Samsung dan Verizon Luncurkan Ponsel 5G Tahun Depan

Samsung dan Verizon Luncurkan Ponsel 5G Tahun Depan
Ilustrasi teknologi 5G. ( Foto: Istimewa )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 4 Desember 2018 | 02:56 WIB

Verizon Communications Inc dan Samsung Electronics Co Ltd membenarkan mereka akan meluncurkan smartphone dengan kemampuan mengakses jaringan internet nirkabel 5G pada semester pertama 2019, yang akan membawa mereka satu langkah di depan Apple Inc.

Dalam pernyataannya, Senin (3/12), dua perusahaan itu mengatakan akan memperkenalkan purwarupa telepon seluler (ponsel) yang menggunakan chip modem buatan Qualcomm Inc pada pertemuan bidang teknologi di Maui, Hawaii, pekan ini.

Apple saat ini masih terlibat sengketa hukum dengan Qualcomm sehingga perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California itu tidak bisa menggunakan chip modem Qualcomm. Apple diduga akan memakai modem buatan Intel, yang paling cepat baru tersedia pada akhir 2019.

Bloomberg memberitakan bahwa Apple akan menunggu sampai paling tidak 2020 sebelum bisa meluncurkan iPhone pertama yang berteknologi 5G.

Oktober lalu, Verizon sudah meluncurkan layanan 5G secara komersial untuk internet rumahan di Houston, Indianapolis, Los Angeles, dan Sacramento.

Jaringan internet nirkabel 5G disebut-sebut mampu meningkatkan kecepatan Internet hingga 100 kali dibandingkan 4G yang ada sekarang (G di sini adalah kependekan dari 'Generation'). Namun, ketika puluhan juta pengguna sudah bisa mengakses jaringan ini nantinya, kecepatan itu bisa berkurang. Diperkirakan 5G akan lebih cepat 10 kali dibandingkan 4G dalam skenario yang realistis.

Dengan jaringan yang ada sekarang, dibutuhkan waktu sepersekian detik bagi ponsel untuk mengirim atau menerima informasi. Ini sudah termasuk cepat, tetapi 5G akan lebih mengurangi jeda komunikasi menjadi nyaris nol. Jika ini terwujud, maka manfaatnya akan lebih dirasakan kelompok bisnis daripada pengguna perorangan.

Jaringan nirkabel 5G akan memungkinkan operasional mobil tanpa sopir, meningkatkan teknologi robot, dan mendukung pembangunan smart city.

Namun, sebelum itu semua bisa terwujud, perusahaan penyedia jasa jaringan harus menginvestasikan puluhan miliar dolar untuk memperbarui infrastruktur mereka.



Sumber: Reuters, CNN
CLOSE