Bahan Makanan Mentah
Raw food sangat menghindari pemanasan yang berlebih karena dapat menghilangkan enzim yang terkandung dalam makanan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang tren makanan yang telah menyebar keseluruh dunia ini, tentunya perlu dipahami lebih dahulu secara benar tentang definisi atau artian dari konsep raw food itu sendiri.

Menurut artian harfiahnya, raw food merupakan makanan mentah yang tidak dimasak lebih dari 45 derajat celcius atau sekitar 118 derajat Fahrenheit, dengan cara digoreng, dibakar, dipanggang ataupun dengan cara pemanasan lainnya, termasuk juga tidak dimasak sama sekali.

Raw food, atau biasa juga disebut dengan living food (makanan hidup) merupakan makanan dalam bentuknya yang paling orisinal dan biasanya terdiri dari sayuran, buah-buahan, serta kacang-kacangan mentah.

Untuk alasan paling mendasar, mengkonsumsi makanan mentah dianggap sangat baik jika makanan tersebut organik, dan tidak diproses sama sekali. Hal inilah kelebihan yang ditawarkan oleh raw food bagi kalangan yang ingin merubah pola makan dan hidup mereka.

Kalangan penganut raw food beranggapan, dalam buah, sayuran ataupun daging mentah, terdapat enzim, suatu substansi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan.

Saat kesemua bahan itu dimasak pada suhu di atas 40 derajat Celcius, nutrisi yang terkandung dalam sayuran biasanya masih akan tersisa.

Sayangnya, enzim yang seharusnya menjadi unsur penting bagi pencernaan dalam tubuh justru menjadi mati. Makanan yang tak mengandung enzim, saat masuk ke dalam tubuh akan dikenali pencernaan sebagai unsur asing.

"Karena enzimnya sudah tidak ada, tubuh akan berusaha lebih keras dalam mengolah makanan tersebut. Namun, dengan mengkonsumsi makanan yang masih mentah maka enzim yang ada di sayuran atau buah-buahan akan meringankan kerja pencernaan," jelas Cherie Soria, pendiri dan pengajar raw food ternama di dunia seperti dikutip dari laman rawguru.

Menurut Soria yang sering disebut Mother of Raw Food dan merupakan pendiri Living Light Culinary Institute (tempat artis Sophie Navita dan Gwen Winarno menimba ilmu tentang raw food), ketika 75 - 100% dari total konsumsi makanan yang masuk kedalam tubuh adalah makanan mentah, maka pencernaan akan bekerja lebih mudah dan bisa menghilangkan sebagian besar racun yang ikut masuk saat makanan mengalami proses pemanasan.

Konsep raw food sendiri, lanjut dia, sangat menghindari pemanasan makanan karena diketahui dapat mengurangi nilai gizi makanan dan menyebabkan perubahan kimia dalam makanan.

Makanan yang dimasak dapat menciptakan banyak mutasi karsinogen, radikal bebas dan racun lainnya yang terkait dengan penyakit saat ini, mulai dari diabetes, arthritis, jantung dan kanker.

Selain itu, raw food juga dinyatakan dapat menambah energi, menurunkan tingkat kolestrol, membuat kulit yang lebih cerah, menurunkan berat badan serta menjadikan kekebalan tubuh lebih kuat.

"Dengan mengkonsumsi raw food yang terbebas dari bahan kimia, akan mendorong tercapainya kondisi kesehatan yang maksimal dan menolong tubuh untuk menghilangkan radikal bebas termasuk memperbaiki segala kerusakan yang disebabkan oleh makanan yang dimasak," ungkap ahli masakan yang telah berkecimpung dalam dunia raw food selama lebih dari 40 tahun itu.

Bukti dari dedikasi penulis buku terkenal berjudul 'Revolusi Pola Makan Makanan Mentah (The Raw Food Revolution Diet)'telah menarik sejumlah kalangan, termasuk koki dan instruktur profesional, dari lebih 40 negara untuk belajar di Living Light Culinary Institute.

