Acer Bidik Institusi Pendidikan dalam Pemasaran Chromebook

IPEKA Integrated Christian School (IICS) mengimplementasikan metode pembelajaran blended learning yang dihadirkan melalui Digital Classroom dengan dukungan Acer Chromebook. (BeritaSatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / FER | Senin, 9 Oktober 2017 | 17:16 WIB

Jakarta - Dalam mememasarkan perangkat Chromebook-nya di Indonesia, Acer memilih model business to business (B2B). Segmen yang diincar adalah institusi pendidikan seperti sekolah-sekolah yang membutuhkan perangkat dan solusi digital dalam proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.

"Mengapa kita fokus dengan segmen pendidikan? Sebab pasar dari Chromebook yang paling tepat memang untuk sekolah-sekolah. Murid jaman sekarang kan perlu akses ke teknologi, salah satu yang paling cepat ya melalui Chromebook. Di dalamnya sudah ada Chrome OS dan menggunakan ekosistem Google, jadi ada banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar," kata Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang, di Jakarta, Senin (9/10).

Meskipun saat ini tengah fokus di segmen pendidikan, Herbet mengatakan bukan berarti perangkat Chromebook dan ekosostem Google ini hanya bisa dipakai di institusi pendidikan saja, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk segala segmen. Kalau pun ada individu yang ingin memilikinya, distributor Acer di Indonesia juga akan memfasilitasi.

Di Indonesia, perangkat dan solusi dari Acer Chromebook sudah dimanfaatkan oleh sejumlah sekolah negeri dan swasta, salah satunya oleh IPEKA Integrated Christian School (IICS). Sekolah ini telah mengimplementasikan metode pembelajaran blended learning yang dihadirkan melalui konsep kelas digital atau digital classroom dengan dukungan Acer Chromebook.

"Dengan dukungan perangkat dan solusi tekologi dalam terwujudnya digital classroom, kini guru dapat memberikan tugas melalui Google Docs dan secara otomatis membuat duplikasinya untuk setiap murid. Mereka juga dapat langsung mengerjakan tugas dalam dokumen tersebut," papar CEO IICS, Handojo, di Jakarta, Senin (9/10).

Handojo menambahkan, solusi ini juga secara otomatis membantu guru dalam menyusun tugas-tugas dalam folder driver yang terstruktur, sehingga murid bisa melihat tugas-tugas serta tenggat waktu pengumpulan. Selain itu, guru juga dapat membuat pengumuman dan memulai diskusi dengan murid-muridnya secara real-time.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT