival (WHF) yang merupakan kegiatan tahunan di Kampung Budaya Sarawak, serta Pelaksanaan Sarawak Regatta di Waterfront Sarawak tanggal 14-16 September.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk kerja sama perlindungan barang antik/benda cagar budaya berupa mencegah dan membantu dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan benda cagar budaya yang masuk secara ilegal di kedua negara.

Benda-benda cagar budaya yang dimiliki oleh masyarakat akan disosialisasikan agar diberitahukan kepada pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku di kedua negara.

"Tim juga mengusulkan kepada Tim Teknis Pencegahan Penyelundupan untuk mencegah keluar masuk barang antik/benda cagar budaya secara ilegal sesuai aturan masing-masing negara," kata Yusri.

Kalbar dan Sarawak juga akan lebih mempromosikan mengenai Sosek Malindo melalui kendaraan umum maupun pribadi.

Penulis: