Ilustrasi pariwisata Bali.
Nilai investasi PMDN pariwisata di Indonesia meningkat dari Rp 394 miliar di 2011 menjadi Rp860 miliar di 2012.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berjanji memfasilitasi berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi atau menanamkan modalnya di bidang pariwisata di Indonesia.

"Kita memiliki program untuk meningkatkan investasi di bidang pariwisata. Jadi kita akan fasilitasi pihak manapun yang ingin berinvestasi pariwisata di Indonesia," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim, di Jakarta, Rabu.

Pihaknya memfasilitasi dalam hal penyusunan proposal investasi pariwisata daerah. Selain itu, kata Firman, pihaknya akan memfasilitasi pertemuan daerah dengan pengembang di daerah.

"Kita juga membuat informasi dan data bisnis investasi," katanya.

Untuk mendukung peningkatan investasi di bidang pariwisata, Firmansyah menekankan pada pentingnya partisipasi dalam event investasi pariwisata baik di dalam maupun luar negeri.

Pihaknya berupaya untuk mempromosikan investasi pariwisata di tanah air melalui berbagai jalur termasuk di antaranya melalui media.

"Hal yang juga tak kalah penting adalah memfasilitasi pertemuan bisnis dengan investor atau calon investor dan memfasilitasi penyelenggaraan forum investasi," katanya.

Pihaknya mencatat nilai investasi PMA (Penanaman Modal Asing) bidang pariwisata meningkat dari Rp 2,4 triliun di 2011 menjadi Rp 6,9 triliun sampai posisi September 2012.

Firmansyah menyebut nilai investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) bidang pariwisata di Indonesia, mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni dari Rp394 miliar di 2011 menjadi Rp860 miliar di 2012 sampai posisi September.

"Nilai investasi bidang pariwisata di Indonesia, baik PMA maupun PMDN mengalami peningkatan signifikan hingga melampaui target yang ditetapkan, bahkan lebih dari 200 persen," katanya.

Penulis: /FER