Gandeng STP Bandung, Intiland Dirikan Sekolah Perhotelan

Gandeng STP Bandung, Intiland Dirikan Sekolah Perhotelan
Peresmian kerjasama Yayasan Intiland dengan STP Bandung dalam pendirian sekolah perhotelan Intesa, di jakarta, senin (9/9) ( Foto: BeritaSatu.com/Feriawan Hidayat / BeritaSatu.com/Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat Senin, 9 September 2013 | 11:58 WIB

Jakarta - Mengantisipasi pesatnya perkembangan industri perhotelan dan pariwisata sekaligus memberikan kesempatan belajar dan menyediakan tenaga kerja terampil di bidang perhotelan bagi masyarakat, Yayasan Intiland, menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung untuk mendirikan Intesa School of Hospitality di kota Yogyakarta.

Sekolah perhotelan Intesa, yang dalam bahasa Italia memiliki arti "mengerti", rencananya akan mulai menerima siswa baru pada bulan September 2013 dan memulai masa pendidikan pada tanggal 6 Januari 2014.

"Kami menyadari kebutuhan dunia usaha, khususnya di bidang perhotelan, terhadap tenaga terampil sangat tinggi di masa depan. Lewat sekolah ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk mendapat pendidikan bermutu dan menjadikan mereka siap bekerja," papar Hendro S. Gondokusumo, Presiden Direktur dan CEO Intiland di Jakarta, Senin, (9/9).

Menurut Hendro, Yayasan Intiland didirikan oleh pihaknya untuk menjadi payung dari program dan kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) Intiland. Salah satu program yang disiapkan adalah aktif berkiprah di bidang pendidikan melalui pendirian sekolah, membantu lembaga pendidikan dan pemberian beasiswa.

"Jika dimungkinkan, ke depannya kami berencana untuk membuka sejumlah sekolah lain di sejumlah kota, agar kesempatan bagi anak didik di kota lain dapat menikmati pendidikan yang disediakan oleh Intesa ini," tambahnya.

Sementara itu, Drs. Saiful Adi Mph, Plt Ketua STP Bandung menyatakan, dalam kerjasama tersebut, para siswa mendapat pendidikan dan pelatihan di bidang pelayanan kantor (front office service), tata boga (food and beverage service) dan pelayanan tata graha (housekeeping service).

Sistem pendidikan Intesa memiliki jangka waktu pendidikan enam bulan, yang terbagi dalam tiga bulan di kelas dan tiga bulan praktik kerja di jaringan hotel Intiwhiz.

"STP Bandung memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan menyediakan sarana belajar untuk memajukan industri perhotelan dan pariwisata nasional," jelas Saiful.

Lebih lanjut Saiful mengatakan, metode pengajaran di Intesa mengkolaborasikan antara keahlian akademik dan praktisi berpengalaman di bidang perhotelan, sehingga membuat siswa didik menjadi tenaga kerja yang mahir dan siap kerja.

"Kurikulum Intesa menerapkan Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC) yang merupakan modul kurikulum berbasis kompetensi yang cocok diaplikasikan dalam program pendidikan di Intesa, sekaligus memperkuat lulusan Intesa dalam mendapat pengakuan profesi di kawasan regional maupun internasional," tambah Saiful.

Dalam kesempatan yang sama, Mudjianto Soesilo, CEO PT Intiwhiz International menyatakan, kebutuhan tenaga kerja perhotelan yang dibutuhkan oleh jaringan hotel Intiwhiz sangat besar.

Apalagi, menurut dia, jaringan hotel yang dimiliki oleh Intiwhiz tersebar di sejumlah kota Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Malang, Lampung, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Bali, Balikpapan, Mando dan Makassar.

"Untuk Whiz Hotel (bintang tiga) sendiri butuh sekitar 35 orang di setiap hotel. Sedangkan untuk Grand Whiz (bintang empat), sekitar 170 orang per hotelnya. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di bidang Hospitallity ini sangat besar," kata Mudjianto.

CLOSE