Ini Alasan Iklan Sering Muncul di Ponsel Baru i

Head of Marcomm ATL Evercoss, Suryadi Willim, saat Peluncuran Evercoss Winner Y Star di Jakarta, Kamis 8 Juni 2017

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Senin, 19 Juni 2017 | 19:56 WIB

Jakarta - Penggunaan perangkat ponsel pintar (smartphone) dalam era modern bukan lagi sebagai gaya hidup, namun telah menjadi kebutuhan. Tidak dapat dipungkiri, banyak aplikasi yang dibutuhkan dalam ponsel untuk membantu beraktifitas, mulai dari urusan hiburan, pekerjaan atau bahkan asmara.

Sayangnya, seiring bermunculan berbagai macam aplikasi, seringkali aplikasi tidak resmi ikut bermunculan di perangkat smartphone baru.

Kenapa disebut tidak resmi? Tanpa disadari, kemunculan aplikasi tersebut, sebenarnya bukan bawaan dari perangkat. Hal ini, menyebabkan terjadinya banyak case adware bermunculan setelah perangkat diaktifkan oleh konsumen.

Ciri-ciri paling mudah untuk mengetahui smartphone yang sudah ter-install aplikasi tidak resmi adalah dengan melihat smartphone baru tersebut ketika dinyalakan lalu tidak terdapat halaman pengaturan awal Android yang menanyakan bahasa, pengaturan waktu, koneksi, nama pengguna, dan lain sebagainya.

Head of Marcomm ATL Evercoss, Suryadi Willim, mengatakan, case adware bisa dibilang sangat meresahkan konsumen karena menjadi tidak nyaman dalam penggunaannya.

"Awalnya, kita seringkali beranggapan bahwa munculnya banyak aplikasi atau adware karena adanya virus atau malware yang terinstal di perangkat smartphone. Namun, setelah penelusurans lebih jauh, bukan hanya malware yang menyebabkan hal ini terjadi, tetapi juga karena ada oknum nakal yang bekerja sama dan mendapatkan bayaran per install dari salah satu publisher aplikasi," kata Suryadi, di Jakarta, Senin (19/6).

Untuk modusnya, lanjut dia, oknum tersebut meng-install beberapa aplikasi tanpa sepengetahuan konsumen dan sebelum smartphone baru terjual di tangan konsumen.

"Hal ini dibuktikan dengan temuan beberapa smartphone Evercoss yang sudah ter-install beberapa aplikasi tidak resmi di sejumlah pasar pusat smartphone. Dan tidak bisa dipungkiri, hal ini pun bisa terjadi pada brand lainnya," kata dia.

Hal ini, kata Suryadi, tentunya sangat meresahkan bagi konsumen dan juga bagi principal karena akan merugikan bagi kedua pihak. Dari sisi konsumen, lanjut dia, akan dirugikan karena menyedot kapasitas baterai dan data. Sedangkan dari pihak principal, akan dirugikan karena konsumen akan beranggapan bahwa perangkat tersebut banyak virus atau malware.

"Oleh karena itu, kami selalu mengedukasi konsumen melalui sosial media untuk lebih peka terhadap aplikasi yang pertama kali muncul pada saat membeli smartphone," tambah Suryadi.

Untuk pihak Evercoss sendiri, kata Suryadi, akan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang dicurigai mempunyai kepentingan lain.

"Evercoss akan menindak tegas terhadap oknum yang kedapatan melakukan kecurangan," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT