Koleksi busana lelaki kreasi Dwi Iskandar di ajang Indonesia Fashion Week 2013.

Jakarta - Indonesia Fashion Week (IFW) 2013 yang digagas Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia, di Balai Sidang Jakarta, 14 – 17 Februari lalu, menggelar satu hari khusus untuk memamerkan rancangan busana pria dan busana urban dari beberapa desainer. Tawaran cukup beragam, dari busana resmi hingga busana keseharian, dari yang berdetail rumit hingga yang berdaya pakai tinggi.

Mengusung tema ”Kalut”, perancang busana Samuel Wattimena menampilkan koleksi busana pria 2013. "Kalut" sebagai sebuah tema, seperti pengakuannya, terinspirasi dari gejolak situasi dunia saat ini di berbagai segmen, situasi yang justru mendorongnya berekspresi menyikapi keadaan itu. Perancang busana yang dikenal juga sebagai penata artistik dan kostum untuk penampilan panggung teater dan film itu, tampil dalam peragaan busana bertajuk ”Maxy Style Present Styling The World”, hari ketiga IFW 2013, 16 Februari.

"Kalut" sebagai sebuah tema, menurutnya, berusaha hadir memberikan keseimbangan. Rancangannya, baik busana keseharian ataupun busana formal, seperti sudah menjadi ciri khasnya, memang menampilkan filosofi warna yang menyiratkan harmonisasi.

Terinspirasi dari "A Walk in the Clouds", film romantis yang dibintangi Keanu Reeves produksi 1995, perancang busana Deden Siswanto menampilkan koleksi busana pria siap pakai dalam label Deden Siswanto for Pinot Noir. Dalam peragaan busana ”Menation”, menutup acara peragaan busana hari ketiga, Deden menghadirkan rancangan celana panjang, celana pendek, kemeja tangan panjang, rompi, dan jaket, di atas material katun, linen, dan voil. Warna koleksinya didominasi warna hijau khaki, cokelat, merah marun, dan abu-abu. Deden melengkapi penampilan koleksinya dengan aksesori seperti bretel, syal dengan detail ring ikat pinggang, dan topi.

Pinot Noir adalah brand baru busana siap pakai yang terdiri atas tiga lini, basic, premium, dan signature. Rancangan yang dihadirkan Deden di IFW 2013 itu untuk signature brand.

“Menation” juga menghadirkan Oka Diputra. Desainer dari Bali itu menampilkan koleksi Autumn-Winter 2013. Terinspirasi dari pemandangan perbukitan pasir di Gurun Sahara, karya yang dibungkus tema ”Dunes” itu ia tujukan bagi pria yang berani tampil beda, yang tidak rikuh mengenakan kemeja gaya lilit, misalnya, ataupun celana berwarna merah.

Menyadari bagian terpenting dalam membuat koleksi busana pria adalah material, Oka memilih bahan yang nyaman dikenakan, seperti cotton jersey, silk, dan campuran wool polyester, yang ia “buru” hingga ke negara tetangga. Untuk warna, ia memilih warna-warna hitam, putih, merah, dan silver grey.

Acara peragaan busana ”Menation” terasa segar dengan kehadiran duo Dave Hendrik dan Tri Handoko. Koleksi busana pria siap pakai berlabel 3D, diambil dari nama Tri (3) dan Dave, tampil dalam konsep rancangan sederhana, minimalis, urban, modern, dan harga terjangkau. Segar dan berdaya pakai tinggi.

Melalui kolaborasi yang sudah berjalan satu tahun itu, keduanya terus menggodok konsep yang pas untuk pria urban yang ingin tampil gaya, modis, sekaligus tak perlu membuang banyak uang. Rancangan tampil dalam wujud celana pendek, celana panjang, kemeja tangan panjang, hingga kemeja santai, untuk penampilan keseharian. Mengingatkan pada gema jualan Ralph Lauren yang menyebutkan polo shirt dan celana khaki produknya pantas dikenakan di mana saja, kapan saja, mulai dari lapangan golf, hingga bertandang ke rumah teman bersantap kudapan bersama.

Sekian lama bisnis busana pria hanya menjadi bayang-bayang bisnis busana wanita, dan kini mengejar ketertinggalannya. Forbes menyebutkan, ketertarikan pria pada tren terus meningkat. Sosok David Beckham, dan pesohor lain yang digaet suatu produk punya andil. Beckham bahkan berhasil mendobrak tradisi, jadi pria pertama yang tampil dalam sampul majalah Elle terbitan Inggris sepanjang 26 tahun sejarahnya. Gary Barlow, menurut catatan The Evening Standard, juga termasuk ikon mode pria dalam dunia musik.

Kini, bisnis busana pria tidak lagi dipandang sebelah mata.

Suara Pembaruan

Penulis: ATI/D-10/NAD

Sumber:Suara Pembaruan