Pelarangan cairan masih akan diberlakukan di sejumlah bandara.
Menunggu kesiapan seluruh bandara memiliki alat pemindaian yang modern.

Larangan untuk membawa cairan lebih dari 100 ml menyebabkan ketidaknyamanan pada 2006 lalu. Namun, tampaknya peraturan tersebut akan direvisi pada April 2013. Akan tetapi, Komisi Eropa menyatakan akan mencabut peraturan itu secepatnya.

Keputusan pencabutan larangan itu didukung oleh beberapa maskapai. Mereka mengatakan bahwa teknologi pemindaian cairan yang berbahaya belum cukup untuk menangani banyak jumlah penumpang yang menggunakan pesawat.

Airport Operators Association (AOA) menanyakan tiga hal yang harus dijawab mengenai keuntungan apabila larangan tersebut dicabut. Pertama, apakah pencabutan larangan tersebut akan menambah kenyamanan para pengunjung dan petugas keamanan serta apakah dapat diterapkan secara praktis oleh pihak bandara.

Peraturan ini awalnya diberlakukan pada 2006 untuk menghindari terjadinya pembajakan pesawat dengan meledakkannya menggunakan cairan berbahaya.

Komisi Eropa mengatakan bahwa peraturan itu dapat dicabut jika seluruh bandara sudah dilengkapi alat pemindaian yang lebih modern. Namun, proses untuk melakukan itu ternyata lebih merepotkan daripada yang diperkirakan.

Darren Caplan, Chief Executive AOA, mengatakan kepada Travel Weekly: “Airport Operators Association mengusulkan agar peraturan tersebut tidak dicabut pada tahun depan, dan kami menyetujui keputusan Komisi Eropa yang akan melakukan pendekatan ulang yang lebih realistis.”

“Kami ingin melihat proses yang dilakukan untuk mencabut larangan itu, tapi hanya jika teknologi pemindaian yang modern telah diberlakukan sehingga proses pemeriksaan dapat meyakinkan,” ujarnya menambahkan.

Penulis: