Niko Invasi Pasar Speaker Aktif di Indonesia

Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo (kanan) berfoto bersama grup musik Slank yang menjadi brand ambassador Niko Speaker Aktif. (Suara Pembaruan/Stefi Thenu)

Oleh: Stefi Thenu / FER | Senin, 2 Oktober 2017 | 15:45 WIB

Semarang - PT Niko Elektronik Indonesia menggebrak pasar speaker aktif di Tanah Air dengan meluncurkan speaker aktif Niko. Dengan tagline "Nyalakan Bass Loe" Niko menggandeng grup musik papan atas, Slank.

"Kami memperkenalkan tig produk baru sebagai langkah besar kami untuk menginvasi secara besar-besaran pasar speaker aktif di Indonesia. Terlebih lagi produk Niko speaker aktif dengan Slank, hadir sebagai produk yang stylish secara desain dan mumpuni dari sisi suara. Ketiga produk ini telah kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, yaitu watt kecil, suara tetap nendang," ujar Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo di Semarang, Senin (2/10).

Speaker aktif Niko hadir dengan tiga produk terbaru yakni tipe Atomic 35 watt, Dynamic 55 watt dan Cannon 105 watt. Produk ini juga dilengkapi koneksi Bluetooth, USB Player input, remote control, SD card, FM radio, AV input dan boothbass technology, yang membuat suaranya lebih keras dan nendang.

Desain speaker ini diciptakan dengan desain terbaru yang sangat keren, moderen dan futuristik berbeda dari speaker terdahulu, penambahan lampu LED pada bagian bass, juga menjadikan Niko Speaker aktif menjadi semakin stylish dan moderen, sehingga tampilannya benar-benar fresh dan pengalaman audio berkualitas tinggi, menginspirasi anak muda Indonesia terus berani berkarya positif melalui musik.

"Niko ingin mengajak anak muda untuk tidak memadamkan keberanian, namun menyalakan karya untuk mencapai impian layaknya suara dentuman bass yang menggelegar. Untuk itu, kami menggandeng Slank untuk menjangkau pasar musik dan anak muda di Tanah Air. Slank ya Niko, Niko ya Slank," tegas Siswo.

Dengan kualitas tinggi, menurut Siswo, Niko speaker aktif tetap dijual dengan harga terjangkau yakni pada kisaran harga Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per unit.

"Harga itu berlaku di seluruh Indonesia, agar masyarakat dapat menikmati musik dengan kualitas tinggi tapi harga terjangkau. Murah bukan berarti murahan," tegasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT