Petugas kebersihan membersihkan maket proyek Bumi Serpong Damai (BSD), di kantor pemasaran BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (26/9). PT Bumi Serpong Damai Tbk ? anggota kelompok Sinar Mas Land selaku pengembang BSD City, berhasil membukukan angka penjualan marketing sebesar Rp 2,05 triliun pada semester I-2012, dimana 77% diantaranya merupakan kontribusi dari penjualan unit properti baik itu unit residensial, komersial maupun perkantoran di kawasan BSD City.

Jakarta - Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia mengumumkan bahwa pembangunan tahap satu Indonesia International Expo (IIE), sebuah Convention and Exhibition Hall terbesar di tanah air yang bertaraf Internasional akan selesai pertengahan tahun 2014. Proyek kerjasama dengan Kompas Gramedia (KG) ini akan dibangun di atas lahan seluas 22 hektar, berlokasi di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, dengan luas bangunan berkisar 200.000 m2.

Ditunjang lokasi strategis, fasilitas lengkap dan kemudahan transportasi, membuat Indonesia International Expo menjadi sebuah terobosan baru bisnis MICE (Meetings, Incentives, Convention and Exhibitions) di Indonesia.

"Melalui pembangunan Convention & Exhibition Hall terbesar di Indonesia ini, Sinar Mas Land dan Kompas Gramedia ingin mendukung industri MICE tanah air untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan National & International seperti World Conferences International Exhibition, Theaterical Performances, Meeting, Music Concerts, Gala Dinner, Private launches dan lain-lain,” ujar Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land dalam siaran persnya hari ini.

Ishak melanjutkan pembangunan Indonesia International Expo akan dilangsungkan secara bertahap. Pembangunan tahap pertama yaitu seluas kurang lebih 200,000 m2 bangunan terdiri dari ruang Exhibition & Convention, Hotel bintang 3 dengan 295 kamar dan fasilitas parkir yang sangat memadai untuk mendukung event besar berskala International.

Tambahan 2 hotel (bintang 4 dan budget hotel), Gedung Perkantoran dan perluasan gedung Convention & Exhibition akan dilakukan setelah tahap 1 selesai dibangun.

“Kami targetkan pembangunan Indonesia International Expo secara keseluruhan dapat selesai pada pertengahan tahun 2014, dan langsung bisa mulai beroperasi,” ujar Ishak Chandra. Pembangunan tahap 1 saja diperkirakan menelan dana hampir Rp. 2 Trilliun rupiah, itu diluar biaya pembelian tanah.

Mengusung tema bangunan ramah lingkungan (green building), Indonesia International Expo juga akan dilengkapi beragam aspek seperti lokasi, kapasitas, spesifikasi serta fasilitas yang didukung oleh kemudahan akses melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Proyek prestisius ini merupakan hasil kejelian Sinar Mas Land dan Kompas Gramedia menangkap peluang bisnis MICE di Indonesia. Banyaknya event dan pameran yang diadakan di Indonesia setiap tahun, baik bertaraf lokal, nasional, hingga internasional kurang didukung jumlah venue berstandar internasional yang jumlahnya masih sedikit di Indonesia. Untuk itulah Indonesia International Expo yang diharapkan mampu menjadi venue kebanggaan masyarakat Indonesia diwujudkan dalam bentuk nyata.
.
Peluang Besar Bisnis MICE

Bisnis MICE (Meetings, Incentives, Convention and Exhibitions) menjanjikan peluang yang besar di tanah air mengingat banyaknya event dan pameran yang diadakan di Indonesia setiap tahun, baik yang bertaraf lokal, nasional, hingga internasional. Terlebih lagi, hal tersebut juga didukung dengan semakin berkembangnya perusahaan penyelenggara pameran dan pendukung seperti event organizer, kontraktor dan lain-lain.  

Bisnis ini dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) mencatat jumlah pameran di Indonesia pada tahun 2010 adalah 265 pameran dan meningkat menjadi 324 pameran pada tahun 2011.

Hal ini mengindikasikan bahwa bisnis MICE merupakan bisnis yang memiliki prospek menarik di tanah air. Hal ini juga didukung oleh semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia serta stabilnya nilai rupiah yang mengundang investor dan exhibitor untuk menyelenggarakan acara di Indonesia. Besarnya populasi penduduk juga menjadi salah satu daya tarik penyelenggaraan MICE di Indonesia.

Di sisi lain, saat ini hanya sedikit venue di Indonesia yang memenuhi standar internasional untuk menangkap peluang penyelenggaraan pameran bertaraf internasional, sedangkan pertumbuhan kota-kota di Indonesia terus meningkat. Inilah yang menjadi salah satu alasan Kompas Gramedia dan Sinar Mas Land membangun Indonesia International Expo yang direncanakan akan menjadi yang terbesar di Indonesia.

Sedangkan, apabila kita melihat negara Asia lainnya seperti Singapura yang memiliki Marina Bay Sands dengan luasan 120.000m², Bangkok dengan IMPACT convention hall dengan luasan 140.000m² dan juga Shanghai New International Expo Centre (SNIEC) dengan luasan mencapai 300.000m². Melalui pembangunan Convention & Exhibition Hall terbesar di Indonesia ini, Kompas Gramedia dan Sinar Mas Land ingin mendukung MICE industri tanah air untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seperti world conferences international exhibition, theaterical performances, meeting, music concerts, gala dinner, private launches dan lain-lain.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER