Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat, (tengah) bersama jajaran direksi PPRO berbincang usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (8/3/17).

PP Properti Agresif Tambah Cadangan Lahan

Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat, (tengah) bersama jajaran direksi PPRO berbincang usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (8/3/17). (BeritaSatu Photo)

Jakarta - PT PP Properti Tbk (PPRO) telah merampungkan akuisisi lahan sebanyak 2,7 hektare (Ha) sampai pertengahan April 2017, guna menambah cadangan lahan (landbank). Lahan yang baru perseroan akuisisi, terdiri dari 1,5 Ha di wilayah Malang, dan belum lama ini juga terdapat penambahan landbank sebanyak 2,2 Ha di kawasan Wiyung, Surabaya.

Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, menyatakan, lahan sebanyak 1,5 Ha di Malang yang baru perseroan akuisisi akan digunakan untuk pengembangan proyek tiga tower apartemen. Dalam hal pembangunan apartemen yang diprediksi meluncur pada Juli mendatang itu, PP Properti berniat untuk mengincar segmen mahasiswa dengan catatan lingkungan bebas narkoba.

"Penambahan lahan di Malang, merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menopang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan di masa mendatang," ujar Taufik dalam siaran persnya, Selasa (18/4).

Adapun, lanjut Taufik, lahan di Malang yang perseroan ambil cukup strategis karena terletak di sekitar Universitas Muhammadiyah (Unibraw) maupun institusi pendidikan yang lain. Di samping itu, tutur Taufik, sejauh ini Malang juga merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Jawa Timur, dan memiliki potensi sektor pariwisata yang baik.

"Selain itu, kota tersebut terkenal sebagai pusat pendidikan utama di Pulau Jawa. Nah, penambahan landbank guna mengembangkan bisnis berupa apartemen di Malang itu, juga merupakan strategi kami guna memperkuat kehadiran PP Properti di Jawa Timur," tegas dia.

Belum lama ini pun, PP Properti baru menambah cadangan lahan di wilayah Jawa Timur. Lahan seluas 2,2 Ha, akan perseroan gunakan untuk membangun proyek apartemen dengan lima tower untuk konsumen kelas premium di Surabaya.

Dalam mengerjakan proyek tersebut, perseroan bersama dengan pemilik lahan PT Gunungsari Saktijaya akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV). Perihal perusahaan JV itu, PP Properti berencana menjadi pemegang saham mayoritas yakni 80 persen dari modal dasar senilai Rp 294 miliar.

"Dengan realisasi penambahan landbank, kami berharap ekpansi perseroan akan semakin mudah sehingga mampu menopang pertumbuhan kinerja PP Properti ke depan," ujar Taufik.

Adapun, pada akhir 2016, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 20 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 365 miliar. Pencapaian laba itu, antara lain turut dikontribusikan dari kenaikan marketing sales yang mencapai 25 persen (yoy) hingga menyentuh Rp 2,49 triliun.

"Sementara, pada 2017 kami membidik untuk dapat mencetak marketing sales sebesar Rp2,99 triliun. Lalu, kalau untuk laba bersih perseroan yakini mampu tumbuh hingga 20 persen (yoy) atau menjadi Rp 438 miliar," tambah Taufik.



Investor Daily

Devie Kania/FER

Investor Daily