Lewat sekolah kuliner miliknya, Soria mengajarkan ratusan murid dari seluruh dunia yang ingin mendalami tentang masakan raw food. Dirinya secara telaten mengajarkan mereka cara untuk membuat membuat  canape, kraker, pizza, cheese cake, salad dan dressing.

Hebatnya, semua jenis makanan tersebut diolah tanpa pemasakan atau pemanasan. Keahlian yang dimiliki oleh siswa yang belajar di tempat ini, dipercaya dapat menjadikan makanan mentah lebih bervariasi.

"Kami sendiri memiliki lebih dari 300 lulusan Living Light Culinary Institute yang telah menjadi instruktur di lebih dari 40 negara yang berbagi pesan dengan banyak orang lainnya akan hal ini. Saya memiliki keyakinan bahwa raw food akan semakin mengalami bertumbuh secara esensial dan luar biasa besar," tambahnya.

Sementara itu, Marina Gladkikh yang dikenal sebagai pelopor gerakan raw food di Rusia menyatakan, awalnya dirinya bergelut dengan raw food dikarenakan menjalankan saran yang diberikan oleh saudaranya.

Marina dianjurkan untuk mulai beralih mengkonsumsi makanan mentah, dengan harapan bisa membantu dan menyembuhkan penyakit yang dideritanya selama ini.

Setelah beralih ke raw food, Gladkikh mengalami perubahan besar dalam menilai makanan yang dikonsumsinya. Selain itu, kebugaran fisiknya juga semakin membaik.

Berdasar pengakuannya, dia bisa berjalan tanpa alas kaki bahkan di atas es dan salju, semua penyakitnya menghilang, dan beratnya turun sampai 15 kilogram.Berkat pengalamannya itu, Marina sekarang ini sering diundang untuk berbicara tentang raw food.

Marina juga telah menerbitkan sejumlah buku yang bertemakan raw food seperti 'From Green Cocktails to Raw Food' dan 'My Life: Raw Foodism' dan mendapat respon yang cukup bagus dari kalangan penganut istilah raw food.

"Saya menyadari bahwa transisi ke pola makan mentah jauh lebih efisien ketimbang menghindari beberapa jenis makanan. Saat menjalaninya, seseorang bisa memvariasikan berbagai jenis menu sambil belajar mendengarkan tubuh, mengamati perubahannya dan akhirnya memilih jenis makanan yang tepat," kata dia seperti dilansir laman suprememastertv.

Pendapat Marina diamini oleh Chef Gatot Susanto, Executive Chef Hotel Aston Paramount Serpong yang biasa menangani pesanan makanan berjenis raw food dari para tamu ekspatriat di hotel tersebut. 

Menurut Chef Gatot, beberapa jenis makanan kombinasi raw food seperti Salad, Sashimi (irisan ikan mentah ditambah sayuran segar), Steak Tartare, Tuna Salad ataupun Beef Carpachio bisa dipadukan dengan jenis sayuran segar sesuai dengan keinginan.

"Raw food itu sebenarnya mudah. Kita tinggal memvariasikannya saja. Tuna Salad misalnya. Daging ikan yang digunakan mesti fresh. Grilled-nya juga sebentar saja. Sampai medium rare dengan waktu 2 menit," tambah dia.

Selain itu, lanjut dia, untuk berbagai variasi saus yang digunakan dalam sejumlah makanan berbahan raw food juga bisa di kombinasikan sesuai keinginan.

"Untuk bahan sausnya, kita tinggal mengganti dari jenis yang konvensional dengan saus yang memiliki kadar nabatinya lebih kuat ditambah olive oil, sesame oil dan beberapa jenis bahan saus lainnya," imbuhnya.

"Sebenarnya, masyarakat kita secara tidak sadar juga telah mengkonsumsi raw food. Namun, kebanyakan tidak mengetahui kategori apa yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsinya. Hal ini tentu berbeda dari kalangan masyarakat barat yang memang mempelopori hal itu," pungkasnya

Penulis:

Sumber:Dari Berbagai Sumber