Depok Jadi Lirikan Pengembang Apartemen Premium

Depok Jadi Lirikan Pengembang Apartemen Premium

Ilustrasi Pembangunan Apartemen (Beritasatu.com/Danung Arifin/Danung Arifin)

Oleh: Siprianus Edi Hardum / FMB | Rabu, 12 Maret 2014 | 14:34 WIB

Jakarta -  Pembangunan hunian vertikal di Ibu Kota Jakarta makin ramai. Hal ini memaksa para pengembang untuk melirik kawasan penyangga Jakarta sebagai target pengembangan baru.

Direktur Utama PT Agung Multi Berjaya (PT AMB), Joeneza Bachtiar, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/3), mengatakan, gurihnya bisnis properti apartemen kelas premium di pinggiran Jakarta tidak hanya diminati kalangan pengembang lawas. Sebut saja, PT AMB, korporasi properti debutan yang mencoba peruntungan dengan mengembangkan Atlanta Residence, apartemen kelas premium di Margonda, Depok.

"Konsumen properti di Selatan Jakarta punya karakter dan kelas tersendiri. Selama produk properti yang ditawarkan sesuai selera si konsumen, maka meski ada kemudahan pola pembayaran uang muka, mereka malah memilih skema transaksi secara cash keras atau cash bertahap," ungkap Joeneza Bachtiar.

Dia mengatakan, proyek satu menara apartemen premium yang akan dibangun di areal seluas 1 hektare ini bakal menyedot investasi senilai Rp 350 miliar. “Dari total kebutuhan investasi itu, sebesar 60 persen bersumber dari internal perusahaan. Sedangkan 40 persen sisanya berasal dari pinjaman perbankan," tutur Joeneza.

Joeneza menyebut, koridor Margonda Raya dipilih sebagai lokasi proyek properti perdana besutan PT AMB karena kawasan itu merupakan pusat bisnis termahal di Kota Depok. "Saat ini Kota Depok sudah lebih tertata rapi sehingga memperlihatkan strata masyarakatnya yang bukan lagi warga kelas pinggiran Jakarta. Contohnya, di sepanjang ruas Jl Margonda Raya yang sudah disulap menjadi area wisata kuliner yang komplet," ucapnya.

Hasil riset terkini Jones Lang LaSalle yang dirilis baru-baru ini juga mengakui keunggulan bisnis properti di Kota Depok. Tren perkembangan industri properti di Depok dinilai lebih baik ketimbang kawasan lainnya yang juga mengepung Jakarta. Apalagi, pertumbuhan harga tanah di kedua wilayah ini dianggap masih sangat rasional, yakni di kisaran 20-30 persen per tahun.

"Karena itu kami optimistis bahwa proyek Atlanta Residence ini bisa cepat diserap pasar. Adapun target konsumen apartemen ini adalah level middle-up, terutama kalangan eksekutif muda yang dinamis," imbuh General Manager PT AMB, Dany Durani.

Betapa tidak, kata Dany, pra-penjualan (pre-sales) dalam tempo kurang dari satu bulan saja sudah terjual sekitar 10 persen dari total unit yang dibangun.

Apartemen yang beralamat di Jl Margonda Raya No.28 atau bersebelahan dengan RS Bunda-Depok, ini dipasarkan mulai dari harga Rp 495,5 juta untuk tipe Suite (one bed room), hingga tipe Mansion (two bed room) seharga Rp 800 juta-an. Dengan mengusung konsep eco-green, Atlanta Residence bakal menggabungkan unit hunian berkelas dengan area perkantoran. Menara apartemen yang dibangun setinggi 28 lantai ini berisi 448 unit apartemen, 112 unit kondotel, serta 48 lot rental office. 


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT